Gantikan Gus Yahya, Pj Ketum PBNU KH Zulfa Janji Emban Amanah Sebersih-bersihnya

2026-01-12 04:33:56
Gantikan Gus Yahya, Pj Ketum PBNU KH Zulfa Janji Emban Amanah Sebersih-bersihnya
JAKARTA, - KH Zulfa Mustofa berjanji akan menjalankan amanah sebagai penjabat (Pj) Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), dengan sebersih-bersihnya.Dalam mengemban jabatan sebagai Pj Ketum PBNU, Zulfa juga akan tetap menjunjung tinggi akhlak dan prinsip kesantrian."Saya berjanji, saya akan menjalankan amanah ini seadil-adilnya, sebersih-bersihnya, seikhlas-ikhlasnya, dan sesantun-santunnya menjaga keadaban sebagai santri. Karena Tanfidziyah adalah santri," ujar Zulfa usai rapat pleno penetapannya di Hotel Sultan, Jakarta, Selasa malam.Baca juga: Hadir Pleno PBNU, Menag Pastikan Pemerintah Tak Ikut Campur Penunjukan Pj KetumPBNU ke depan, juga dipastikannya lebih solid demi menjaga persatuan sebagai sebuah organisasi."Bahwa kami semua bertekad, bertekad sungguh-sungguh untuk bersatu," ujar Zulfa.KH Zulfa Mustofa diketahui merupakan keponakan dari Wakil Presiden ke-13 Republik Indonesia KH Ma'ruf Amin.Ia ditetapkan sebagai Pj Ketum PBNU dalam rapat pleno, setelah Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya diberhentikan lewat putusan Syariyah PBNU.Baca juga: Jadi Pj Ketum PBNU, Keponakan Ma’ruf Amin Tawarkan Gus Yahya BertemuUsai terpilih, Zulfa mengaku telah meminta restu Ma'ruf Amin sebelum penetapannya sebagai Pj Ketum PBNU."Saya pasti bukan cuma santri, saya keponakan Kiai Haji Ma'ruf Amin. Ya... Saya keponakan Kiai Haji Ma'ruf Amin, dan saya sudah minta restu beliau. Dan semoga insyaallah restu-restu semuanya membuat perjalanan ini menjadi lebih ringan,” ujar Zulfa.Zulfa menegaskan bahwa dirinya bukanlah orang penting di PBNU, jika dibandingkan dengan para kiai yang membimbingnya."Saya bukan siapa-siapa, saya santri daripada Rais Aam, dan juga santri Syuriyah PBNU. Tentu juga santri kiai-kiai pesantren-pesantren besar yang malam hari ini tidak bisa hadir,” kata Zulfa.Baca juga: Profil KH Zulfa Mustofa, Keponakan Maruf Amin yang Jadi Pj Ketum PBNU Ketua Umum PBNU Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya) saat memberikan keterangan di Kantor PBNU, Jakarta, Selasa .Sebelum penetapan Zulfa sebagai Pj Ketum PBNU, Gus Yahya menegaskan bahwa rapat pleno yang bakal dilaksanakan oleh jajaran Syuriyah secara aturan organisasi tidak dapat dilaksanakan.“Ini sendiri kan secara aturan tidak bisa disebut Pleno,” ujar Gus Yahya saat ditemui di Kantor PBNU, Jakarta, Selasa sore.Gus Yahya menjelaskan, pleno tidak bisa hanya diadakan oleh jajaran Syuriyah secara mandiri. Namun, harus melibatkan jajaran Tanfidziyah.Baca juga: Terpilih Jadi Pj Ketum PBNU, Zulfa Mustofa Harap Konflik Selesai“Yang mengundang hanya Syuriyah, ini ndak bisa, karena harus, pleno itu harus diundang oleh Syuriyah dan Tanfidziyah," ujar Gus Yahya.Ia mengatakan, pleno ini juga tidak sah karena perencanaannya tidak melibatkan ketua umum yang sah."Tidak melibatkan saya sebagai Ketua Umum yang sah," ujar Gus Yahya.


(prf/ega)