SEMARANG, – Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi meninjau lokasi bencana tanah longsor di Dusun Situkung, Desa Pandanarum, Kecamatan Pandanarum, Banjarnegara, Senin . Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mengalokasikan Belanja Tidak Terduga (BTT) sebesar Rp 450 juta untuk penanganan rumah warga yang tertimbun.Dalam kunjungannya, Gubernur Luthfi memastikan hunian baru akan siap dalam tiga hari untuk ratusan pengungsi terdampak longsor besar yang terjadi pada Minggu siang.Longsor dengan diameter sekitar 100 meter itu merusak puluhan rumah dan memaksa lebih dari 800 warga dievakuasi.Baca juga: Klaster Pengungsi Longsor Banjarnegara Dibentuk, Bantuan Terkumpul Ratusan JutaLuthfi menyatakan seluruh warga Situkung dalam kondisi aman di pengungsian. Relokasi ke hunian sementara akan dimulai dalam tiga hari ke depan.“Hunian sementara sudah kita siapkan. Setelah itu baru hunian tetap, karena satu dusun terdampak. Ini bukan sekadar tempat tinggal, kebutuhan sandang, pangan, papan, dan pekerjaan warga harus dipikirkan bersama,” ucapnya dalam keterangan tertulis.Saat ini, BNPB, Pemprov Jateng, TNI, dan Polri masih memetakan lokasi hunian sementara dan hunian tetap.Dalam kesempatan tersebut, Luthfi juga bertemu warga yang berharap ibunya segera ditemukan.“Kita doakan yang belum ditemukan agar segera diketemukan. Yang terpenting, semua warga harus berada di tempat aman, jangan kembali ke rumah karena kondisi tanah masih labil,” ujarnya.Luthfi mengatakan kajian petugas menunjukkan area longsoran masih berpotensi bergerak. Hingga kini, sekitar 30 rumah rusak dan 886 warga telah dievakuasi.Tim SAR gabungan masih mencari 26 warga yang belum diketahui keberadaannya.“Ada 26 warga yang masih belum ketemu. Ini menjadi prioritas untuk ditemukan. Besok pagi 500 personel kita kerahkan untuk melanjutkan pencarian,” tegasnya.Baca juga: Banjarnegara Tetapkan Status Siaga Darurat Bencana, 876 Warga Mengungsi akibat Longsor PandanarumDi hadapan para pengungsi, Luthfi juga menyampaikan belasungkawa atas jatuhnya korban jiwa dan berharap keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan.Sebagai informasi, operasi SAR akan kembali dilanjutkan esok pagi dengan pembagian sektor pencarian di RT 02 dan RT 03.BPBD, Basarnas, TNI–Polri, dan relawan terus memperkuat pencarian serta pemenuhan layanan dasar bagi warga terdampak.Pemprov Jateng membagi penanganan menjadi empat klaster: klaster pengungsian untuk memastikan kebutuhan dasar warga terpenuhi; klaster logistik untuk mengatur pasokan makanan dan kebutuhan pokok; klaster layanan kesehatan; dan klaster pendidikan.“Anak-anak tetap harus sekolah. Dinas Pendidikan sudah turun untuk memastikan kegiatan belajar tidak terhenti, meskipun sementara mereka berada di pengungsian,” tuturnya.
(prf/ega)
Gubernur Jateng Tinjau Longsor Banjarnegara, Pastikan Hunian Sementara Siap Tiga Hari
2026-01-12 06:34:53
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-12 07:20
| 2026-01-12 06:36
| 2026-01-12 06:06










































