Harga Minyak Turun Usai AS Dorong Kesepakatan Damai Rusia-Ukraina

2026-01-12 04:36:56
Harga Minyak Turun Usai AS Dorong Kesepakatan Damai Rusia-Ukraina
 - Harga minyak dunia dan saham energi jatuh tajam pada Jumat pagi waktu London setelah Amerika Serikat (AS) mendorong kesepakatan damai untuk mengakhiri perang Rusia-Ukraina.Harga minyak mentah Brent kontrak Januari turun 1,6 persen menjadi 62,38 dollar AS per barrel pada pukul 11.47 waktu London (06.47 ET), setelah sebelumnya turun 0,2 persen. Sejak awal tahun, harga Brent sudah melemah lebih dari 16 persen.Dilansir dari CNBC, harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Januari juga turun 2 persen menjadi 57,85 dollar AS per barrel, setelah pada penutupan Kamis merosot 0,5 persen.Baca juga: Harga Minyak Mentah Dunia Menguat di Tengah Harapan Pertemuan AS dan HongariaDi pasar saham, indeks Stoxx Oil and Gas Eropa turun lebih dari 2,4 persen pada perdagangan pagi. Saham Shell dan BP masing-masing melemah sekitar 1,6 persen.Equinor turun 2,7 persen dan Siemens Energy anjlok 8 persen. Saham Exxon Mobil dan Chevron di perdagangan pra-pasar AS juga tercatat melemah tipis.Penurunan harga energi terjadi setelah pemerintahan Presiden AS Donald Trump mendorong proposal damai untuk Rusia dan Ukraina.Dalam rencana yang bocor ke publik, Ukraina diminta menyerahkan wilayah Crimea, Luhansk, dan Donetsk, serta menyetujui tidak bergabung dengan NATO.Baca juga: Ukraina Melunak, Mau Kerja Bareng AS untuk Akhiri Perang Lawan RusiaProposal itu juga mencakup jaminan keamanan bagi Ukraina dan pembatasan jumlah personel militer menjadi 600.000. Informasi tersebut bersumber dari Associated Press (AP).Sejumlah analis meragukan proposal itu dapat diterima Kyiv karena dinilai lebih menguntungkan Rusia.“Saya pikir selalu baik untuk berbicara, jadi ini bisa dilihat sebagai perkembangan positif. Tapi setelah melihat detailnya, saya rasa ini sulit diterapkan,” kata Guntram Wolff, senior fellow di Bruegel kepada CNBC dalam program “Europe Early Edition”, Jumat.“Intinya, Ukraina harus mengurangi kekuatan militernya. Artinya kekuatan personel akan berkurang sepertiga, dari 900.000 menjadi 600.000,” ujarnya.Selain isu rencana damai, pelaku pasar juga memantau dampak sanksi AS terhadap produsen minyak Rusia Rosneft dan Lukoil yang mulai berlaku Jumat ini. Pasar juga mencermati penguatan dollar AS serta ekspektasi keputusan suku bunga The Federal Reserve.Baca juga: Zelensky Siap Kaji Rancangan Perdamaian dari AS untuk Akhiri Perang UkrainaDalam risetnya, analis Saxo Bank menyebut harga minyak tertekan akibat dorongan AS agar Ukraina menerima draft rencana perdamaian, sementara sanksi terhadap Rosneft dan Lukoil mulai berlaku.Mereka mencatat harga Brent berada di dekat level terendah pada kisaran 62,34 dollar AS per barrel, dengan level penopang berikutnya diperkirakan berada di sekitar 60 dollar AS.


(prf/ega)