Banjir Bandang dan Longsor di Sumatera Utara, Ratusan Warga Mengungsi

2026-01-12 05:21:19
Banjir Bandang dan Longsor di Sumatera Utara, Ratusan Warga Mengungsi
  - Sedikitnya 10 orang tewas, tiga warga luka-luka, dan sejumlah lainnya masih dicari setelah banjir bandang dan tanah longsor melanda Sumatera Utara (Sumut) pada Selasa .Bencana alam ini juga menyebabkan 2.393 kepala keluarga (KK) terdampak dan 445 warga mengungsi, sementara akses jalan utama di beberapa daerah tertutup material longsor dan genangan banjir.Peristiwa banjir bandang Sumut dan longsor Sumut terjadi di enam kabupaten/kota, yakni Tapanuli Tengah, Mandailing Natal, Tapanuli Selatan, Tapanuli Utara, Kota Sibolga, dan Nias.Menurut data Polda Sumut, total terdapat 20 kejadian bencana, yang terdiri dari 12 tanah longsor, 7 banjir, dan 1 pohon tumbang.“Kami memastikan seluruh kekuatan dikerahkan untuk membantu warga. Evakuasi, pencarian korban, hingga pembukaan akses jalan dilakukan tanpa henti. Kami mengimbau masyarakat tetap waspada dan segera menghubungi petugas jika membutuhkan bantuan,” kata Kabid Humas Polda Sumut Kombes Pol Ferry Walintukan.Baca juga: Update Banjir dan Longsor di Sumut: 17 Orang Meninggal dan 58 TerlukaEnam korban tewas ditemukan setelah banjir bandang menerjang kawasan perbatasan Tapanuli Selatan dan Tapanuli Tengah. Tiga desa yang terdampak adalah Garoga, Huta Godang, dan Aek Ngadol.Pada Selasa sekitar pukul 10.00 WIB, seluruh jasad itu dibawa ke Puskesmas Batangtoru. Dari enam korban, baru satu jasad yang berhasil dikenali oleh pihak keluarga.Dalam catatan lapangan, dua jasad ditemukan di wilayah Desa Aek Ngadol saat proses evakuasi. Tim gabungan dari BPBD, Basarnas, TNI, Polri, dan relawan terus melakukan pencarian terhadap warga yang masih hilang.Di antara wilayah terdampak, Kota Sibolga menjadi daerah paling parah akibat banjir Sibolga dan longsor. Terdapat enam titik longsor yang dilaporkan menelan korban jiwa serta merusak belasan rumah.Sementara itu, di Tapanuli Tengah, banjir yang terjadi sejak 17–22 November berdampak pada 1.902 KK, memaksa puluhan warga mengungsi.Sejak laporan awal diterima, Polri langsung melakukan evakuasi warga, pengaturan lalu lintas di titik rawan, serta membuka akses jalan yang tertutup material banjir bandang dan tanah longsor.Polda Sumut juga mengerahkan 4 Satuan Setingkat Kompi (SSK) Brimob ke wilayah terdampak. Selain itu, personel ditempatkan pada titik kritis seperti:Baca juga: Banjir dan Longsor di Sumut, BMKG Ingatkan Waspada Hujan 3 Hari ke DepanPada malam hari, dukungan ditambah melalui penurunan 1 peleton Samapta, 2 tim Dokkes, 1 tim Bid TI, serta rencana penambahan pasukan pada hari berikutnya.Polda Sumut menegaskan bahwa seluruh langkah ini merupakan bentuk komitmen untuk memastikan penanganan banjir Sibolga, banjir bandang Sumut, dan longsor Sumut berjalan cepat, terkoordinasi, dan efektif.BMKG mengeluarkan peringatan dini cuaca untuk wilayah Sumatera Utara pada Rabu . Sebelumnya, hujan deras mengguyur wilayah Tapanuli selama tiga hari berturut-turut, dengan intensitas tinggi.Menurut BMKG, kondisi cuaca ekstrem berpotensi menyebabkan banjir bandang dan tanah longsor tambahan di wilayah Tapanuli Selatan, Tapanuli Tengah, serta Sibolga.Dua wilayah ini masih diprediksi mengalami hujan dengan intensitas ringan hingga lebat, disertai angin kencang.Artikel ini telah tayang di Tribun-Medan.com dengan judul Update Korban Banjir Bandang di Sumut, 10 Jasad Ditemukan, 6 Dikumpulkan di Puskesmas Batangtoru


(prf/ega)