Jakarta - Wakil Ketua MPR RI, Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas), berdialog langsung dengan pemuda dan pemudi Kabupaten Magetan dalam kegiatan Silaturahmi Kebangsaan MPR RI bertajuk “Muda Bukan Wacana”. Kegiatan ini menjadi ruang temu gagasan antara negara dan generasi muda, sekaligus ajakan nyata agar pemuda tampil sebagai pelaku perubahan, bukan sekadar penonton pembangunan.Ketua Fraksi Partai Demokrat DPR RI tersebut menyampaikan keyakinannya bahwa Magetan memiliki potensi besar yang dapat digerakkan oleh generasi mudanya. Ia menegaskan bahwa sektor pertanian, perkebunan, dan peternakan justru menjadi jawaban konkret bagi masa depan ekonomi daerah. Menurutnya, tantangan utama bukan pada ketiadaan peluang, melainkan pada keberanian dan kemauan anak muda untuk terjun langsung.“Sering kali yang jadi masalah itu gengsi. Padahal di banyak negara, justru para farmer dan peternaklah yang maju dan berpenghasilan besar,” ujar Ibas dalam keterangannya, Kamis .AdvertisementIa menekankan bahwa sektor-sektor tersebut memiliki keunggulan karena hasilnya pasti terserap, terjual, dan dikonsumsi masyarakat. Dengan pendekatan yang adaptif dan kemauan belajar, peluang itu bisa dikembangkan menjadi usaha yang berkelanjutan. Ia mendorong pemuda untuk belajar dengan cara-cara baru—mulai dari mengunjungi pusat usaha yang telah berhasil, hingga memanfaatkan teknologi digital dan platform pembelajaran daring.Dalam konteks peluang nyata, Anggota Dewan Penasihat KADIN ini menyinggung fluktuasi harga pangan sebagai sinyal kuat adanya ruang usaha bagi anak muda. Ia mencontohkan kondisi harga cabai yang melonjak tinggi di wilayah sekitar, yang menurutnya menunjukkan besarnya potensi produksi lokal.“Bayangkan peluang yang ada di depan mata. Bahkan dengan harga yang wajar pun, masih ada ruang untuk untung,” jelasnya.Lebih lanjut, Anggota Dapil Jawa Timur VII tersebut mengaitkan peluang ekonomi daerah dengan program nasional Makan Bergizi Gratis (MBG). Ia menjelaskan bahwa program tersebut tidak hanya berdampak pada peningkatan gizi, tetapi juga dapat menggerakkan ekonomi kerakyatan dan ekonomi kepemudaan. Dengan kebutuhan besar terhadap sayur, buah, telur, susu, dan protein hewani, daerah seperti Magetan dinilai mampu menjadi penyangga rantai pasok, bahkan menyuplai ke wilayah lain.“Kalau dikelola dengan baik, tepat sasaran, dan tidak disalahgunakan, program ini sesungguhnya mengaktifkan kegiatan ekonomi yang menguntungkan daerah,” tegasnya.Ibas juga mengingatkan bahwa pemerintah telah menyediakan berbagai skema dukungan, termasuk Kredit Usaha Rakyat (KUR) berbunga rendah, sebagai modal awal bagi anak muda yang ingin memulai usaha. Ia optimistis pemerintah daerah akan membuka ruang seluas-luasnya bagi generasi muda untuk menciptakan lapangan kerja dan menumbuhkan ekonomi lokal.Tak hanya berbicara ekonomi, Ibas menekankan pentingnya optimisme dan harapan sebagai fondasi kemajuan. Ia mengajak pemuda Magetan untuk percaya pada potensi diri dan daerahnya, seraya mengingatkan bahwa banyak tokoh nasional dan pemimpin institusi negara berasal dari Magetan, seperti Gubernur pertama Jawa Timur RM. Ario Soerjo hingga Jenderal TNI (Purn.) Pramono Edhie Wibowo. Prestasi di berbagai dinilainya sebagai bukti nyata bahwa Magetan memiliki modal sosial yang kuat untuk terus maju.
(prf/ega)
Silaturahmi Kebangsaan, Ibas Soroti Pentingnya Pemuda Jadi Pelaku Perubahan
2026-01-12 08:45:11
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-12 07:58
| 2026-01-12 07:30
| 2026-01-12 07:21
| 2026-01-12 06:10
| 2026-01-12 06:06










































