5 Iklan Lowongan Kerja yang Sering Jadi Target Penipuan Versi Jobstreet 2025

2026-01-12 08:21:30
5 Iklan Lowongan Kerja yang Sering Jadi Target Penipuan Versi Jobstreet 2025
- SEEK, perusahaan induk Jobstreet, mengungkap bahwa Indonesia menjadi hotspot penipuan lowongan kerja terbesar.Indonesia menyumbang 38 persen dari seluruh upaya penipuan di Asia Pasifik dan 62 persen dari total penipuan lowongan kerja di kawasan Asia. Sementara itu, posisi kedua diduduki oleh Filipina dengan porsi 20 persen dari upaya penipuan di Asia Pasifik.Temuan tersebut didapat setelah sistem deteksi penipuan SEEK menemukan pola yang unik selama Juli 2024-Juni 2025. Menurut SEEK, pelaku penipuan menunjukkan strategi penargetan yang canggih dan berbeda-beda, baik di Australia dan Selandia Baru (ANZ) dengan enam negara di Asia tempat SEEK beroperasi, yakni Hong Kong, Indonesia, Malaysia, Filipina, Singapura, dan Thailand. Baca juga: Kasus Penculikan Bilqis, Masyarakat Adat Dalam Diduga Jadi Korban Penipuan Lintas ProvinsiAnalisis SEEK didasarkan pada data deteksi penipuan internal milik di seluruh platformnya pada kawasan Asia Pasifik, termasuk Jobstreet dan Jobsdb.“Kami melihat para penipu ini menjadi semakin canggih dalam menargetkan tiap pasar yang berbeda,” ungkap Tom Rhind, Head of Trust and Safety SEEK, dalam keterangan resmi yang diterima Kompas.com, Rabu .“Mereka menyesuaikan pendekatan mereka untuk setiap pasar, dengan menargetkan jenis pekerjaan dan industri di mana mereka tahu para pencari kerja berada di posisi paling rentan,” tambahnya.Selain itu, SEEK juga mengungkap beberapa kategori iklan lowongan kerja yang kerap menjadi target penipuan di Indonesia.Baca juga: Setahun Lapor Polisi, Nenek Siin Korban Penipuan Rumah di Batam Belum Dapat KepastianBerdasarkan catatan SEEK hingga Oktober 2025, lima bidang pekerjaan yang sering menjadi target penipuan adalah:Berdasarkan data tersebut, data SEEK menunjukkan bahwa dalam kategori pekerjaan administration and office support di Indonesia, penipuan lowongan paling banyak ditemukan pada peran seperti admin toko online, admin e-commerce, dan data entry.Sementara itu, pada kategori manufacturing, transport, and logistics, penipuan lowongan kerja kerap menargetkan posisi operasional gudang, seperti staf gudang.Baca juga: Jejak Mbah Tarman, Pernah Dipenjara karena Penipuan Samurai, Kini Viral karena Mahar Rp 3 Miliar“Posisi administration and office support memang sangat rentan karena biasanya tidak menuntut gelar khusus atau pengalaman yang mendalam,” ujar Rhind.“Posisi di bidang sales juga menunjukkan pola serupa karena sering menjanjikan pekerjaan cepat dan penghasilan berbasis komisi yang tentu menarik bagi para pencari kerja yang sangat membutuhkan pemasukan,” tambahnya.Rhind mengatakan, jika digabungkan, kategori-kategori tingkat entry-level tersebut menciptakan kelompok calon korban yang lebih besar. 


(prf/ega)