KUPANG, - Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Melki Laka Lena menyebut, pihaknya berkomitmen menyiapkan langkah konkret dalam menangani stunting dan kemiskinan ekstrem di wilayahnya.NTT merupakan salah satu provinsi tempat dilaksanakannya program Gerakan Orangtua Asuh Cegah Stunting (Genting).Program ini mulai diluncurkan tahun 2024 lalu dan telah menjangkau 41.569 penerima manfaat, atau 145,3 persen dari target awal 28.615 penerima.Baca juga: Saat IRT Jadi Model Batik Dadakan untuk Penanganan Stunting dan Pengembangan Ecoprint...Program Genting merupakan salah satu quick win BKKBN dalam percepatan penurunan stunting melalui pendekatan gotong royong masyarakat.Fokusnya, memberikan bantuan gizi dan edukasi kepada keluarga berisiko stunting, terutama pada ibu hamil, ibu menyusui, dan balita usia 0–23 bulan dari keluarga kurang mampu.“Seluruh kepala daerah di 22 kabupaten/kota telah bergerak bersama," kata Melki saat membuka dialog kebangsaan penggerakan dan pemberdayaan masyarakat dalam penghapusan kemiskinan ekstrem, penurunan risiko stunting dan kick off Road Map Konsorsium Tahun 2025–2028 di Aula Rumah Jabatan Gubernur NTT, Selasa malam.Acara itu dihadiri juga oleh Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala BKKBN, Wihaji, secara virtual.Baca juga: Pemerintah Diminta Prioritaskan Program MBG di Daerah dengan Stunting TinggiIa mengatakan, sebelum dilantik menjadi Gubernur NTT, dia menghadiri pertemuan bersama para menteri, termasuk Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala BKKBN.“Presiden menugaskan agar penanganan stunting difokuskan di dua provinsi contoh, yaitu NTT dan Jawa Barat. Ini menunjukkan betapa pentingnya komitmen kita di daerah untuk menjawab tantangan tersebut,” ujar Melki.Ia mengatakan, pada tahun 2026, Pemprov NTT akan menggerakkan dana desa secara gotong royong untuk membangun rumah layak huni.Ia optimistis, rumah yang layak adalah fondasi keluarga sehat dan menjadi indikator nyata turunnya angka stunting dan kemiskinan ekstrem.Baca juga: Cegah Stunting dengan Rutin Timbang Berat dan Ukur Tinggi Badan AnakSelain itu, Melki menyoroti pentingnya penguatan tenaga kesehatan dan pemberdayaan ekonomi masyarakat.“Pemprov NTT telah memberikan pelatihan bagi lebih dari 10.000 kader posyandu dengan 25 kompetensi dasar, serta mendorong gerakan One Village One Product (OVOP) untuk mendorong hilirisasi komoditas lokal, yang dipasarkan melalui NTT Mart,” ucapnya. Melki mengajak seluruh pihak untuk terus memperkuat sinergi dalam upaya membebaskan NTT dari kemiskinan ekstrem dan stunting."Mari bahu membahu agar setiap pekerjaan membawa hasil nyata. Kita ingin NTT benar-benar bebas dari kemiskinan ekstrem dan stunting," kata dia.Baca juga: Catatan PDI-P untuk 1 Tahun Prabowo-Gibran, Penanganan Stunting hingga Lapangan Kerja
(prf/ega)
Cegah Stunting dan Kemiskinan Ekstrem, NTT Alokasikan Dana Desa untuk Rumah Layak Huni
2026-01-12 05:17:59
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-12 04:48
| 2026-01-12 04:22
| 2026-01-12 04:13
| 2026-01-12 02:59










































