Akhir Tahun Banjir Promo, Banjir Penipu, Tri AI: Anti Spam & Scam Siap untuk Menjaga Keamanan Ponsel Anda

2026-01-11 03:36:52
Akhir Tahun Banjir Promo, Banjir Penipu, Tri AI: Anti Spam & Scam Siap untuk Menjaga Keamanan Ponsel Anda
– Akhir tahun identik dengan euforia belanja. Kebiasaan ini tak terlepas dari diskon besar-besaran yang ditawarkan platform e-commerce dan toko daring untuk menarik konsumen.Namun, momen itu juga kerap dimanfaatkan oknum tidak bertanggung jawab untuk melancarkan aksi penipuan digital. Pesan promosi palsu, panggilan mengatasnamakan lembaga keuangan, hingga tautan phishing bermunculan di tengah aktivitas komunikasi digital.Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) mengungkap, kasus penipuan online selama 2024 mencapai 32,5 persen. Temuan ini meningkat signifikan dari 10,3 persen pada 2023.Asosiasi juga mendapati lebih dari 60 persen pengguna internet Indonesia pernah mengalami atau terpapar upaya penipuan digital. Modus yang paling sering digunakan adalah phishing melalui pesan WhatsApp dan SMS, diikuti panggilan telepon yang mengaku dari bank atau perusahaan pembiayaan.Dari segi kerugian finansial, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), seperti diberitakan Kompas.com, Sabtu , mencatat kerugian masyarakat akibat penipuan digital mencapai Rp 7,8 triliun dalam periode 22 November 2024 hingga 11 November 2025. Angka ini menunjukkan skala ancaman serius yang dihadapi masyarakat Indonesia.Langkah pencegahanMenghadapi ancaman tersebut, ada beberapa langkah pencegahan yang bisa dilakukan. Pertama, jangan mudah percaya pada pesan atau panggilan yang menawarkan promo tidak masuk akal atau meminta data pribadi.Kedua, selalu verifikasi informasi melalui saluran resmi perusahaan sebelum mengklik tautan atau memberikan informasi sensitif. Ketiga, aktifkan fitur keamanan tambahan seperti autentikasi dua faktor dan layanan anti-spam yang disediakan operator seluler.Di tengah kebutuhan perlindungan yang semakin mendesak, penggunaan teknologi berbasis kecerdasan buatan kini menjadi solusi efektif menangkal ancaman spam dan scam. Sistem AI mampu menyaring pesan dan panggilan mencurigakan secara otomatis sebelum sampai ke pengguna.Tri Indonesia menjawab kebutuhan ini melalui fitur “Tri AI: Anti Spam/Scam” yang dirancang khusus menangkal penipuan digital. Tim Kompas.com mencoba langsung teknologi kecerdasan buatan ini untuk melihat keefektifannya dalam membendung panggilan atau pesan Spam.Sebelum mengaktifkan fitur ini, kotak masuk WhatsApp dipenuhi pesan dari nomor asing yang sebagian besar berisi promosi produk tidak relevan atau tautan mencurigakan.Panggilan telepon tak kalah mengganggu. Rata-rata lima hingga tujuh panggilan per hari dari nomor tak dikenal yang mengaku sebagai customer service e-commerce atau menawarkan pinjaman online.Meski sudah memblokir nomor tersebut secara manual, selalu ada nomor baru yang muncul keesokan harinya. Kondisi ini membuang waktu dan menimbulkan kekhawatiran tersendiri jika suatu saat lengah.Fitur Tri AI otomatis aktif untuk pelanggan yang memiliki paket data aktif. Terdapat dua tingkat perlindungan, yakni Basic untuk pembelian paket di bawah Rp 50.000 dan Plus+ untuk pembelian paket mulai Rp 50.000 ke atas yang memberikan tampilan peringatan lebih jelas dan riwayat panggilan spam atau scam melalui aplikasi bima+.Untuk perlindungan Plus+, pengguna perlu membuka aplikasi bima+ versi terbaru (minimal 5.9.0), mengklik ikon “Anti Spam/Scam Protection” di halaman utama, memberikan izin yang dibutuhkan, dan menjadikan bima+ sebagai aplikasi “Caller ID & Spam” utama.Setelah itu, sistem akan bekerja dengan menganalisis metadata, seperti nomor penelepon dan waktu panggilan tanpa mengakses isi pesan atau percakapan. Teknologi AI memberikan skor reputasi pada setiap nomor berdasarkan pola perilaku di jaringan, seperti jumlah panggilan, tingkat respons penerima, dan durasi panggilan.Dalam pengujian yang dilakukan, perubahan terasa sejak hari pertama. Pesan spam di WhatsApp berkurang drastis, dari puluhan menjadi hanya dua atau tiga pesan per hari.Hal lain yang lebih melegakan adalah panggilan dan pesan berpotensi scam langsung ditandai dengan notifikasi berbeda warna.Sistem mengategorikan nomor menjadi empat jenis, yakni “Spam” untuk iklan dan promosi mengganggu, “Scam” untuk nomor berisiko tinggi dengan dugaan penipuan, “Trusted” untuk nomor aman dan terverifikasi, serta “Unknown” untuk nomor yang belum bisa dipastikan kategorinya.Panggilan telepon juga mengalami penurunan signifikan. Dari yang semula lima hingga tujuh panggilan tak dikenal per hari, kini tinggal satu atau dua panggilan saja yang lolos dengan label peringatan jelas. Dengan demikian, pengguna bisa memutuskan untuk mengangkat atau tidak.Ketenangan saat bekerja atau beristirahat pun lebih terjaga. Ponsel tidak lagi dibanjiri notifikasi tak penting sehingga bisa fokus pada pesan dari keluarga dan rekan kerja.Keunggulan sistem ini terletak pada kemampuannya belajar dan beradaptasi. Semakin banyak pengguna yang melaporkan nomor mencurigakan melalui fitur feedback di aplikasi bima+, sistem akan semakin akurat mengenali pola ancaman baru.Selain itu, fitur “Tri AI: Anti Spam/Scam” bekerja tanpa memerlukan koneksi internet atau pulsa karena beroperasi langsung melalui jaringan. Perlindungan tetap aktif sesuai masa aktif paket, bahkan setelah kuota habis.Bagi pengguna yang khawatir privasi, sistem hanya mendeteksi metadata dan tidak membaca isi pesan atau percakapan. Jika sistem salah mendeteksi, pengguna bisa memberikan masukan melalui aplikasi bima+ untuk membantu meningkatkan akurasi.Untuk mengetahui informasi lebih lengkap mengenai fitur tersebut, silakan kunjungi laman tri.co.id/anti-spam-scam.


(prf/ega)

Berita Lainnya