Wujudkan Smart City, Pemkab Bandung Barat Perkuat SDM Digital Lewat Sertifikasi GCIO

2026-01-11 23:32:51
Wujudkan Smart City, Pemkab Bandung Barat Perkuat SDM Digital Lewat Sertifikasi GCIO
- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bandung Barat menegaskan komitmennya untuk mempercepat transformasi digital lewat penguatan sumber daya manusia (SDM) aparatur pemerintah. Kepala Dinas Komunikasi Informatika dan Statistik (Diskominfotik) Bandung Barat Rony Rudyana mengatakan, penguatan kompetensi aparatur sipil negara (ASN) merupakan bagian dari keseriusan pemerintah daerah dalam menyiapkan pemimpin digital masa depan.Dia menegaskan Diskominfotik menjadi motor penggerak inovasi digital lintas perangkat daerah, khususnya di Bandung Barat. Oleh karena itu, penguatan kapasitas SDM digital merupakan pondasi penting menuju Bandung Barat sebagai daerah cerdas (smart city). Hal tersebut dikatakan Rony Rudyana saat mengikuti Sertifikasi Government Chief Information Officer (GCIO) tingkat nasional bersama pejabat Diskominfotik Bandung Barat lainnya, di Bandung Barat, Senin .Baca juga: Pemkab Bandung Barat Salurkan Bantuan Beras kepada Warga Terdampak Longsor di RonggaIa mengatakan, para peserta sertifikasi disebut sebagai ujung tombak implementasi digital di tingkat operasional."Kompetensi GCIO mempercepat langkah kami menuju smart city,” katanya dalam keterangan tertulis yang diterima Kompas.com.Rony menegaskan, dengan selesainya rangkaian sertifikasi, Pemkab Bandung Barat optimistis dapat meningkatkan indeks Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE). Selain itu, Pemkab Bandung Barat diharapkan dapat menghadirkan layanan publik yang lebih prima, transparan, dan responsif.Menurutnya, transformasi digital disebut bukan lagi konsep, melainkan langkah nyata yang terus diperkuat melalui peningkatan kualitas aparatur.Baca juga: Bosscha Terganggu Polusi Cahaya, Pemkab Bandung Barat Siapkan Aturan Baru"Melalui penguatan SDM dan kepemimpinan digital, kami berkomitmen menjadikan Bandung Barat sebagai daerah yang adaptif, inovatif, dan siap menghadapi tantangan teknologi di masa depan,” ujarnya.Rony menambahkan, transformasi digital bukan hanya soal perangkat atau aplikasi, tetapi kepemimpinan digital di tubuh birokrasi. “Dengan Sertifikasi GCIO, kami memastikan para pimpinan dan pelaksana memiliki pemahaman menyeluruh tentang strategi dan tata kelola teknologi informasi dan komunikasi (TIK) yang sejalan dengan tujuan pembangunan daerah,” katanya.Melalui kompetensi baru yang diperoleh ASN, pengambilan keputusan berbasis data diyakini akan lebih kuat sehingga kebijakan TIK menjadi lebih akurat dan terukur."Pengambilan keputusan berbasis data pun menjadi lebih kuat, mendukung kebijakan TIK yang lebih akurat dan terukur,” jelasnya.Rony menambahkan, dalam mendapatkan sertifikasi GCIO, para peserta dibekali materi, mulai dari tata kelola TIK, manajemen risiko, manajemen layanan, perencanaan strategi digital, hingga praktik memimpin transformasi di instansi pemerintah.Baca juga: Pemkab Bandung Barat Tegaskan Tak Pernah Terima Insentif Stunting Rp 5,44 MiliarProgram itu menjadi strategi pemerintah daerah untuk memastikan layanan publik berbasis digital berjalan lebih efektif, aman, dan terintegrasi. Adapun sejumlah pejabat kunci Diskominfotik Bandung Barat, mulai dari kepala dinas, sekretaris dinas, kepala bidang aplikasi dan telematika (Aptika), hingga pranata komputer ahli pertama, dilibatkan langsung dalam sertifikasi tersebut.


(prf/ega)