Ketum MUI: Omong Kosong soal Kesejahteraan Umat Tanpa Kekuatan Bisnis

2026-01-11 03:23:52
Ketum MUI: Omong Kosong soal Kesejahteraan Umat Tanpa Kekuatan Bisnis
JAKARTA, - Ketua Umum (Ketum) Majelis Ulama Indonesia (MUI) Anwar Iskandar menegaskan, tanpa sinergisitas utuh antara kekuatan diri dan bisnis, maka pembicaraan soal kesejahteraan umat hanyalah omong kosong.Menurut Anwar, umat Islam memang harus bisa kuat di bidang ekonomi.Hal tersebut disampaikan Anwar dalam Munas XI MUI di Mercure Convention Center, Ancol, Jakarta Utara, Kamis ."Allah mewajibkan kita untuk berzakat. Allah mewajibkan kita untuk berhaji. Itu maknanya adalah umat Islam harus kuat di bidang ekonomi. Dan baru setelah itu kita akan bersama-sama sejahtera," ujar Anwar.Baca juga: Sebut Elektabilitas Tinggi Percuma Tanpa Isi Tas, Kaesang: Kalau Ada Apa-apa, ke Ayahanda Kita"Omong kosong kita bicara soal kesejahteraan umat, tanpa ada sinergisitas yang utuh antara kekuatan-kekuatan yang ada dalam diri kita, terutama kekuatan-kekuatan yang berada dalam bisnis dan ekonomi. Masih terlalu banyak yang harus kita lakukan dalam hari ini semuanya," sambung dia.Anwar kemudian mengungkit Nabi Muhammad yang dikenalkan dengan dunia usaha di masa mudanya.Nabi Muhammad pun diajarkan tentang bisnis, manajemen, serta pasar."Peradaban Islam mengajarkan kepada kita, bagaimana sebelum Rasulullah menerima risalah nuhullah, dalam bentuk wahyu, terlebih dahulu dikenalkan beliau dengan dunia usaha. Didekatkan dengan seorang perempuan saudagar kaya yang namanya Khodijah. Di sana beliau diajarkan tentang bagaimana bisnis, tentang bagaimana pasar, manajemen, dan lain-lain sebagainya. Itu artinya risalah an nabawiyah tidak bisa dilepaskan dari kekuatan ekonomi," ujar Anwar.Baca juga: Ketum MUI: Kita Bersyukur Punya Presiden yang Sangat IstiqamahOleh karena itu, Anwar mendorong MUI bersinergi dengan pengusaha Muslim.Dia menekankan, kesejahteraan umat Islam sebenarnya adalah kesejahteraan seluruh rakyat Indonesia."Isyarat ini harusnya bisa kita tangkap. Dan marilah MUI menjadi garda terdepan untuk menangkap isyarat-isyarat ini. Sehingga harus ada sinergisitas antara pengusaha muslim dan MUI. Karena kesejahteraan umat Islam adalah hakekatnya adalah kesejahteraan seluruh rakyat Indonesia. Karena kita adalah mayoritas," imbuh dia.


(prf/ega)