GRESIK, - Sebanyak 15 desa di tiga kecamatan Kabupaten Gresik, Jawa Timur, kembali terdampak luapan aliran air Kali Lamong.Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Gresik Sukardi mengatakan, air mulai menggenangi permukiman warga, jalan, fasilitas umum, dan persawahan sejak Minggu akibat Kali Lamong meluap."Luapan Kali Lamong yang disebabkan air kiriman dari wilayah hulu, sehingga debit Kali Lamong meningkat dan meluap ke jalan dan permukiman," ujar Sukardi, Senin .Menurut data BPBD Gresik, enam desa di Kecamatan Balongpanggang terdampak. Yakni, Desa Dapet dengan persawahan tergenang seluas sekitar 5 hektar.Baca juga: Sembilan Desa di Sumatera Hilang Diterjang Banjir, Mendes: Jadi SungaiKemudian Desa Sekarputih dengan jalan lingkungan tergenang setinggi 5 hingga 10 sentimeter dan persawahan sekitar 7 hektar.Di Desa Wotansari, air menggenangi jalan poros desa setinggi 10 hingga 15 sentimeter, jalan lingkungan setinggi 10 hingga 20 sentimeter, serta menggenangi 15 rumah warga setinggi 5 sentimeter dan persawahan sekitar 15 hektar.Di Desa Karang Semanding, air merendam jalan poros desa dengan ketinggian 10 hingga 30 sentimeter, jalan lingkungan setinggi 5 hingga 10 sentimeter, dan area persawahan sekitar 15 hektar.Di Desa Banjar Agung, jalan lingkungan terendam setinggi 10 hingga 25 sentimeter."Untuk Desa Pucung, yang tergenang jalan poros desa setinggi 10 sampai 40 sentimeter dan jalan lingkungan 10 sampai 20 sentimeter. Selain itu, ada lima rumah warga yang tergenang setinggi 5 sampai 10 sentimeter, serta sawah seluas kurang lebih 17 hektar," kata Sukardi.Baca juga: Aceh Utara Perpanjang Masa Tanggap Darurat Banjir Selama SepekanSementara itu, di Kecamatan Benjeng, tujuh desa kebanjiran.Yakni, Desa Lundo dengan jalan lingkungan tergenang setinggi 10 hingga 50 sentimeter, 15 rumah warga dengan ketinggian air 10 hingga 25 sentimeter, serta persawahan sekitar 10 hektar.Juga Desa Sedapur Klagen, dengan jalan poros desa tergenang air setinggi 20 hingga 55 sentimeter, jalan lingkungan setinggi 20 hingga 70 sentimeter, sekitar 223 rumah warga dengan ketinggian air 5 hingga 50 sentimeter, persawahan sekitar 70 hektar, serta fasilitas umum (fasum).Di Desa Delik Sumber, yang tergenang meliputi jalan poros desa dengan tinggi air 10 hingga 60 sentimeter, jalan lingkungan 10 hingga 70 sentimeter, 300 rumah dengan ketinggian 10 hingga 20 sentimeter, persawahan sekitar 27 hektar, dan fasum.Desa Kedung Rukem, air menggenangi jalan poros desa setinggi 30 hingga 100 sentimeter, jalan lingkungan 20 hingga 30 sentimeter, jalan raya 20 hingga 30 sentimeter, sebanyak 732 rumah warga dengan ketinggian air 10 hingga 20 sentimeter, fasum, dan persawahan sekitar 45 hektar."Untuk Desa Munggugianti, yang tergenang jalan poros desa setinggi 20 sampai 70 sentimeter, jalan lingkungan 20 sampai 50 sentimeter, kurang lebih 200 rumah dengan ketinggian air 5 sampai 10 sentimeter, masjid dan TPQ (fasum), serta area persawahan seluas kurang lebih 50 hektar," tutur Sukardi.
(prf/ega)
Kali Lamong Meluap, 15 Desa di 3 Kecamatan di Gresik Terdampak
2026-01-12 04:29:06
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-12 05:03
| 2026-01-12 04:10
| 2026-01-12 03:51
| 2026-01-12 03:01










































