Omara Esteghlal Masuk Nominasi FFI, Prilly Latuconsina: yang Bikin Spesial Tahun Ini

2026-01-14 11:31:41
Omara Esteghlal Masuk Nominasi FFI, Prilly Latuconsina: yang Bikin Spesial Tahun Ini
JAKARTA, - Ketua Bidang Program Festival Film Indonesia (FFI) 2025, Prilly Latuconsina, mengungkapkan hal paling spesial dari penyelenggaraan FFI tahun ini.Menurut Prilly, hal itu adalah masuknya sang kekasih, Omara Esteghlal, sebagai salah satu nomine di kategori Pemeran Pendukung Pria Terbaik lewat film Pengepungan di Bukit Duri."Ya senang banget dan merasa spesial Omara masuk nominasi ya. Kayaknya yang spesial dari FFI tahun ini karena itu," kata Prilly dalam konferensi pers di Jakarta Selatan, Rabu .Baca juga: Tanggapan FFI soal Reza Rahadian Tak Masuk Nominasi Sutradara TerbaikPrilly Latuconsina mengaku sangat bersemangat ketika mengetahui Omara Esteghlal masuk sebagai nomine FFI 2025."Aku yang lebih excited dan heboh mungkin ya, kayak kalau dia masuk nominasi," ucap wanita berusia 29 tahun itu.Selama ini, Prilly Latuconsina berusaha keras merahasiakan daftar nominasi dari Omara Esteghlal.Baca juga: Sibuk Syuting Film Horor, Prilly Latuconsina: Pergi Wangi, Pulang Bau AsapPemain film Budi Pekerti itu akhirnya selalu berpura-pura tak tahu ketika ditanya oleh Omara."Sulitnya bukan karena apa-apa, karena dia bisa membaca ekspresi muka saya. Jadi saya harus akting-akting juga kan," tuturnya.Sebagai informasi, Omara Esteghlal akan bersaing dengan Boris Bokir, Jerome Kurnia, dan Reza Rahadian dalam kategori Pemeran Pendukung Pria Terbaik.Malam penganugerahan FFI 2025 akan digelar di Teater Besar Taman Ismail Marzuki (TIM) Cikini, Jakarta Pusat, Kamis .


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#4

Sekretariat Satgas PASTI, Hudiyanto, mengatakan sejak IASC beroperasi pada 22 November 2024 hingga 11 November 2025, lembaga itu telah menerima 343.402 laporan penipuan. Laporan tersebut menunjuk 563.558 rekening yang terkait aktivitas penipuan, di mana 106.222 rekening telah diblokir.Dari keseluruhan laporan, total kerugian yang dilaporkan korban mencapai Rp 7,8 triliun, sementara upaya pemblokiran dana berhasil menahan Rp 386,5 miliar.“Sejak awal beroperasi di tanggal 22 November 2024 sampai dengan 11 November 2025, IASC telah menerima 343.402 laporan penipuan. Total rekening terkait penipuan yang dilaporkan ke IASC sebanyak 563.558 rekening dengan 106.222 rekening telah dilakukan pemblokiran,” ujar Hudiyanto lewat keterangan pers, Sabtu .Baca juga: Penipuan AI Deepfake Kian Marak, Keamanan Identitas Digital Diuji“Adapun total kerugian dana yang dilaporkan oleh korban penipuan sebesar Rp 7,8 triliun dengan dana yang telah berhasil diblokir sebesar Rp 386,5 miliar,” paparnya. Menurut Hudiyanto, angka-angka itu memperlihatkan sejauh mana pelaku memanfaatkan platform digital untuk menjerat korban, mulai dari pinjaman online alias pinjol ilegal hingga tawaran investasi palsu, sehinggga penindakan masif diperlukan untuk melindungi konsumen.Sebagai bagian dari penindakan, Satgas PASTI kembali memblokir 776 aktivitas dan entitas keuangan ilegal, yang terdiri atas 611 entitas pinjaman online ilegal, 96 penawaran pinjaman pribadi (pinpri), dan 69 tawaran investasi ilegal.

| 2026-01-14 10:39