- Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) Jawa Timur (Jatim) akan menggelar konferensi daerah (konferda) dan konferensi cabang (konfercab) PDI-P se-Jatim pada 20-21 Desember 2025 di Surabaya. Konferda dan konfercab serentak ini merupakan mekanisme PDI-P untuk mengakhiri kepengurusan sebelumnya, sekaligus menjadi ruang suksesi untuk memilih kepemimpinan berikutnya.Ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PDI-P Bidang Sumber Daya Said Abdullah menjelaskan bahwa selama ini PDI-P memilih ketua, sekretaris, dan bendahar Dewan Pimpinan Cabang (DPC) serta Dewan Pimpinan Daerah (DPD) melalui demokrasi dua arah.Baca juga: Soal Koalisi Permanen, PDI-P Ingatkan soal Terjerumus Oleh Kekuasaan PDI-P akan menghimpun usulan ranting, anak cabang, cabang, dan daerah, kemudian memadukannya bersama kewenangan DPP PDI-P dengan mempertimbangkan kebutuhan strategis partai, dan kebutuhan regenerasi kepemimpinan.Selain ruang suksesi, konferda dan konfercab PDI-P se-Jatim juga akan menjadi wadah untuk menentukan program strategis partai, mengingat Jatim merupakan kawasan strategis."Dengan populasi lebih dari 40 juta dan 70 persen di antaranya berada di usia produktif, potensi ini harus kita manfaatkan dengan baik, jangan sampai menjadi beban demografi," ujar Said dalam keterangan resmi yang diterima Kompas.com, Selasa .Baca juga: Riset: Setengah Populasi Penduduk Indonesia Adalah Pengguna YouTubeSaid menegaskan bahwa kunci sukses membangun Jatim terletak pada pendidikan yang inklusif."Kita tidak boleh berpuas diri dengan pencapaian angka partisipasi murni sekolah menengah atas (SMA) di Jatim yang mencapai 96 persen. Sebab, lulusan SMA belum memiliki skill profesional," katanya.Said menekankan bahwa generasi muda Indonesia, baik generasi (gen) Z maupun gen alpha kelak harus mendapatkan akses ke pendidikan tinggi tanpa merasa terbebani dengan uang kuliah yang mahal.Oleh karena itu, PDI-P se-Jatim terus mendorong Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) dan kepala daerah untuk memberikan dukungan uang kuliah melalui anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) maupun kerja sama dengan badan usaha. Baca juga: Kisah Mahasiswa di Surabaya Kerja Sampingan Jadi Kurir Makanan demi Uang KuliahSebagai upaya mendukung akses pendidikan tinggi bagi generasi muda, PDI-P Jatim akan menginisiasi pembentukan Youth Venture Fund (YVF) dengan menggandeng tenaga terampil lulusan perguruan tinggi.Hingga 2030, YVF ditargetkan mampu mendirikan 50.000 startup baru yang digerakkan oleh generasi muda untuk memperluas akses modal tanpa jaminan fisik dan mempercepat kemandirian ekonomi."Kedua agenda tersebut kami kombinasikan dengan pengembangan ekonomi kreatif dan produk budaya berbasis inovasi dengan perlindungan IP, pengembangan T-shaped skills, transformasi produk budaya menjadi ekspor digital, dan branding, agar lima produk budaya menembus pasar internasional pada 2030," jelas Said.PDI-P Jatim optimistis, program YVF mampu mewadahi ruang kreatif gen Z dan alpha sebagai digital native generation.Baca juga: Berani Investasi di Era Digital, Gen Z Belajar dari Untung dan RugiSaid menambahkan, PDI-P menilai bahwa Jatim membutuhkan pertumbuhan industri yang masif. Pasalnya, peluang serapan lapangan kerja akan semakin besar seiring pertumbuhan industri.
(prf/ega)
PDI-P Jatim Akan Gelar Konferda dan Konfercab Serentak, Bahas Suksesi hingga Program Strategis Partai
2026-01-10 10:01:56
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-10 10:16
| 2026-01-10 09:37
| 2026-01-10 09:32
| 2026-01-10 07:47










































