Trump Sindir PBB Saat Puji Gencatan Senjata Thailand-Kamboja

2026-01-13 15:33:56
Trump Sindir PBB Saat Puji Gencatan Senjata Thailand-Kamboja
WASHINGTON DC, - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump pada Minggu menyindir PBB (Perserikatan Bangsa-Bangsa) saat memuji gencatan senjata Thailand-Kamboja.Melalui unggahan di platform Truth Social miliknya, Trump mengucapkan selamat atas tercapainya penghentian pertempuran Thailand-Kamboja pada Sabtu .Presiden ke-47 AS itu menyebut kesepakatan tersebut hasil diplomasi yang cepat dan tegas.Baca juga: Thailand dan Kamboja Sepakat Gencatan Senjata, Akhiri Perang di Perbatasan"Saya ingin mengucapkan selamat kepada kedua pemimpin hebat atas kecerdasan mereka dalam mencapai kesimpulan yang cepat dan sangat adil ini," tulis Trump, dikutip dari kantor berita AFP.Trump juga mengeklaim bahwa AS turut berperan mendorong gencatan senjata, bahkan menyebut keterlibatan Washington sebagai bentuk nyata diplomasi perdamaian."Washington, yang terlibat upaya mediasi bersama dengan China dan Malaysia, bangga bisa membantu," ungkap Trump.Dalam pernyataan yang bernada penuh keyakinan, Trump menyebut peran negaranya sebagai representasi sejati dari Perserikatan Bangsa-Bangsa."PBB harus mulai aktif dan terlibat dalam perdamaian dunia! Mungkin Amerika Serikat telah menjadi Perserikatan Bangsa-Bangsa yang sebenarnya," kata dia.Menjelang pertemuan dengan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky, Trump kembali menekankan peran aktif negaranya dalam meredam konflik global.Baca juga: Zelensky Bakal Bertemu Trump Kembali, Bahas Akhiri Perang dengan RusiaAFP/MOHD RASFAN Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim (tengah) berjabat tangan dengan Perdana Menteri Kamboja Hun Manet (kiri) dan Perdana Menteri interim Thailand Phumtham Wechayachai (kanan) ketika merundingkan gencatan senjata Thailand-Kamboja di Putrajaya, Malaysia, Senin . Kedua pihak yang bertempur itu pun sepakat gencatan senjata tanpa syarat.Sementara itu, Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio juga menyambut baik gencatan senjata yang dicapai oleh Thailand dan Kamboja. Rubio menyerukan agar kedua negara benar-benar mematuhi komitmen tersebut.“Saya menyerukan kepada kedua pihak untuk segera menghormati komitmen ini,” ujar Rubio dalam pernyataan resmi.Perang Thailand-Kamboja di perbatasan selama tiga pekan terakhir menewaskan sedikitnya 47 orang, menyebabkan lebih dari satu juta warga mengungsi.Bentrokan bersenjata dilaporkan terjadi di hampir seluruh provinsi perbatasan kedua negara.Dalam pengumuman bersama pada Sabtu, Thailand dan Kamboja sepakat menghentikan tembakan, menyetop pergerakan pasukan, serta mengizinkan warga sipil di wilayah terdampak untuk segera kembali ke tempat tinggal mereka.Pasca-kesepakatan tersebut, Menteri Luar Negeri China Wang Yi menggelar pertemuan lanjutan dengan para menteri luar negeri dari Kamboja dan Thailand pada Minggu , guna memperkuat langkah perdamaian.Menurut pernyataan dari Kementerian Luar Negeri China, Wang mengatakan kepada Menlu Kamboja Prak Sokhonn bahwa gencatan senjata ini menjadi langkah awal menuju rekonsiliasi lebih luas."Gencatan senjata telah membuka proses membangun kembali perdamaian," ujar Wang.Ia menambahkan, Thailand-Kamboja harus melanjutkan langkah demi langkah untuk mempromosikan gencatan senjata yang komprehensif dan langgeng, sekaligus membangun kembali kepercayaan bersama.Baca juga: Candi Era Sriwijaya Jadi Pemicu Perang Thailand-Kamboja, Begini Sejarahnya


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#5

Sementara Samsung Music Studio 5 hadir dengan ukuran lebih ringkas. Speaker ini ditujukan bagi pengguna yang menginginkan kualitas audio mumpuni tanpa mengganggu tampilan ruangan. Music Studio 5 mendukung koneksi WiFi dan Bluetooth, layanan streaming, serta kontrol suara.Kedua speaker WiFi Music Studio juga dirancang agar mudah diintegrasikan dengan soundbar dan TV Samsung, sebagai bagian dari ekosistem audio terpadu.Samsung juga meningkatkan teknologi Q-Symphony, yang memungkinkan TV, soundbar, dan speaker WiFi bekerja sebagai satu sistem audio. Pengguna dapat menghubungkan hingga lima perangkat audio sekaligus, dengan sistem yang menyesuaikan suara berdasarkan tata letak ruangan.Selain itu, Samsung juga memperkenalkan jajaran ekosistem audio terbaru mereka dari lini soundbar Q Series.Selama lebih dari satu dekade, Samsung telah membentuk evolusi audio rumah melalui teknologi akustik canggih, fitur cerdas, dan desain yang dipikirkan secara matang, ungkap Hun Lee, Executive Vice President Visual Display Business Samsung Electronics, dikutip KompasTekno dari halaman resmi Samsung. Kami melanjutkan warisan tersebut dengan perangkat audio generasi terbaru yang dirancang untuk menghadirkan performa suara yang kaya dan ekspresif di setiap ruang dan momen, lanjut dia. Salah satu produk utama dalam ekosistem audio terbaru ini adalah soundbar flagship HW-Q990H.Baca juga: Ketika HP Lipat Tiga Samsung Galaxy Z TriFold Dibuka-Tutup Barbar 200.000 Kali...Soundbar ini hadir dengan sistem 11.1.4-channel yang menggabungkan soundbar utama, speaker belakang, dan subwoofer aktif. Samsung juga menambahkan teknologi Sound Elevation agar terdengar lebih natural, serta fitur Auto Volume untuk menjaga konsistensi suara di berbagai jenis konten.Soundbar ini juga dibekali fitur berbasis AI untuk memperluas bidang suara. Lewat fitur ini, Samsung mengeklaim pengalaman audio yang dihadirkan setara dengan sistem home theater profesional, tetapi tetap ringkas untuk penggunaan di rumah.Selain itu, Samsung memperkenalkan All-in-One Soundbar HW-QS90H. Soundbar ini bisa dipasang di dinding atau diletakkan di atas meja. Sensor di dalamnya akan menyesuaikan arah suara secara otomatis sesuai posisi perangkat. Dengan sistem 7.1.2-channel dan 13 speaker, soundbar ini mampu menghasilkan bass yang dalam tanpa perlu subwoofer tambahan.

| 2026-01-13 12:55