SAMARINDA, – Polresta Samarinda berencana melakukan penggalian kubur atau eksumasi terhadap jenazah bocah berinisial R (12) yang meninggal dunia secara misterius usai pulang ke rumah dalam kondisi menangis dan mengeluh sakit kepala.Langkah ini dilakukan untuk memastikan penyebab kematian korban yang diduga akibat kekerasan dari teman sebayanya.Kapolresta Samarinda Kombes Pol Hendri Umar mengatakan, pihaknya telah menerima laporan resmi dari keluarga korban dan tengah mempersiapkan proses eksumasi untuk keperluan autopsi.“Itu sudah jadi laporan polisi. Sekarang kemungkinan akan dilakukan proses penggalian kubur kembali, dan pihak keluarga akan mengajukan permohonan untuk dilakukan eksumasi,” ujar Hendri di Samarinda, Selasa .Baca juga: Anak di Samarinda Pulang Sambil Menangis Lalu Meninggal, Diduga Dianiaya Teman SebayaMenurutnya, autopsi diperlukan untuk memastikan ada tidaknya tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.“Kalau memang ada (tanda kekerasan), akan kita lakukan proses penyidikan untuk mencari tahu secara persis siapa pelakunya. Insya Allah pekan ini dilakukan,” tambahnya.Kasus ini bermula ketika R pulang ke rumah pada Jumat malam dalam kondisi menangis dan mengeluh sakit kepala.Ibunya, Sartia (41), mengira anaknya hanya kelelahan setelah bermain.“Dia datang jam 9 malam sambil menangis. Katanya kepalanya sakit. Saya pikir cuma sakit biasa, jadi saya kasih minyak kayu putih,” tutur Sartia di Polresta Samarinda, Kamis .Beberapa jam kemudian, kondisi bocah itu memburuk hingga tak sadarkan diri.“Saya panggil-panggil, nggak ada respons. Sekitar jam setengah satu malam terdengar suara ngorok, tak lama kemudian dia meninggal,” ujarnya dengan suara bergetar.Baca juga: 33 Siswa SMP di Blora Dipanggil Polisi Terkait Aksi Perundungan di SekolahKeesokan paginya, keluarga melihat kejanggalan pada tubuh korban. Ada busa di mulut, darah di hidung, lebam di punggung, serta pembengkakan di mata.Awalnya keluarga tidak mencurigai apa pun dan memakamkan korban tanpa visum. Namun tiga hari kemudian, sebuah status WhatsApp teman korban membuat mereka curiga:“Saya ikhlas kepergianmu, tapi tidak ikhlas dengan cara kematianmu.”Dari keterangan saksi, peristiwa diduga terjadi di rumah seorang teman berinisial A, ketika korban disebut ditantang oleh anak lain berinisial S (12).
(prf/ega)
Polisi Akan Bongkar Kuburan Anak 12 Tahun di Samarinda, Diduga Tewas Dianiaya Teman
2026-01-12 14:15:51
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-12 14:35
| 2026-01-12 13:47
| 2026-01-12 13:30
| 2026-01-12 13:18










































