Kematian Prada HMN, Kodam Hasanuddin Tegas Copot Danyon dan Tahan 3 Senior

2026-01-12 06:01:51
Kematian Prada HMN, Kodam Hasanuddin Tegas Copot Danyon dan Tahan 3 Senior
MAKASSAR, - Komando Daerah Militer (Kodam) XIV/Hasanuddin bekerja sama dengan Polisi Militer masih terus melakukan penyelidikan terkait kematian salah satu prajurit muda, yakni Prada HMN.Sebagaimana diketahui, Prada HMN yang bertugas di Batalyon Arhanud 4/AAY ini tewas dengan sejumlah luka memar di hampir sekujur tubuhnya yang diduga akibat penganiayaan yang dilakukan oleh para seniornya di barak.Kapendam XIV/Hasanuddin, Kolonel Kav Budi Wirman, menegaskan bahwa pihaknya telah mengambil langkah tegas menyikapi kematian Prada HMN."Pimpinan kita sudah melakukan langkah tegas dengan mencopot (Komandan Batalyon) Danyon-nya," kata Budi saat dikonfirmasi, Selasa .Baca juga: Kematian Prada HMN Mulai Terkuak, Tiga Prajurit TNI AD Ditetapkan Jadi TersangkaLangkah tegas itu diambil sebagai bentuk ganjaran yang harus ditanggung pimpinan terhadap anggotanya."Komandan satuan kan harus bertanggung jawab, jadi dalam bentuk sebagai tanggung jawab moril, Danyon-nya dicopot," tegas Budi.Budi juga menyampaikan bahwa saat ini tiga senior Prada HMN yang diduga melakukan penganiayaan telah ditetapkan dan ditahan di Pomdam XIV/Hasanuddin."Sementara masih dilakukan pemeriksaan oleh POM, ditahan oleh POM," beber dia.Tiga oknum prajurit ditetapkan sebagai tersangka oleh Polisi Militer Kodam (Pomdam) XIV/Hasanuddin dalam kematian Prada HMN di Kota Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel).Berdasarkan informasi yang didapatkan, para tersangka tersebut masing-masing berinisial Prada AG, Prada WE, dan Prada FL.Sebelumnya, kematian Prada HMN yang baru lulus pada 2024 dan bertugas di salah satu batalion di Makassar menyisakan tanda tanya besar bagi keluarga.Kabar kematian diterima keluarga pada Sabtu dengan keterangan awal bahwa Prada HMN meninggal akibat terjatuh di kamar mandi.Keluarga pun menolak keterangan awal yang menyebut Prada HMN meninggal akibat terjatuh di kamar mandi.Pasalnya, setelah jasad Prada HMN dicek, keluarga menemukan sejumlah luka memar di tubuhnya yang diduga akibat penganiayaan.


(prf/ega)