Gagal Akhiri Perang Ukraina, Trump Sebut Para Pemimpin Eropa Lemah

2026-02-02 07:10:55
Gagal Akhiri Perang Ukraina, Trump Sebut Para Pemimpin Eropa Lemah
- Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengkritik kegagalan para pemimpin Eropa dalam menghentikan perang di Ukraina.Trump bahkan menyebut pemimpin Eropa lemah dan menyarankan AS mengurangi dukungan untuk Ukraina."Saya pikir mereka lemah, tetapi saya juga berpikir mereka ingin bersikap sangat politis. Saya pikir mereka tidak tahu harus berbuat apa," ujarnya dalam wawancara dengan Politico.Dikutip dari BBC, kritik terbaru Trump muncul sehari setelah para pemimpin Eropa berkumpul di London untuk membahas upaya bersama dalam menghentikan pertempuran di Ukraina.Menurutnya, pemimpin Eropa gagal mengendalikan migrasi atau mengambil tindakan tegas untuk mengakhiri perang Ukraina dengan Rusia, menuduh mereka membiarkan Kyiv terus berperang.Baca juga: AS-Meksiko “Rebutan” Air, Trump Ancam Tarif Tambahan 5 PersenDalam wawancara itu, ia mengeklaim negosiator Ukraina menyukai proposal yang didukung AS. Namun, Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky belum membacanya.Trump juga mengulangi seruan sebelumnya agar Kyiv menyelenggarakan pemilu dan menuding mereka menggunakan perang untuk menundanya."Tahukah Anda, mereka berbicara tentang demokrasi, tetapi sampai pada titik di mana itu bukan demokrasi lagi," jelas dia.Diketahui, masa jabatan Zelensky seharusnya berakhir pada Mei 2024. Akan tetapi, pemilu telah ditangguhkan sejak darurat militer berlaku usai invasi Rusia.Trump juga mengklaim perpecahan ideologis kini mengancam akan menghancurkan aliansi Washington dengan Eropa.Baca juga: Kenapa Trump Selalu Cawe-cawe Urusan Negara Lain?Menanggapi kritik itu, Menteri Luar Negeri Inggris, Yvette Cooper mengatakan, Trump hanya melihat Eropa sebagai "kekuatan".Sebab, para pemimpin Eropa disebut telah berupaya untuk mengambil peran dalam upaya yang dipimpin AS guna mengakhiri perang.Namun, mereka khawatir akan melemahkan kepentingan jangka panjang Eropa demi penyelesaian yang cepat.Sementara itu, Zelensky dalam unggahannya di X mengatakan, Ukraina dan Eropa secara aktif bekerja sama untuk mengakhiri perang.Menurutnya, elemen rencana Ukraina dan Eropa saat ini lebih berkembang.Soal penyelenggaraan pemilu di Ukraina, Zelensky mengaku siap dan meminta proposal yang dapat mengubah undang-undang disusun.Ia menyebutkan, pemilu dapat berlangsung dalam 60 hari hingga 90 hari ke depan jika keamanan terjamin dengan bantuan AS dan sekutu.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#5

Perubahan Anggaran Dasar dilakukan sebagai bentuk penyesuaian terhadap ketentuan Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2025 tentang Perubahan Keempat atas Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2003 tentang Badan Usaha Milik Negara (UU BUMN). Salah satu implikasi penting dari penyesuaian tersebut adalah perubahan nama perseroan, dari PT Perusahaan Gas Negara Tbk menjadi PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk.Sementara itu, pelimpahan kewenangan persetujuan RKAP 2026 dan RJPP 2026-2030 kepada Dewan Komisaris dijalankan dengan tetap mengedepankan mitigasi risiko serta prinsip tata kelola perusahaan yang baik atau Good Corporate Governance (GCG).Corporate Secretary PGN, Fajriyah Usman, mengatakan seluruh keputusan RUPSLB merupakan bagian dari konsolidasi tata kelola perseroan agar semakin adaptif terhadap regulasi dan tantangan bisnis ke depan.Baca juga: Dana Rp 2,5 Miliar Digelontorkan, PGN Percepat Bantuan Banjir Aceh–Sumut“Penyesuaian yang disetujui pemegang saham bertujuan memastikan keselarasan anggaran dasar Perseroan dengan ketentuan regulasi yang berlaku, sekaligus memperkuat kejelasan peran, mekanisme pengambilan keputusan, dan akuntabilitas pengelolaan perusahaan secara berkelanjutan,” ujar Fajriyah.PGN menilai, langkah strategis yang diputuskan dalam RUPSLB ini mencerminkan komitmen kuat perusahaan dalam menjaga kepastian regulasi, memperkokoh struktur tata kelola, serta memastikan keberlanjutan kinerja jangka panjang. Upaya tersebut sejalan dengan mandat PGN sebagai subholding gas di bawah PT Pertamina (Persero), khususnya dalam mendukung ketahanan dan transisi energi nasional.

| 2026-02-02 05:24