Forbes: AI Cetak 50 Miliarder Baru Sepanjang 2025

2026-01-13 12:45:25
Forbes: AI Cetak 50 Miliarder Baru Sepanjang 2025
Ringkasan berita: – Industri kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) menjadi mesin pencetak kekayaan baru sepanjang 2025. Menurut laporan Forbes, investasi dan ekspansi besar di sektor AI melahirkan lebih dari 50 miliarder baru.Puluhan miliarder ini lahir di berbagai belahan dunia, berasal dari pendiri startup hingga pengusaha infrastruktur data center. Hal ini tidak lepas dari adopsi AI yang masif di berbagai sektor, seperti komputasi awan, pengolahan data, layanan agen AI, hingga audio dan video.Menurut data Crunchbase, sepanjang 2025 ini kucuran dana lebih dari 200 miliar dollar AS (sekitar Rp 3.354 triliun) mengalir ke sektor AI, atau setara sekitar 50 persen dari total pendanaan global.Persaingan AI sendiri memanas sejak ChatGPT mulai booming. Kemudian DeepSeek dari China merilis model AI open-source yang lebih hemat komputasi, disusul pendanaan jumbo Anthropic yang mengerek valuasinya hingga 183 miliar dollar AS (sekitar Rp 3.069 triliun).Di sisi lain, belanja infrastruktur juga melonjak, ditandai proyek data center raksasa Stargate senilai 500 miliar dollar AS (sekitar Rp 8.386 triliun), serta investasi puluhan miliar dollar AS dari Meta, Alphabet, dan Microsoft.Baca juga: AI Cetak Sejarah Kemenangan Tak Terlupakan 28 Tahun LaluPerang talenta dan akuisisi juga disebut turut melahirkan miliarder baru, termasuk dari perusahaan pelabelan data seperti Scale AI dan Surge AI.Sementara itu, startup AI audio, video, dan coding seperti ElevenLabs dan Cursor ikut menikmati lonjakan valuasi berkat meningkatnya penggunaan AI di dunia kerja.Forbes menilai, fenomena ini menegaskan AI telah berkembang dari sekadar tren teknologi menjadi fondasi ekonomi baru yang membentuk ulang lanskap industri global, dengan laju investasi dan kompetisi yang diperkirakan masih berlanjut ke depan.Dok. Freepik Ilustrasi AINah, tidak seperti daftar orang terkaya di dunia, Forbes tak merinci siapa saja 50 orang yang jadi miliarder berkat AI di sepanjang 2025. Namun, mereka menyebut beberapa sosok yang paling mencolok, salah satunya adalah Edwin Chen yang merupakan pendiri sekaligus CEO dari perusahaan AI yang didirikan pada 2020 lalu, Surge AI.Chen menjadi miliarder AI terkaya baru 2025 dengan nilai aset sekitar 18 miliar dollar AS (sekitar Rp 301,9 triliun).Dalam waktu kurang dari lima tahun, Chen membangun Surge AI tanpa pendanaan venture capital hingga mencetak pendapatan 1,2 miliar dollar (sekitar Rp 20,1 triliun) pada 2024 lalu.Surge AI, yang menawarkan platform untuk pembelajaran mesin (machine learing) dan model bahasa besar (LLM), punya klien besar seperti Google, Meta, Microsoft, Anthropic, dan Mistral.Kini, valuasi perusahaan tersebut diperkirakan mencapai 24 miliar (sekitar Rp 402,5 triliun).Selain Chen, miliarder lainnya yang kaya berkat AI di sepanjang 2025 adalah Bret Taylor dari Sierra, Lucy Guo dari Scale AI, hingga Piotr Dabkowski dari ElevenLabs. Baca juga: Induk Google Akuisisi Pengembang Energi Bersih Rp 79 Triliun demi AIForbes mencatat ketiga sosok ini masing-masing memiliki kekayaan 2,5 miliar dollar AS (sekitar Rp 41,9 triliun), 1,4 miliar dollar AS (sekitar Rp 23,4 triliun), dan 1,1 miliar dollar AS (sekitar Rp 18,4 triliun).Selengkapnya, berikut beberapa sosok miliarder baru yang dapat kekayaan dari sektor AI sepanjang 2025 versi Forbes, sebagaimana dirangkum KompasTekno dari Forbes.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#1

Sementara Samsung Music Studio 5 hadir dengan ukuran lebih ringkas. Speaker ini ditujukan bagi pengguna yang menginginkan kualitas audio mumpuni tanpa mengganggu tampilan ruangan. Music Studio 5 mendukung koneksi WiFi dan Bluetooth, layanan streaming, serta kontrol suara.Kedua speaker WiFi Music Studio juga dirancang agar mudah diintegrasikan dengan soundbar dan TV Samsung, sebagai bagian dari ekosistem audio terpadu.Samsung juga meningkatkan teknologi Q-Symphony, yang memungkinkan TV, soundbar, dan speaker WiFi bekerja sebagai satu sistem audio. Pengguna dapat menghubungkan hingga lima perangkat audio sekaligus, dengan sistem yang menyesuaikan suara berdasarkan tata letak ruangan.Selain itu, Samsung juga memperkenalkan jajaran ekosistem audio terbaru mereka dari lini soundbar Q Series.Selama lebih dari satu dekade, Samsung telah membentuk evolusi audio rumah melalui teknologi akustik canggih, fitur cerdas, dan desain yang dipikirkan secara matang, ungkap Hun Lee, Executive Vice President Visual Display Business Samsung Electronics, dikutip KompasTekno dari halaman resmi Samsung. Kami melanjutkan warisan tersebut dengan perangkat audio generasi terbaru yang dirancang untuk menghadirkan performa suara yang kaya dan ekspresif di setiap ruang dan momen, lanjut dia. Salah satu produk utama dalam ekosistem audio terbaru ini adalah soundbar flagship HW-Q990H.Baca juga: Ketika HP Lipat Tiga Samsung Galaxy Z TriFold Dibuka-Tutup Barbar 200.000 Kali...Soundbar ini hadir dengan sistem 11.1.4-channel yang menggabungkan soundbar utama, speaker belakang, dan subwoofer aktif. Samsung juga menambahkan teknologi Sound Elevation agar terdengar lebih natural, serta fitur Auto Volume untuk menjaga konsistensi suara di berbagai jenis konten.Soundbar ini juga dibekali fitur berbasis AI untuk memperluas bidang suara. Lewat fitur ini, Samsung mengeklaim pengalaman audio yang dihadirkan setara dengan sistem home theater profesional, tetapi tetap ringkas untuk penggunaan di rumah.Selain itu, Samsung memperkenalkan All-in-One Soundbar HW-QS90H. Soundbar ini bisa dipasang di dinding atau diletakkan di atas meja. Sensor di dalamnya akan menyesuaikan arah suara secara otomatis sesuai posisi perangkat. Dengan sistem 7.1.2-channel dan 13 speaker, soundbar ini mampu menghasilkan bass yang dalam tanpa perlu subwoofer tambahan.

| 2026-01-13 12:37