Tahun Baru Tanpa Kembang Api di Solo, Jadi Momen Refleksi hingga Warga Diminta Tak Euforia

2026-02-03 12:26:34
Tahun Baru Tanpa Kembang Api di Solo, Jadi Momen Refleksi hingga Warga Diminta Tak Euforia
SOLO, - Wali Kota Solo, Respati Ardi, mengimbau warga untuk tidak merayakan malam tahun baru secara berlebihan pada Rabu , mengingat bencana yang terjadi di Sumatera dan Aceh.Pergantian tahun akan dikemas dalam gelaran car free night (CFN) yang difokuskan sebagai momen refleksi dan empati."Dilarang terlalu foya-foya. Saatnya pergantian tahun kita refleksi diri, menatap 2026, merayakan pergantian tahun dengan sebaik-baiknya," kata Respati di Solo, Jawa Tengah, Selasa .Respati menambahkan bahwa akan ada kejutan sebagai penanda pergantian tahun yang dikonsep "malam kepedulian", meskipun tanpa kembang api."Tetap ada penandanya. Ini sedang dikonsep rekan-rekan EO-nya. Akan ada suasana hening sejenak di malam pergantian tahun," ungkap dia.Kepala Bidang Lalu Lintas Dishub Solo, Ari Wibowo, menginformasikan bahwa terdapat 11 titik lokasi parkir yang disiapkan untuk car free night (CFN) pesta malam tahun baru.CFN akan dipusatkan di Jalan Slamet Riyadi, mulai dari Simpang Gendengan hingga Gladag, serta di Jalan Jenderal Sudirman depan Balai Kota Solo.Lokasi parkir tersebut tersebar di Jalan Hasanudin, Jalan Dr Sutomo, Jalan Dr Soepomo, Jalan Dr Cipto, Jalan Bhayangkara, Jalan Museum, Jalan Kartini, Jalan Gatot Subroto, Jalan Teuku Umar, Jalan Imam Bonjol, dan Benteng Vastenburg.Sterilisasi Jalan Slamet Riyadi akan dimulai pukul 20.00 WIB dan CFN akan berlangsung hingga Kamis pukul 00.30 WIB.Baca juga: Sidang Gugatan Ijazah Jokowi di PN Solo, Hakim Nilai 33 Bukti Tak Seluruhnya SahAkses kendaraan dari utara ke selatan atau sebaliknya dapat melalui Simpang Gendengan, Simpang Ngapeman, dan Simpang Nonongan.Sepanjang area CFN akan dimeriahkan oleh 10 titik lokasi hiburan, termasuk musik perkusi YPAC, musik keroncong, modern dance fashion show, classic rock, reog & gajah Krumpyung, Solo Is Solo, musik Ska, rock in halte, dynamite band Bank Jateng, barongsai, band Satpol PP, serta Wayang Orang Punakawan Krida.Sebelumnya, Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Solo, Didik Anggono, menegaskan bahwa warga dilarang menyalakan kembang api dan petasan.Larangan ini didasarkan pada Peraturan Daerah (Perda) Nomor 5 Tahun 2025 Pasal 30 ayat 1 huruf c mengenai Tertib Lingkungan.Kembang api yang meletus dan petasan lontar yang berpotensi menimbulkan suara keras tidak diperbolehkan.Baca juga: 208 Ribu Wisatawan ke Solo saat Libur Natal, Respati: Ekonomi Kreatif Jadi Pasar Baru"Kalau kami merujuk kepada Perda 5 Tahun 2025 Pasal 30 ayat 1 huruf c terkait Tertib Lingkungan. Jadi tidak boleh menyalakan, membunyikan petasan ya di lingkungan. Artinya pada saat itu sudah ada Perda yang kita miliki di Solo, makanya ya tidak boleh," kata Didik di Solo, Jawa Tengah, Senin .Didik menambahkan bahwa imbauan telah disebarkan melalui media sosial kepada para penjual untuk tidak menjual petasan dan kembang api.Ia juga meminta lurah dan camat di Solo untuk mengidentifikasi tempat-tempat penjualan di wilayah masing-masing. "Kami juga intensifkan patroli, monitoring manakala ada kami harapkan tidak untuk dijual di Solo yang nanti endingnya nanti dibunyikan di lingkungan," katanya.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#2

Angkringan Balap Paseban viral karena keragaman menu dan suasananya yang selalu ramai.Menu andalan berupa nasi kucing dengan pilihan lauk seperti tempe, sambal usus, sambal teri, hingga ayam geprek menjadi favorit pengunjung.Harga yang ditawarkan relatif terjangkau, berkisar Rp 3.000 hingga Rp 4.000 per item. Angkringan ini buka mulai pukul 16.00 hingga 22.00 WIB.Tingginya minat pengunjung membuat antrean kerap terbentuk bahkan sebelum jam buka. Datang lebih awal menjadi strategi utama untuk mendapatkan tempat duduk dan pilihan menu yang masih lengkap.Mangut Lele Mbah Marto menjadi representasi kuliner tradisional Yogyakarta yang bertahan di tengah tren kekinian.Warung ini dikenal dengan konsep pawon atau dapur tradisional yang bisa disaksikan langsung oleh pengunjung.Kompas.com/Silvita Agmasari Mangut lele yang dijual di warung Mbah Marto, Bantul, Yogyakarta.Lele yang digunakan tidak digoreng, melainkan diasap terlebih dahulu dengan tusukan pelepah daun kelapa sebelum dimasak menjadi mangut.Metode pengasapan ini menghasilkan aroma khas dengan cita rasa manis dan gurih yang kuat. Mangut lele disajikan dengan kuah santan pedas yang menjadi ciri khas masakan tradisional Jawa.Baca juga: Itinerary Kulineran Serba Legendaris di Yogyakarta Bujet Rp 150.000Mangut Lele Mbah Marto berlokasi di Jalan Sewon Indah, Ngireng-ireng, Panggungharjo, Sewon, Bantul.Warung ini buka mulai pukul 10.00 hingga 20.00 WIB. Harga mangut lele dibanderol sekitar Rp 25.000 per porsi. Karena peminatnya tinggi, pengunjung disarankan datang lebih awal agar tidak kehabisan.Bagi pencinta kuliner pagi, Sate Koyor Yu Ira menjadi tujuan wajib. Warung sederhana ini telah dikenal sejak puluhan tahun lalu dan berlokasi di kawasan Pasar Ngasem, pusat aktivitas warga sejak dini hari.Tribun Jogja/Hamim Thohari Sate koyorMenu andalannya adalah sate koyor, bagian urat sapi yang diolah hingga empuk dan kaya rasa.Harga sate koyor dibanderol mulai Rp 10.000, menjadikannya pilihan terjangkau bagi pengunjung pasar maupun wisatawan.Warung Yu Ira buka mulai pukul 05.00 hingga 15.00 WIB. Waktu paling ramai terjadi pada pagi hari, seiring aktivitas pasar yang padat.Datang sebelum pukul 09.00 WIB menjadi waktu ideal untuk menikmati menu favorit tanpa harus menunggu lama.

| 2026-02-03 11:56