Watu Gilang, yang Jadi Saksi Sumpah PB VIX Hamengkunegoro Sebagai Raja Baru Keraton Surakarta

2026-01-11 22:44:51
Watu Gilang, yang Jadi Saksi Sumpah PB VIX Hamengkunegoro Sebagai Raja Baru Keraton Surakarta
SOLO, - Putra Mahkota KGPAA Purboyo mengikrarkan diri sebagai raja baru SISKS PB XIV melalui prosesi Hajad Dalem Jumenengan Dalem Nata Binayangkare SISKS Pakubuwono XIV.Sebelum melakoni ritual prosesi Hajad Dalem Jumenengan Dalem Nata Binayangkare SISKS Pakubuwono XIV disebut juga sudah bersumpah di atas Watu Gilang.Baca juga: Meriahnya Kirab Penobatan PB XIV di Tengah Perebutan Tahta, Pengunjung Gen Z: Purboyo Keren!Sebagai informasi, Watu Gilang merupakan batu yang diwariskan turun temurun di Keraton Solo dan diletakkan di Sitinggil.Batu tersebut dipercaya ada sejak kerajaan Majapahit.Batu ini berukuran cukup besar berbentuk persegi yang berada di kompleks Keraton Kasunanan Surakarta.Batu ini memiliki fungsi simbolis sebagai tempat pengukuhan atau sumpah para pejabat dan abdi dalem pada masa lalu.Watu Gilang dianggap sakral karena menjadi saksi legitimasi kekuasaan dan komitmen moral para pemimpin, sehingga posisinya dihormati sebagai bagian penting dari tradisi dan tata upacara keraton.Baca juga: GKR Timoer: PB XIV Hamengkunegoro Diharapkan Bawa Keraton Surakarta Ikuti Perkembangan ZamanSoal sumpah KGPAA Purboyo di atas Watu Gilang ini disampaikan langsung oleh Adik mendiang raja Keraton Kasunanan Solo SISKS Pakubuwono (PB) XIII, KGPH Benowo.KGPH Benowo sendiri hadir dalam Hajad Dalem Jumenengan Dalem Nata Binayangkare SISKS Pakubuwono XIV yang digelar di Keraton Surakarta pada Sabtu siang.Kehadiran mengisyaratkan bentuk dukungannya terhadap KGPAA Purboyo mengikrarkan diri sebagai raja baru SISKS PB XIV."Jadi begini, kemarin itu Sinuhun yang ini sudah mengirarkan diri menjadi pengganti Pakubuwono XIII. Di sini di watu Gilang, itu dibawa dari Majapahit. Jadi kalau mengucap sumpah harus di atas itu, ini bukan main-main, saya nggak berani,""Dia menetapkan kembali, mengukuhkan kembali bahwa dia menggantikan ayahandanya sebagai Pakubuwono XIV di watu Gilang itu, bukan di tempat lain," kata Benowo.Baca juga: Prosesi Jumenengan PB XIV, Ritual di Prabasuyasa Syarat Pengesahan Raja Keraton SurakartaIa pun menantang siapa saja yang merasa menjadi raja Keraton Solo untuk berani bersumpah di atas Watu Gilang."Kalau berani di sini ya Monggo, berarti taruhannya itu tadi, sakit atau mati. Nyawa taruhannya, itu tidak main-main lihat saja kalau tidak percaya," urainya.Bukan tanpa alasan, Benowo menegaskan bahwa semua raja Keraton Solo memang sejak berdirinya kerajaan selalu berikrar di atas Watu Gilang.


(prf/ega)