JAKARTA, – Aisyah (17) mengungkapkan pengalaman pahitnya sebagai korban perundungan (bullying) yang dialaminya saat masih duduk di bangku sekolah dasar (SD). Pengalaman tersebut membekas hingga kini, meski peristiwa itu telah berlalu sekitar lima tahun lalu.Saat mengalami perundungan, Aisyah mengaku memilih untuk tidak melawan pelaku. Ia justru menceritakan kejadian tersebut kepada orang tuanya sebagai langkah awal untuk mencari perlindungan dan solusi."Jadi orang tua aku bilang, 'oke kamu di-bully, terus gimana perasaan kamu?'," ucap Aisyah saat ditemui di kantor Dinas Pemberdayaan, Perlindungan Anak, dan Pengendalian Penduduk (PPAPP) Provinsi DKI Jakarta, Selasa .Baca juga: Bullying Tak Selalu Bermula dari Sekolah, Pola Asuh Keliru BerpengaruhAisyah mengatakan, orang tuanya tidak langsung mengambil tindakan, melainkan terlebih dahulu menanyakan perasaannya dan memastikan apakah ia merasa terganggu atau tidak nyaman.Jika merasa tidak nyaman, orangtuanya kemudian mengajaknya melaporkan kejadian tersebut kepada pihak sekolah."Jadi orangtua aku menanyakan dulu perasaan aku gimana, apakah tidak nyaman? Kalau tidak nyaman, ayo kita lapor ke guru. Jika gurunya sudah tahu dan orang tua si pelaku itu dipanggil, jadi kita kayak mediasi gitu," ungkap Aisyah.Menurut Aisyah, proses mediasi yang difasilitasi pihak sekolah membuat persoalan perundungan tersebut akhirnya dapat diselesaikan. Namun demikian, dampak psikologis dari peristiwa itu masih ia rasakan hingga kini."Sudah selesai sih masalahnya, tapi mungkin traumanya masih ada sampai sekarang, Mungkin kalau aku sekarang dengan kena aku dulu di-bully secara non verbal ya, kekerasan tubuh," ungkapnya.Baca juga: Cerita Siswa Sekolah Rakyat Berjuang Lepas dari Jerat Trauma BullyingUntuk mengurangi rasa trauma dan menjaga kesehatan mentalnya, Aisyah kini rutin melakukan berbagai aktivitas fisik, termasuk olahraga dan yoga."Mungkin sekarang aku stress release dengan yoga biar tenang aja, sama olahraga lainnya lah," katanya.Tak hanya berupaya memulihkan diri, Aisyah juga memilih untuk terlibat aktif membantu orang lain. Ia tergabung dalam Forum Anak Jakarta dan berkomitmen mendampingi teman-teman sebaya yang pernah mengalami perundungan."Mungkin karena dulu aku pernah menjadi korban bullying, sehingga aku pengen membantu teman-teman aku yang menjadi korban bullying dan juga mau edukasi teman-teman yang lainnya biar tidak melakukan perilaku bullying," ujarnya.
(prf/ega)
Pernah Jadi Korban Bullying, Aisyah Perlahan Bangkit Berkat Olahraga
2026-01-12 14:30:52
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-12 14:00
| 2026-01-12 13:42
| 2026-01-12 12:48
| 2026-01-12 12:35
| 2026-01-12 12:14










































