Banjir-Longsor Sri Lanka Tewaskan 334 Orang, Terparah dalam 20 Tahun

2026-01-14 21:43:38
Banjir-Longsor Sri Lanka Tewaskan 334 Orang, Terparah dalam 20 Tahun
MANAMPITIYA, - Jumlah korban tewas akibat banjir dan tanah longsor di Sri Lanka yang dipicu oleh Siklon Ditwah, meningkat tajam menjadi 334 orang pada Minggu , menurut keterangan resmi Pusat Manajemen Bencana (DMC).Bencana ini disebut yang paling mematikan dalam lebih dari 20 tahun di Sri Lanka.Pihak berwenang mengatakan, skala kerusakan terparah baru mulai terlihat di wilayah tengah negara itu, setelah akses jalan yang tertutup longsor dan pohon tumbang berhasil dibuka.Baca juga: Banjir di Sri Lanka Tewaskan 123 Orang, Pemerintah Minta Bantuan InternasionalDMC melaporkan, jumlah korban tewas naik signifikan dari sebelumnya 212 orang dalam sepekan terakhir.Sementara itu menurut laporan kantor berita AFP, hampir 400 orang masih hilang dan lebih dari 1,3 juta warga terdampak langsung oleh rekor hujan deras.Presiden Sri Lanka Anura Kumara Dissanayake menetapkan status darurat nasional untuk mempercepat penanganan bencana.Dalam pidatonya, ia menyebut bencana ini ujian terbesar dalam sejarah modern negara tersebut."Kita menghadapi bencana alam terbesar dan paling menantang dalam sejarah kita," kata Dissanayake."Tentu saja, kita akan membangun negara yang lebih baik dari sebelumnya."Baca juga: PM Thailand Akui Pemerintah Gagal Tanggapi Banjir, Korban Tewas Capai 162 OrangAFP/ISHARA S KODIKARA Seorang pria berdiri di dalam rumahnya yang sebagian terendam banjir setelah hujan deras di Kaduwela di pinggiran Colombo, Sri Lanka, pada 28 November 2025. Banjir ini menjadi yang paling mematikan sejak peristiwa serupa pada Juni 2003, saat 254 orang tewas akibat bencana hidrometeorologi di Sri Lanka.Meski curah hujan mulai mereda, wilayah dataran rendah di ibu kota Colombo masih terendam air.Pemerintah pun bersiap melakukan operasi bantuan skala besar untuk para korban banjir-longsor Sri Lanka.Ketinggian air di sejumlah wilayah ibu kota diperkirakan butuh waktu setidaknya satu hari untuk surut. Siklon Ditwah bergerak ke arah India sejak Sabtu .Meski korban luka tidak terlalu banyak, Layanan Transfusi Darah Nasional memperingatkan bahwa stok darah terbatas.Organisasi Penelitian Bangunan Nasional mengingatkan adanya risiko tanah longsor susulan karena kondisi lereng gunung masih jenuh akibat guyuran hujan di Sri Lanka.Baca juga: Demo di Filipina, Warga Desak Hukum Tegas untuk Koruptor Proyek Banjir


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#4

Irwan mengaku bersyukur atas penghargaan yang telah diraih. Ia menekankan bahwa fokus utama perusahaan dimulai dari internal, yaitu kebahagiaan dan kesehatan karyawan, sebelum meluas ke masyarakat.“Ketika saya ditanya dewan juri, saya sampaikan bahwa fokus utama kami adalah membahagiakan dan menjaga kesehatan karyawan terlebih dahulu. Kalau karyawan yang dekat dengan kami saja tidak sehat dan bahagia, bagaimana kami bisa mengurus masyarakat yang lebih luas.” ujar Irwan kepada Kompas.com, Rabu.Irwan menambahkan, penghargaan yang diraih pihaknya  merupakan kerja kolektif seluruh karyawan dan tim.“Persyaratannya sangat banyak, ada 17 goals dan 169 target. Mustahil dicapai tanpa komitmen bersama,” kata Irwan.Pihaknya pun senantiasa mendorong seluruh elemen perusahaan berpartisipasi dalam berbagai upaya pencapaian SDGs, terutama terkait kesejahteraan sosial dan pengentasan kemiskinan.Baca juga: Anggota Komisi IX DPR Kagumi Standar Produksi Sido MunculSido Muncul juga menegaskan komitmennya untuk membantu program nasional, melalui program penanganan stunting dan tidak mengambil bagian dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG).“Kami memilih memberikan bantuan berupa dana agar ibu-ibu bisa membeli kebutuhan gizi yang sesuai. Tahun depan kontribusi kami akan ditingkatkan,” katanya./Yakob Arfin T Sasongko Direktur Sido Muncul, Dr (HC) Irwan Hidayat memegang piala penghargaan Terbaik I kategori Badan Usaha Besar Indonesia?s SDGs Action Awards 2025 berkat keberhasilan program Smartani. Program Smartani yang mengantarkan Sido Muncul meraih juara pertama merupakan inisiatif pemberdayaan masyarakat yang mencakup sektor hulu hingga hilir. Program ini telah diinisiasi sejak 2021 dan menyasar kelompok tani di wilayah Semarang.Saat ini, sedikitnya 3.000 petani dan peternak telah mendapat pendampingan dari Sido Muncul.“Di tingkat hilir, kami membina karyawan untuk menjadi distributor. Sekarang ada sekitar 60 hingga 70 distributor yang dulunya karyawan kami dan kini sudah mandiri,” ungkap Irwan.Baca juga: Hadirkan Terang, Sido Muncul Gelar Operasi Katarak GratisManajer Lingkungan Sido Muncul, Amri Cahyono, menegaskan bahwa komitmen perusahaan terhadap SDGs diwujudkan melalui berbagai program pemberdayaan masyarakat.Ia menyampaikan bahwa perusahaan secara konsisten memperkuat kontribusi terhadap 17 tujuan SDGs.“Program Smartani kami gagas untuk mewujudkan visi perusahaan, yaitu memberikan manfaat bagi masyarakat dan lingkungan. Hingga saat ini, Sido Muncul telah memenuhi seluruh 17 tujuan SDGs,” ujarnya.Amri menjelaskan bahwa Smartani di Desa Bergas Kidul, Kecamatan Bergas, Semarang, dikembangkan dengan pendekatan nature-based solution. Implementasinya dimulai dengan social mapping untuk memetakan potensi lokal.“Di desa ini ada kelompok petani alpukat, peternak sapi perah, hingga usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) ‘Mbok Jajan’ yang sebelumnya terdampak Covid-19. Kami memberikan pelatihan agar mereka dapat kembali produktif, dan kini produk mereka sudah memasok ke Sido Muncul,” terang Amri.Baca juga: Konsisten Bantu Tangani Katarak, Sido Muncul Kembali Raih Perdami Award/Yakob Arfin T Sasongko Direktur Sido Muncul, Dr (HC) Irwan Hidayat bersama tim dalam ajang Indonesia?s SDGs Action Awards 2025 di Jakarta, Rabu .

| 2026-01-14 19:55