Marriage Isn’t Scary, Cewek Gen Z Tunjukin Kalau Karier dan Keluarga Bisa Jalan Bareng

2026-01-13 05:27:59
Marriage Isn’t Scary, Cewek Gen Z Tunjukin Kalau Karier dan Keluarga Bisa Jalan Bareng
JAKARTA, - Marriage is scary jadi jargon yang dipercayain para Gen Z yang nggak percaya kalau nikah itu bisa bikin hidup lebih bahagia.Nggak dipungkiri, menikah masih sering dianggap nakutin, khususnya buat perempuan. Takut hilang kebebasan, takut karir terhambat, atau bahkan makin scary kalau dapet pasangan yang nyuruh fokus di rumah dan ninggalin hobi-hobinya.Hal-hal kayak gini yang intimidating buat para Gen Z. Alhasil mereka jadi mikir, nikahnya nanti-nanti aja kali ya?Tapi empat perempuan Gen Z, Amelia, Putri, Nana, dan Rosmalia buktiin cerita yang berbeda. Buat mereka, menikah bukan game over dari kehidupan.Baca juga: Kenapa Orang Takut Menikah? Ini Penjelasan Psikolog soal Marriage is ScarySebaliknya, menikah juga tetep bisa bikin hidup lebih stabil, lebih hangat, dan tetap kasih ruang untuk tumbuh. Gimana sih cerita keempat cewek Gen Z ini?Cerita cewek Gen Z yang buktiin nikah bukan penghalang dirinyaBuat Amelia (28 tahun), menikah di usia 26 bukannya bikin ruang hidupnya mengecil, tapi justru menemukan pasangan yang bisa jadi teamwork sekaligus bikin dia stay true to herself.Setelah pacaran enam tahun, perempuan bekerja sebagai karyawan swasta ini mantap menikah pada 2023.“Aku nggak into laki-laki patriarki dan nggak bisa terlalu nurut sama laki-laki. Tapi ketika sama suami, aku bisa jadi diri sendiri dan punya porsi yang saling menyeimbangkan sama dia,” kata Amelia saat diwawancarai Kompas.com di Jakarta Pusat, Selasa .Bagi dia, kehadiran suami itu nggak serta merta merenggut kebebasan dia untuk ngelakuin apa yang dia suka. Bahkan dia tetep mandiri, tanpa perlu melewati batas yang wajar dalam hubungan.Baca juga: Muncul Fenomena Marriage Is Scary, Sosiolog Ungkap PenyebabnyaPutri (27) juga punya cerita yang mirip. Setelah pacaran enam tahun, ia dilamar pada 2022 dan menikah di 2023.Dua tahun kemudian ia dan suami akhirnya dikaruniai anak pertama. Sejak pacaran, mereka sudah membicarakan prinsip dan karakter masing-masing.Ketika yakin buat nikah, bahasan soal perbedaan karakter atau kebiasaan rasanya udah basi banget buat dibahas lagi. Putri justru lebih fokus bahas kehidupan setelah pernikahan.“Alhamdulillah-nya, kami sama-sama enggak ada tanggungan keluarga, karena keluarga kami cukup mandiri secara finansial dan menurut aku itu termasuk privilege kami,” ujarnya.Buat Putri yang udah jadi karyawan swasta ini, kenyamanan menjalani karier setelah menikah juga dipengaruhi sikap sang suami yang nggak pernah menghalangi ia bekerja atau memilih jadi ibu rumah tangga.Dukungan emosional dan finansial dari pekerjaan suaminya yang jadi karyawan BUMN juga bikin dia lumayan chill sama masa depan.Baca juga: Fenomena “Marriage is Scary”, Kenapa Menikah Bisa Terasa MenakutkanAda juga Nana (28) yang nggak pernah ngebayangin bakal nikah sebelum usia 30. Tapi prinsipnya belok pas kenal calon suami lewat pekerjaan di tahun 2022. Hubungan yang awalnya sekadar urusan kantor berubah jadi hubungan serius.“Akhirnya ada momen ketika gue merasa insecure dan kalo nggak diselesain sekarang itu pasti bisa berdampak ke pernikahan gue. Akhirnya kita obrolin di depan ibu gue dan dia memahami insecurity gue dan bikin hal tersebut ilang,” kisahnya.Respons pasangannya yang sabar, dewasa, dan mampu memvalidasi perasaannya bikin Nana luluh dan yakin buat bangun rumah tangga bersama.Sementara itu, Rosmalia (24) merasa pertemuannya dengan sang suami pada 2018 akhirnya ngebawa dia pada keputusan besar.Baca juga: Fenomena Marriage is Scary, Angka Pernikahan Terus Menurun


(prf/ega)