Peserta Rapat Konsultasi Syuriah PBNU Mulai Berdatangan di Lirboyo Kediri

2026-02-02 16:12:08
Peserta Rapat Konsultasi Syuriah PBNU Mulai Berdatangan di Lirboyo Kediri
KEDIRI, - Para peserta kegiatan rapat konsultasi Syuriah kepada Mustasyar Pengurus Besar Nadhlatul Ulama (PBNU) mulai berdatangan di Pondok Pesantren Lirboyo, Kota Kediri, Jawa Timur, Kamis .Sejumlah sesepuh Nahdlatul Ulama (NU) maupun pengurus PBNU yang berasal dari berbagai daerah tersebut sudah nampak hadir di lokasi pertemuan, yakni di ruang aula Lirboyo.Di antara yang hadir adalah KH.Anwar Mansur, KH.Nurul Huda Djazuli, KH.Kafabihi Mahrus,KH.Ma'ruf Amien, KH.Miftachul Akhyar, KH.Yahya Cholil Staquf, M.Nuh, KH.Idris Hamid, Gus Ulil Abshar Abdalla serta masih banyak lainnya.Baca juga: Gus Yahya Pastikan Program PBNU Jalan di Tengah Konflik InternalJuru Bicara Pondok Lirboyo Abdul Muid Shohib mengatakan, kegiatan tersebut merupakan permintaan dari Rois Aam KH.Miftachul Akhyar sehingga pihak Lirboyo menyiapkan tempatnya.“Di Lirboyo ini diminta jadi tempat pertemuan, ya kita siapkan,” ujar Abdul Muid Shohib, Kamis.Sejauh ini belum diketahui hasil dari pertemuan tersebut karena rapat masih berlangsung dan dilakukan secara tertutup.Baca juga: Gus Yahya Menimbang Opsi PBNU Kembalikan Konsesi Tambang ke PemerintahSebagaimana diketahui, kegiatan konsultasi ini merupakan bagian dari perkembangan atas dinamika konflik yang tengah terjadi di internal PBNU.Beberapa hari sebelumnya, juga berlangsung musyawarah kubro oleh para sesepuh maupun alim ulama NU yang juga berlangsung di Lirboyo, Minggu .Bahkan forum tersebut dengan tegas menyampaikan keprihatinannya atas situasi PBNU sehingga meminta segera adanya islah kedua belah pihak, jika tidak ada ishlah, forum menyuarakan Muktamar Luar Biasa (MLB) PBNU.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#3

Sekretariat Satgas PASTI, Hudiyanto, mengatakan sejak IASC beroperasi pada 22 November 2024 hingga 11 November 2025, lembaga itu telah menerima 343.402 laporan penipuan. Laporan tersebut menunjuk 563.558 rekening yang terkait aktivitas penipuan, di mana 106.222 rekening telah diblokir.Dari keseluruhan laporan, total kerugian yang dilaporkan korban mencapai Rp 7,8 triliun, sementara upaya pemblokiran dana berhasil menahan Rp 386,5 miliar.“Sejak awal beroperasi di tanggal 22 November 2024 sampai dengan 11 November 2025, IASC telah menerima 343.402 laporan penipuan. Total rekening terkait penipuan yang dilaporkan ke IASC sebanyak 563.558 rekening dengan 106.222 rekening telah dilakukan pemblokiran,” ujar Hudiyanto lewat keterangan pers, Sabtu .Baca juga: Penipuan AI Deepfake Kian Marak, Keamanan Identitas Digital Diuji“Adapun total kerugian dana yang dilaporkan oleh korban penipuan sebesar Rp 7,8 triliun dengan dana yang telah berhasil diblokir sebesar Rp 386,5 miliar,” paparnya. Menurut Hudiyanto, angka-angka itu memperlihatkan sejauh mana pelaku memanfaatkan platform digital untuk menjerat korban, mulai dari pinjaman online alias pinjol ilegal hingga tawaran investasi palsu, sehinggga penindakan masif diperlukan untuk melindungi konsumen.Sebagai bagian dari penindakan, Satgas PASTI kembali memblokir 776 aktivitas dan entitas keuangan ilegal, yang terdiri atas 611 entitas pinjaman online ilegal, 96 penawaran pinjaman pribadi (pinpri), dan 69 tawaran investasi ilegal.

| 2026-02-02 15:49