- Suara peringatan dari pengeras suara menjadi pembuka malam mencekam di Kyiv ketika sirene udara berbunyi dan warga diminta menuju tempat perlindungan bawah tanah.Tak lama kemudian, deru ratusan drone Rusia terdengar seperti kawanan nyamuk di atas awan.Suara senjata antipesawat, ledakan, hingga sirene ambulans mewarnai serangan tersebut, menegaskan bahwa drone telah menjadi bagian tak terpisahkan dari perang modern.Baca juga: Iran Sita Kapal Tanker di Selat Hormuz Saat Berlayar ke Singapura, AS Pantau lewat DroneNamun, keberadaan drone kini tak lagi terbatas di garis depan Ukraina. Negara-negara di Eropa Barat mulai melaporkan kemunculan drone tak bersenjata yang berdengung di sekitar bandara, pangkalan militer, dan infrastruktur penting.Fenomena ini memunculkan dugaan bahwa Rusia menjalankan operasi “perang hibrida” untuk menguji kesiapan negara-negara NATO.Pada 9 September, sekitar 20 drone Rusia terbang melintasi wilayah Ukraina dan masuk ke Polandia. Insiden ini memaksa otoritas setempat menutup empat bandara sekaligus.Jet tempur NATO dikerahkan dan sejumlah drone berhasil ditembak jatuh, sementara sisanya jatuh di wilayah Polandia.Kejadian tersebut dinilai sebagai salah satu pelanggaran wilayah udara NATO paling serius sejak perang di Ukraina meletus.Situasi inilah yang kemudian mendorong perdebatan mengenai kebutuhan pembangunan tembok drone di Eropa.“Momentum ini benar-benar didorong oleh serangan-serangan baru-baru ini,” ujar Katja Bego, peneliti senior dari program keamanan internasional di lembaga riset Chatham House, dikutip dari BBC pada Senin .Baca juga: Rusia-Ukraina Memanas, Serangan Rudal dan Drone Tewaskan 4 Orang di KyivSelain Polandia, penampakan drone misterius juga dilaporkan di Belgia, Denmark, Norwegia, Swedia, Jerman, dan Lituania. Salah satunya muncul di bandara utama Belgia dekat Brussel di awal bulan ini.Berbeda dengan drone serang Rusia di Ukraina yang mudah diidentifikasi, drone yang muncul di Eropa Barat bersifat anonim dan belum dipersenjatai bahan peledak. Hal ini membuat asal-usulnya sulit dipastikan.Kecurigaan mengarah ke Rusia. Sejumlah pejabat intelijen Barat menduga Moskwa menggunakan proksi untuk mengoperasikan drone berjarak pendek secara lokal guna menciptakan gangguan. Kremlin membantah tuduhan tersebut.Belgia menjadi sorotan karena merupakan lokasi markas besar NATO, Uni Eropa, dan Euroclear atau lembaga kliring keuangan internasional bernilai triliunan dolar.Diskusi mengenai pembebasan aset Rusia yang dibekukan senilai 200 miliar euro di negara tersebut dinilai dapat menjadi salah satu alasan mengapa drone misterius bermunculan di sekitar bandara Brussels, Liege, hingga pangkalan militer.Baca juga: Mantan Presiden Korsel Dituduh Terbangkan Drone ke Korea Utara untuk Picu Darurat Militer
(prf/ega)
Drone Misterius Muncul di Bandara Eropa, Picu Kekhawatiran Perang Hibrida Rusia
2026-01-12 06:53:54
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-12 07:26
| 2026-01-12 06:32
| 2026-01-12 06:29
| 2026-01-12 06:14
| 2026-01-12 05:46










































