Korban Ledakan SMAN 72 Alami Gendang Telinga Bolong, Begini Peluang Pulihnya

2026-01-16 18:52:57
Korban Ledakan SMAN 72 Alami Gendang Telinga Bolong, Begini Peluang Pulihnya
Insiden ledakan di SMAN 72 Kelapa Gading menyebabkan puluhan korban mengalami luka, terutama gendang telinga pecah. Dokter berbicara peluang sembuh bagi korban yang mengalami gendang telinga pecah."Memang tidak akan pulih 100 persen tidak akan sempurna namun misalnya terjadi bolong apabila ditangani lebih awal ya, dalam 2 minggu atau golden period-nya maka peluangnya untuk berhasil lebih baik, itu yang sedang kita usahakan agar itu bisa berjalan dengan cepat," kata Dirut RS Cempaka Putih Pradono Handojo kepada wartawan di RSI Cempaka Putih, Jakarta Pusat, Selasa .Pradono menjelaskan saat ini ada 11 korban ledakan yang masih menjalani perawatan di RSI Cempaka Putih. Adapun 90 persen korban mengalami trauma pendengaran."Beberapa sudah (diperiksa) tapi kan ini jumlahnya cukup banyak ya karena bukan saja yang 11 nih, kan ada juga yang kemarin kondisinya baik terus pulang dan berobat ke poli dan kemudian sekarang kita usahakan endoskopi tadi," katanya.Pradono menjelaskan gendang telinga korban dapat menutup secara alamiah jika kondisi bolongnya hanya 50 persen. Namun, jika kerusakan gendang telinga mencapai 100 persen, akan sulit untuk ditangani."Kita mau mengerjakannya secara hati-hati dan terstruktur dan sistematis nanti setelah itu rencana yang kita akan mengumpulkan para ibu-ibunya untuk bisa kita berikan informasi, sehingga nanti bisa dilakukan penanganan yang terarah secepatnya besok, selambatnya lusa," jelas dia.Sementara itu, korban yang dirawat di ruangan ICU menderita luka bakar parah. Pradono menuturkan luka bakar korban berada dalam kategori grade tiga atau serius."Ya, tadi disampaikan itu sekitar 28 persen ya lokasinya dan itu cukup banyak. Beberapa itu termasuk grade tiga ya," kata dia.Dia menyebut efek jangka panjang luka itu umumnya tak akan sembuh kembali secara alami. Nantinya korban akan dibantu dengan tindakan medis untuk mengembalikan kulitnya."Kalau dibiarkan untuk sembuh secara alami biasanya tidak bisa dan terjadi namanya sebuah scar tissue ya atau sicatrix, dan itu bisa menimbulkan bukan saja masalah kosmetik tapi juga masalah fisiologik dan biasanya dilakukan skin grafting atau tandur kulit diambil dari tempat yang lain dan kemudian dipindahkan," ungkap dia.Simak juga Video: Keluarga Korban Ledakan Minta Pihak SMAN 72 Ikut Tanggung Jawab[Gambas:Video 20detik]


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#4

YouTube menyediakan laman Family Center untuk membantu orangtua memantau penggunaan YouTube akun anak-anak mereka. Di laman itu, terdapat pilihan untuk menambahkan profil YouTube Kids dan akun YouTube anak remaja mereka, sebagai akun yang diawasi.Laman Family Center sering digunakan oleh orangtua dengan anak berusia di bawah 18 tahun. Di laman ini, ada pengingat Take a Break dan Bedtime yang sudah aktif secara otomatis untuk pengguna berusia di bawah 18 tahun.Pengingat Take a Break adalah notifikasi yang mengingatkan pengguna untuk beristirahat sejenak dari melihat layar HP, sedangkan Bedtime adalah notifikasi yang mengingatkan anak bahwa waktu tidur mereka akan tiba dan mereka harus bersiap-siap untuk beristirahat.Sebagai pelengkap dua hal tersebut, pada akhir tahun ini, YouTube berencana untuk memperluas fitur Shorts Daily Time Limit pada orangtua.Ayah dan ibu yang menggunakan akun yang memiliki akun yang akan diawasi, bisa secara proaktif menetapkan batas durasi menjelajah feed YouTube Shorts yang tidak bisa diabaikan.Ini merupakan tambahan dari hal lain yang sudah kami miliki yaitu pengingat 'Taking a Break' dan 'Bedtime', tutur Graham.Baca juga: Jangan Biasakan Anak Main HP Sebelum Tidur, Ini Dampaknya Dok. Freepik/Freepik Orangtua bisa gunakan fitur Shorts Daily Time Limit agar anak tidak lupa waktu menonton YouTube Shorts. Terkait fitur pembatasan durasi menjelajah feed YouTube Shorts, Graham mengatakan, hal ini bisa membantu anak memahami regulasi waktu penggunaan platform digital mereka.Jadi, ketika anak-anak scrolling Shorts, aplikasi akan 'menyundul' mereka (memberi notifikasi), yaitu intervensi kecil yang menurut pakar perkembangan anak penting dalam pengaturan diri anak-anak, tutur dia.Anak-anak tetap diizinkan untuk memegang kendali akan akun YouTube untuk mengakses feed YouTube Shorts, tapi mereka tidak akan lupa waktu seperti sebelumnya.Melalui fitur Shorts Daily Time Limit yang sudah diatur oleh orangtua, anak jadi paham bahwa mereka hanya boleh mengakses YouTube Shorts berapa lama, sehingga lambat laun sudah terbiasa dan dengan sendirinya bisa mengatur waktu mereka di YouTube.Baca juga: Jangan Biasakan Anak Makan Sambil Main HP, Ini Kata Psikolog

| 2026-01-16 17:00