YOGYAKARTA, - Pasar Beringharjo di Kota Yogyakarta selalu ramai dengan pengunjung.Tidak hanya di dalam pasar, kesibukan pedagang dan pembeli juga terasa sampai sisi Utara Pasar Beringharjo.Di gang berukuran dua meter ini, pedagang dan pengunjung lalu lalang.Baca juga: Lorong Bawah Tanah Blok M Square: Surga Para Pemburu Kaset dan VinylDuduk seorang pria bernama Priyo Sanyoto (68) sedang menunggu barang dagangannya.Di era serba digital, Priyo tetap berjualan kaset pita di Pasar Beringharjo.Priyo berjualan sejak tahun 1988 hingga sekarang.Tak pernah terpikirkan oleh Priyo untuk alih profesi atau beralih barang jualan.Koleksi kaset-kaset lawasnya cukup lengkap, dari dangdut, campur sari, pop Indonesia, hingga genre jazz serta klasik ia miliki.Nampak di rak kaset miliknya album dari band lawas Genesis, Poweslaves, Soneta, hingga album instrumental dari Joe Satriani dipajang.“Sudah dari tahun 1988 itu jualan kaset pita, dulu di sekitar Gaok (Malioboro). Lalu tahun 2012 pindah sini (Pasar Beringharjo),” katanya, ditemui di Pasar Beringharjo, Selasa .Pada tahun 2012, di Pasar Beringharjo, penjual kaset pita ada 3 orang, kini hanya tinggal Priyo yang berjualan kaset pita.“Dulu tiga orang di sini, sekarang lainnya sudah ganti jualan lain,” kata dia.Puncak keemasan berjualan kaset pita ada di tahun 90-an hingga tahun 2000 awal.Di masa kejayaan ini, dia mampu menyekolahkan anaknya hingga perguruan tinggi. “Dulu bisa menyekolahkan 3 anak saya sampai kuliah,” kata dia.Kini pendapatannya tak menentu, kadang kaset pita miliknya laku, kadang ia pulang dengan tangan hampa.
(prf/ega)
Priyo Bertahan di Pasar Beringharjo, Menjaga Kaset Pita dari Lupa Zaman
2026-01-12 05:05:58
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-12 05:05
| 2026-01-12 04:18
| 2026-01-12 03:48










































