Tragedi Kubangan Maut di Balikpapan, Psikolog Minta Warganet Tidak Tambah Luka Keluarga dengan Komentar Negatif

2026-01-12 04:59:57
Tragedi Kubangan Maut di Balikpapan, Psikolog Minta Warganet Tidak Tambah Luka Keluarga dengan Komentar Negatif
BALIKPAPAN, - Tragedi meninggalnya enam anak di sebuah kubangan di Balikpapan, Senin , menyisakan duka mendalam bagi keluarga korban.Salah satunya dialami La Ili, bapak yang kehilangan tiga buah hatinya sekaligus dalam peristiwa memilukan itu.Sejak kejadian tersebut, La Ili mengaku takut membuka media sosial.Selain terus terbayang wajah ketiga anaknya, ia merasa tidak sanggup membaca komentar bernada hujatan dari warganet yang menuding dia dan istrinya lalai menjaga anak.Baca juga: Kubangan Maut di Balikpapan Tewaskan 6 Anak, PBH Peradi: Pemerintah dan Pengembang LalaiFenomena ini mendapat perhatian Psikolog Siloam Hospitals Balikpapan, Patria Rahmawaty. Ia memberikan pandangan dari sisi psikologis terkait beban yang dialami keluarga korban.Menurut Patria, peristiwa yang dialami La Ili dan keluarga korban lainnya merupakan kejadian traumatis yang berpengaruh besar terhadap kondisi mental mereka.“Tidak ada satu pun orang tua di dunia ini yang ingin musibah seperti ini terjadi. Namun setelah terjadi, keluarga pasti mengalami dampak psikologis yang berat, mulai dari rasa takut, cemas, depresi hingga trauma,” jelasnya, Sabtu .Rasa bersalah, dijelaskan dia, juga kerap muncul pada orang tua korban, terutama ketika mereka merasa kurang cermat dalam mengawasi anak.Baca juga: Keluarga Anak Korban Tenggelam di Kubangan Balikpapan Serahkan Penanganan Kasus kepada Polisi“Perasaan bersalah itu sangat wajar. Mereka bisa merasa lalai, abai, atau gagal menjaga anak. Itu beban psikologis yang luar biasa berat,” tambahnya.Patria menjelaskan, dalam banyak kasus serupa keluarga korban akan memilih menarik dari lingkungan sosial selepas tragedi.Hal itu, kata Patria, bukan berarti mereka menolak bantuan, melainkan bentuk perlindungan diri dari tekanan yang memperburuk kondisi mental.“Secara sosial, keluarga korban cenderung mengisolasi diri untuk menjaga diri dari kecemasan dan tekanan. Komentar negatif di media sosial memperparah situasi,” katanya.Baca juga: Usai Kehilangan Tiga Anak karena Tenggelam di Kubangan, La Ili Trauma Buka Media Sosial Menurutnya, kondisi psikologis masyarakat yang mudah bereaksi tanpa memahami situasi sebenarnya—termasuk kecenderungan melakukan victim blaming—sering memperburuk keadaan.Patria juga mengingatkan komentar bernada hujatan atau menyalahkan keluarga korban dapat menimbulkan dampak serius secara psikologis.“Komentar negatif bisa meningkatkan kecemasan dan memperdalam trauma. Mereka sudah berada dalam kondisi mental yang sangat rentan,” terangnya.


(prf/ega)