Kortas Tipikor Polri Sebut Kerugian Negara Kasus Korupsi PTPN XI Capai Rp 645 M

2026-02-01 03:54:34
Kortas Tipikor Polri Sebut Kerugian Negara Kasus Korupsi PTPN XI Capai Rp 645 M
Korps Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Polri telah menerima laporan hasil investigasi (LPH) Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI terkait perhitungan kerugian negara di kasus korupsi proyek di PT Perkebunan Nusantara (PTPN) XI ke Korps Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Polri. Kerugian negara di kasus tersebut mencapai Rp 645 M."Dengan temuan telah terjadi kerugian negara sebesar Rp 645 miliar," kata Kakortas Tipikor Polri Irjen Cahyono Wibowo dalam keterangannya, Kamis (20/11/2025).Ia menyebutkan hasil laporan investigatif itu juga telah diserahkan oleh auditor BPK kepada penyidik Kortas Tipikor Polri pada Rabu (19/11) kemarin. Nantinya laporan audit yang telah dilakukan BPK itu akan digunakan sebagai salah satu barang bukti di kasus tersebut."Selanjutnya, penyidik Kortas Tipikor Polri akan menindaklanjuti Laporan Hasil Pemeriksaan Investigatif untuk kepentingan penyidikan," ujarnya.Cahyono menambahkan, Kortas Tipikor Polri berkomitmen untuk terus menindak tindak pidana korupsi. Pihaknya berkoordinasi dengan stakeholder terkait untuk melakukan penindakan."Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia dan Kortas Tipikor Polri berkomitmen untuk meningkatkan sinergi dan kolaborasi yang telah terjalin dengan baik selama ini dalam rangka untuk bersama-sama melaksanakan pemberantasan tindak pidana korupsi," jelasnya. Sebagai informasi, dugaan korupsi itu terkait proyek pengembangan dan modernisasi Pabrik Gula Djatiroto PTPN XI terintegrasi engineering, procurement, construction, and commissioning (EPCC) pada 2016. Kortas Tipikor Polri sendiri telah menetapkan dua orang sebagai tersangka terkait kasus itu.Kedua tersangka ini ialah Direktur Utama PTPN XI Dolly Pulungan serta mantan Direktur Perencanaan dan Pengembangan Bisnis PTPN XI Aris Toharisman. Keduanya menjalankan proyek tanpa sesuai studi kelayakan.Kasus korupsi ini berawal pada 2015 saat PTPN XI mendapatkan penyertaan modal negara (PMN) sebesar Rp 650 miliar dari Kementerian BUMN. Total anggaran Rp 650 miliar itu lalu diperuntukkan PTPN XI untuk pabrik gula yang ada di bawah kendalinya yaitu Pabrik Gula Djatiroto sebesar Rp 400 miliar dan Pabrik Gula Asembagoes sebesar Rp 250 miliar.Cahyono mengatakan, khusus Pabrik Gula Djatiroto, PTPN XI memanfaatkan anggaran tersebut untuk proyek pengembangan dan modernisasi Pabrik Gula Djatiroto PTPN XI terintegrasi engineering, procurement, construction, and commissioning tahun 2016. Nilai proyek itu sebesar Rp 871 miliar di mana KSO PT Hutama Karya-PT Eurroasiatic-uttam Sucrotech PVT.LTD (KSO HEU) ditunjuk sebagai pelaksana proyek.Dalam pelaksanaan proyek itu PTPN XI mengalami kekurangan anggaran. Cahyono mengatakan PTPN XI lalu mengajukan kredit tambahan ke Bank BRI sebesar Rp 271 miliar dan PT Sarana Multi Infrastruktur sebesar Rp 200 miliar.Lihat juga Video: KPK Tetapkan 3 Tersangka Korupsi Pembelian Lahan PTPN XI[Gambas:Video 20detik]


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#2

Angkringan Balap Paseban viral karena keragaman menu dan suasananya yang selalu ramai.Menu andalan berupa nasi kucing dengan pilihan lauk seperti tempe, sambal usus, sambal teri, hingga ayam geprek menjadi favorit pengunjung.Harga yang ditawarkan relatif terjangkau, berkisar Rp 3.000 hingga Rp 4.000 per item. Angkringan ini buka mulai pukul 16.00 hingga 22.00 WIB.Tingginya minat pengunjung membuat antrean kerap terbentuk bahkan sebelum jam buka. Datang lebih awal menjadi strategi utama untuk mendapatkan tempat duduk dan pilihan menu yang masih lengkap.Mangut Lele Mbah Marto menjadi representasi kuliner tradisional Yogyakarta yang bertahan di tengah tren kekinian.Warung ini dikenal dengan konsep pawon atau dapur tradisional yang bisa disaksikan langsung oleh pengunjung.Kompas.com/Silvita Agmasari Mangut lele yang dijual di warung Mbah Marto, Bantul, Yogyakarta.Lele yang digunakan tidak digoreng, melainkan diasap terlebih dahulu dengan tusukan pelepah daun kelapa sebelum dimasak menjadi mangut.Metode pengasapan ini menghasilkan aroma khas dengan cita rasa manis dan gurih yang kuat. Mangut lele disajikan dengan kuah santan pedas yang menjadi ciri khas masakan tradisional Jawa.Baca juga: Itinerary Kulineran Serba Legendaris di Yogyakarta Bujet Rp 150.000Mangut Lele Mbah Marto berlokasi di Jalan Sewon Indah, Ngireng-ireng, Panggungharjo, Sewon, Bantul.Warung ini buka mulai pukul 10.00 hingga 20.00 WIB. Harga mangut lele dibanderol sekitar Rp 25.000 per porsi. Karena peminatnya tinggi, pengunjung disarankan datang lebih awal agar tidak kehabisan.Bagi pencinta kuliner pagi, Sate Koyor Yu Ira menjadi tujuan wajib. Warung sederhana ini telah dikenal sejak puluhan tahun lalu dan berlokasi di kawasan Pasar Ngasem, pusat aktivitas warga sejak dini hari.Tribun Jogja/Hamim Thohari Sate koyorMenu andalannya adalah sate koyor, bagian urat sapi yang diolah hingga empuk dan kaya rasa.Harga sate koyor dibanderol mulai Rp 10.000, menjadikannya pilihan terjangkau bagi pengunjung pasar maupun wisatawan.Warung Yu Ira buka mulai pukul 05.00 hingga 15.00 WIB. Waktu paling ramai terjadi pada pagi hari, seiring aktivitas pasar yang padat.Datang sebelum pukul 09.00 WIB menjadi waktu ideal untuk menikmati menu favorit tanpa harus menunggu lama.

| 2026-02-01 03:13