Pemkab Badung Genjot Layanan Kesehatan Lewat Program Nak Badung Sehat

2026-01-15 02:46:59
Pemkab Badung Genjot Layanan Kesehatan Lewat Program Nak Badung Sehat
Pemerintah Kabupaten Badung mendorong peningkatan kualitas pelayanan kesehatan bagi masyarakat melalui program Nak Badung Sehat. Program yang dibangun Dinas Kesehatan Badung ini meliputi layanan Home Care, Gawat Darurat/Badung Emergency Service and Treatment (BEST), Telemedicine, Siap Antar Jemput Pasien (SIGAP) dan Aplikasi Badung Sehat.Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa mengatakan program Nak Badung Sehat merupakan salah satu implementasi dari misi kedua Badung, yaitu meningkatkan kualitas kehidupan krama Badung di bidang pendidikan, kesehatan dan kesejahteraan sosial."Kami mengapresiasi Dinas Kesehatan yang sudah mampu menerjemahkan visi-misi Badung di bidang kesehatan. Mudah-mudahan melalui program Nak Badung Sehat ini kita mampu memberikan layanan prima sehingga menjadi budaya melayani serta mampu meningkatkan kualitas derajat kesehatan masyarakat Badung," ujarnya dalam keterangan tertulis, Selasa (2/12/2025).Dengan adanya sistem ini, Adi meminta petugas kesehatan bergerak dengan pendekatan hati nurani, kasih sayang dan rasa empati. Ia mengatakan dengan program Nak Badung Sehat, setidaknya akan ada total tambahan 25 pelayanan kesehatan di luar tanggungan BPJS Kesehatan.Ia mengakui dukungan Rumah Sakit Swasta juga sangat dibutuhkan. Untuk itu, ia meminta Direktur Rumah Sakit Swasta agar meningkatkan kerja sama sehingga mampu memberikan pelayanan yang cepat dan terbaik bagi masyarakat.Sementara itu, Kadis Kesehatan Badung dr. Made Padma Puspita menjelaskan program Nak Badung Sehat terdiri dari beberapa fitur, mulai dari home care, gawat darurat/BEST, telemedicine, SIGAP dan Aplikasi Badung Sehat. Adapun khusus aplikasi Badung Sehat, sudah dipresentasikan di Kementerian Kesehatan dan dipilih menjadi percontohan nasional.Selain launching Nak Badung Sehat, dilakukan juga pengukuhan Sekretariat Bersama Organisasi Profesi Badung dan menjadi yang pertama secara nasional. Ia berharap kolaborasi antara pemerintah daerah dengan organisasi profesi ini akan meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat Badung."Kami Dinas Kesehatan dengan segenap komponen siap melaksanakan arahan Bupati dan Wakil Bupati Badung. Kami juga berkomitmen sampai tingkat bawah memberikan kemudahan layanan bagi masyarakat Badung," pungkasnya.Sebagai informasi, program Nak Badung Sehat diluncurkan di Puspem Badung pada Sabtu (31/5/2025) oleh Ketua TP. PKK Badung Nyonya Rasniathi Adi Arnawa dan Kadis Kesehatan Badung dr. Made Padma Puspita.Acara tersebut juga dirangkai dengan Pengukuhan Sekretariat Bersama Organisasi Profesi Kabupaten Badung dan Pembukaan Rakerda Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Kabupaten Badung. Di sela launching, Bupati berkesempatan mengadakan interaktif layanan program Home Care yang dilakukan petugas Puskesmas di masing-masing kecamatan.Dari obrolan Bupati dengan masyarakat yang mendapat layanan home care, respons masyarakat senang dengan program home care karena sangat membantu dan gratis. Acara tersebut tururt dihadiri Pimpinan Perangkat Daerah, Tim Perumus Kebijakan, Direktur RS Swasta, Organisasi Profesi, Ketua Klinik dan Pengurus Pusat PPNI Bali. Tonton juga video "Strategi Keberlanjutan Badung, dari Pangan hingga Pariwisata"[Gambas:Video 20detik]


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#2

Secara medis, luka dapat dibedakan berdasarkan seberapa dalam jaringan tubuh yang rusak.Luka superfisial adalah jenis luka yang hanya mengenai sebagian lapisan kulit, seperti goresan atau lecet. Luka jenis ini biasanya tidak terlalu dalam dan dapat sembuh dalam waktu cepat.“Luka superfisial itu yang terputus kontinuitasnya hanya sebagian lapisan kulit,” kata dr. Heri.Berbeda dengan luka superfisial, luka dalam biasanya menembus lapisan kulit hingga mengenai jaringan otot, bahkan tulang. Kondisi ini dapat menyebabkan perdarahan dan risiko infeksi yang lebih tinggi.Umumnya, luka dalam memerlukan penanganan medis segera karena proses penyembuhannya lebih kompleks dibanding luka ringan.“Kalau dia luka dalam, itu tembus dari kulit bisa sampai ke otot. Bahkan kalau traumanya berat, bisa sampai ke tulang,” lanjut dr. Heri.Baca juga: SHUTTERSTOCK/NONGASIMO Beda jenis luka, beda penyebab dan cara penyembuhannya. Memahami jenis luka penting agar penanganannya tepat, simak penjelasan dokter.Selain dari kedalamannya, luka juga dapat dikategorikan berdasarkan waktu penyembuhannya menjadi luka akut dan kronis.Menurut dr. Heri, luka akut adalah luka yang sembuh melalui proses alami tubuh dan biasanya pulih dalam waktu beberapa minggu.“Luka juga bisa diklasifikasikan menurut waktu sembuhnya, itu menjadi luka yang akut dan luka yang kronis,” ucap dr. Heri.“Luka yang akut itu adalah luka yang sembuh dengan proses alamiah, yang seharusnya dia bisa sembuh sekitar empat sampai delapan minggu,” tambahnya.Ketika penyembuhan tidak berjalan semestinya, kategori luka bisa berubah menjadi luka kronis, artinya luka yang mengalami proses sembuh lebih lama.“Kalau proses sembuhnya mengalami gangguan, dia akan menjadi suatu luka yang kronis, yang bisa sampai berminggu-minggu, berbulan-bulan, sampai bertahun-tahun,” ujar dr. Heri.Faktor yang bisa menyebabkan luka menjadi kronis antara lain infeksi, kekebalan tubuh, hingga penyakit penyerta seperti diabetes.

| 2026-01-15 01:37