Ribuan ASN Aceh Utara Bersihkan Lumpur Sisa Banjir di Fasilitas Umum

2026-01-15 06:09:52
Ribuan ASN Aceh Utara Bersihkan Lumpur Sisa Banjir di Fasilitas Umum
ACEH UTARA, – Bupati Aceh Utara Ismail A Jalil mengerahkan seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) di kabupaten itu untuk membersihkan lumpur sisa banjir di berbagai fasilitas umum, Senin .“Seluruh OPD (Organisasi Perangkat Daerah) wajib gotong royong, bantu rakyat bersihkan lumpur pascabanjir,” kata pria yang akrab disapa Ayahwa ini kepada Kompas.com.Ia menyebutkan, pembersihan dilakukan di sejumlah fasilitas umum, seperti pesantren, masjid, sekolah, kantor kepala desa, dan lainnya.“Laporkan ke saya, hari ini OPD ini bersihkan satu masjid, sampai benar-benar bisa digunakan. Besok seterusnya begitu ke fasilitas umum lain, ini harus kita lihat dampak pemulihan,” terangnya.Baca juga: Korban Banjir Aceh Tamiang Keluhkan Sumur Berlumpur, Terpaksa Beli Air Kemasan untuk MasakAyahwa juga meminta para camat mengajak Kapolsek dan Danramil untuk memastikan pendataan desa serta kerusakan akibat banjir dilakukan secara akurat.“Data harus bersih, jangan ada yang doble. Camat harus di desa, di lokasi. Ini ada camat yang tidak pernah ke desa, saya temukan saat saya keliling seluruh lokasi,” ujarnya.Ia berharap pemulihan pascabanjir dapat terlihat nyata dan aktivitas masyarakat mulai kembali bergeliat.“Jangan sampai data keliru, akan muncul konflik sosial, rakyat akan protes kepala desa dan camat, itu jangan sampai terjadi di Aceh Utara,” pungkasnya.Hingga saat ini, jumlah pengungsi tercatat mencapai 67.876 orang yang tersebar di 210 titik lokasi.Pengungsi terbanyak berada di Kecamatan Tanah Jambo Aye dengan 54 titik pengungsian, Langkahan 50 titik, Sawang 33 titik, Muara Batu lima titik, Baktiya Barat 22 titik, Lapang 18 titik, Baktiya dan Dewantara masing-masing 11 titik, Seunuddon dan Nibong masing-masing dua titik, serta Cot Girek dan Kecamatan Meurah Mulia masing-masing satu titik.Baca juga: Terima Bantuan dari Malaysia untuk Korban Bencana Aceh, Mualem: Terima KasihKebutuhan pengungsi yang paling mendesak meliputi tenda keluarga, air bersih, kebutuhan dapur, popok, kebutuhan bayi, kebutuhan perempuan, serta perlengkapan ibadah.Sebelumnya, banjir terjadi pada 26 November 2025 di 18 kabupaten/kota di Aceh.Namun khusus Aceh Utara dan Aceh Timur, banjir mulai terjadi sejak 22 November 2025, dengan kerusakan terparah dialami Kabupaten Aceh Utara.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#4

Kondisi di Indonesia sangat berbeda. Sejumlah perguruan tinggi besar masih sangat bergantung pada dana mahasiswa. Struktur pendapatan beberapa kampus besar menggambarkan pola yang jelas:Data ini memperlihatkan satu persoalan utama: mahasiswa masih menjadi “mesin pendapatan” kampus-kampus di Indonesia. Padahal di universitas top dunia, tuition hanya berkontribusi sekitar 20–25 persen terhadap total pemasukan.Ketergantungan ini menimbulkan tiga risiko besar. Pertama, membebani keluarga mahasiswa ketika terjadi kenaikan UKT. Kedua, membatasi ruang gerak universitas untuk berinvestasi dalam riset atau membangun ekosistem inovasi. Ketiga, membuat perguruan tinggi sangat rentan terhadap tekanan sosial, ekonomi, dan politik.Universitas yang sehat tidak boleh berdiri di atas beban biaya mahasiswa. Fondasi keuangannya harus bertumpu pada riset, industri, layanan kesehatan, dan endowment.Baca juga: Biaya Kuliah 2 Kampus Terbaik di di Indonesia dan Malaysia, Mana yang Lebih Terjangkau?Agar perguruan tinggi Indonesia mampu keluar dari jebakan pendanaan yang timpang, perlu dilakukan pembenahan strategis pada sejumlah aspek kunci.1. Penguatan Endowment Fund Endowment fund di Indonesia masih lemah. Banyak kampus memahaminya sebatas donasi alumni tahunan. Padahal, di universitas besar dunia, endowment adalah instrumen investasi jangka panjang yang hasilnya mendanai beasiswa, riset, hingga infrastruktur akademik. Untuk memperkuat endowment di Indonesia, diperlukan insentif pajak bagi donatur, regulasi yang lebih fleksibel, dan strategi pengembangan dana abadi yang profesional serta transparan.2. Optimalisasi Teaching Hospital dan Medical Hospitality

| 2026-01-15 12:51