Kasus “Bullying” di Kalteng Seperti Fenomena Gunung Es, Disdik Bentuk Satgas di Tiap Sekolah

2026-01-11 23:45:35
Kasus “Bullying” di Kalteng Seperti Fenomena Gunung Es, Disdik Bentuk Satgas di Tiap Sekolah
PALANGKA RAYA, - Kasus perundungan atau bullying di jenjang sekolah lanjutan tingkat akhir (SLTA) di Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) ternyata masih terjadi.Meski Dinas Pendidikan (Disdik) Kalteng mengaku belum menerima laporan resmi kasus bullying, survei Litbang Kompas menunjukkan bahwa praktik perundungan masih terjadi di sekolah-sekolah.Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Disdik Kalteng, Muhammad Reza Prabowo, mengatakan survei Litbang Kompas menemukan sejumlah siswa masih merasakan adanya bullying di sekolah mereka.“Item survei Litbang Kompas itu ada terkait bullying. Ketika disurvei, anak-anak merasa di sekolahnya masih ada bullying,” kata Reza di Palangka Raya, Kamis .Baca juga: Siswi SD di Karawang Diduga Alami Perundungan hingga Patah TulangReza menjelaskan bahwa sekolah-sekolah SMA/SMK di bawah Pemprov Kalteng belum sepenuhnya bebas dari perundungan.Kondisinya bahkan disebut seperti fenomena gunung es: kasus yang terlihat sedikit, tetapi yang tidak terlihat bisa jauh lebih banyak.“Di atasnya kecil, tapi di bawahnya bisa masalah besar. Kami berharap tidak demikian, karena guru-guru selalu kami ajak pertemuan virtual untuk memantau kasus ini,” ujarnya.Hingga kini Disdik Kalteng memang belum menerima laporan resmi bullying. Namun Reza tetap meminta semua pihak mewaspadai potensi tersebut.“Belum ada laporan. Kami mohon doa semoga Kalteng selalu kondusif dan aman dari bullying, karena di daerah lain kasusnya banyak sekali,” katanya.Baca juga: DPR Usul Indonesia Pajang Riwayat Siswa Pelaku Bullying Saat Daftar Kuliah, Tiru KorselSebagai langkah antisipatif, Disdik Kalteng membentuk Satuan Tugas (Satgas) Anti Bullying di setiap sekolah.Satgas bertugas mencegah, memantau, serta menangani potensi perundungan yang terjadi di lingkungan pendidikan.“Kami tidak henti-hentinya melakukan sosialisasi. Kasus ini harus menjadi perhatian. Selain itu, kami bentuk satgas anti bullying di setiap sekolah,” tegas Reza.Disdik berharap seluruh satuan pendidikan dapat terus memperkuat langkah pencegahan, termasuk memperbaiki komunikasi antara guru, orangtua, dan siswa agar kasus perundungan dapat segera terdeteksi sejak dini.


(prf/ega)