Filipina Murka, Bantah Jadi Lokasi Pelatihan Teroris Penembakan Bondi

2026-01-13 06:19:52
Filipina Murka, Bantah Jadi Lokasi Pelatihan Teroris Penembakan Bondi
MANILA, - Pemerintah Filipina menyatakan, pihaknya tidak menemukan bukti adanya latihan terorisme di negaranya usai peristiwa penembakan Bondi Beach, Australia, yang menewaskan 15 orang pada Minggu .Disebutkan sebelumnya, dua pelaku dalam penembakan yakni Sajid Akram dan Naveed Akram sempat mengunjungi Filipina sebelum melakukan aksinya, sebagaimana dilansir AFP.Juru bicara Presiden Filipina Ferdinand Marcos Jr Claire Castro menegaskan, pemerintah menolak keras anggapan bahwa Filipina menjadi lokasi pelatihan kelompok teroris internasional.Baca juga: Pesan Pahlawan Bondi Beach El Ahmed Sebelum Beraksi: Saya Akan Mati, Temui Keluarga Saya"(Presiden Ferdinand Marcos) dengan tegas menolak pernyataan menyeluruh dan karakterisasi menyesatkan yang menggambarkan Filipina sebagai pusat pelatihan ISIS," kata Castro dalam konferensi pers, Rabu .Castro menyampaikan pernyataan tersebut dengan merujuk pada sikap resmi Dewan Keamanan Nasional Filipina."Tidak ada bukti yang disampaikan untuk mendukung klaim bahwa negara ini digunakan sebagai tempat pelatihan teroris," ujarnya.Dia menambahkan, tidak ada laporan valid yang menunjukkan bahwa pelaku penembakan di Bondi Beach menerima pelatihan apa pun di Filipina.Sebelumnya, Kantor Imigrasi Filipina mengonfirmasi bahwa Sajid dan Naveed memasuki wilayah Filipina pada 1 November dengan tujuan Provinsi Davao di bagian selatan negara tersebut.Baca juga: Polisi Pahlawan Bondi Tewaskan Pelaku dari Jarak 40 Meter, Sekali TembakProvinsi Davao berada di Pulau Mindanao, kawasan yang selama puluhan tahun dikenal sebagai basis sejumlah kelompok yang menentang pemerintah pusat, termasuk kelompok yang terafiliasi dengan ISIS.Otoritas Australia sendiri tengah menyelidiki kemungkinan kedua pelaku melakukan kontak dengan kelompok ekstremis selama berada di Filipina.Namun, militer Filipina menilai dugaan tersebut tidak didukung oleh kondisi keamanan terkini di Mindanao.Juru bicara militer Filipina, Kolonel Francel Padilla, mengatakan kelompok bersenjata yang masih beroperasi di Mindanao telah melemah dalam beberapa tahun terakhir.Dia merujuk pada situasi pasca-pengepungan Marawi, konflik besar yang terjadi pada 2017 antara pasukan pemerintah dan kelompok Maute dan Abu Sayyaf yang terafiliasi dengan ISIS.Baca juga: Pahlawan Bondi Lainnya Gugur, Pasutri Ini Jadi 2 Korban Tewas PertamaPertempuran selama lima bulan di Marawi tersebut menewaskan lebih dari 1.000 orang dan memaksa ratusan ribu warga mengungsi."Kami tidak mencatat adanya operasi teroris besar atau aktivitas pelatihan apa pun sejak awal 2024" kata Padilla dalam konferensi pers pagi hari.


(prf/ega)