APBN 2025 Defisit Rp 560,3 Triliun, Ekonom UGM Tekankan Efisiensi Belanja dan Perbaikan Iklim Usaha

2026-02-03 13:00:36
APBN 2025 Defisit Rp 560,3 Triliun, Ekonom UGM Tekankan Efisiensi Belanja dan Perbaikan Iklim Usaha
- Kinerja Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) hingga 30 November 2025 mencatat defisit sebesar Rp 560,3 triliun atau setara 2,35 persen dari produk domestik bruto (PDB).Defisit tersebut meningkat dibandingkan posisi akhir Oktober 2025. Meski demikian, pemerintah menilai kondisi fiskal nasional masih berada dalam batas aman dan tetap terjaga di tengah ketidakpastian serta dinamika ekonomi global.Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa tingkat defisit tersebut masih jauh di bawah batas maksimal yang ditetapkan dalam APBN 2025, yakni 2,78 persen dari PDB.Pemerintah memastikan APBN tetap berfungsi optimal sebagai instrumen stabilisasi dan perlindungan ekonomi.Hal itu dilakukan melalui realisasi pendapatan dan belanja negara yang diarahkan untuk menjaga daya beli masyarakat, mendukung program prioritas, serta memperkuat pemulihan dan pertumbuhan ekonomi nasional.Baca juga: Aturan Baru, Berikut 3 Kelompok yang Bisa Pinjam Uang ke Pemerintah Pusat Pakai APBNANTARA FOTO/Muhammad Iqbal Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menanggapi santai proyeksi Bank Dunia (World Bank) yang memperkirakan defisit anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN) Indonesia akan melebar secara bertahap hingga 2027.Ekonom Universitas Gadjah Mada (UGM), Eddy Junarsin, menilai defisit APBN sebesar Rp 560,3 triliun masih berada dalam batas yang aman.Menurutnya, rasio defisit terhadap PDB yang berada di angka 2,35 persen belum menimbulkan risiko serius bagi stabilitas fiskal nasional.“Kalau dilihat dari rasionya yang masih 2,35 persen terhadap PDB, itu sebenarnya masih dalam range yang aman,” ujar Eddy saat dimintai keterangan Kompas.com, Minggu .Ia menjelaskan, dalam praktik kebijakan makroekonomi, ambang batas defisit yang umum dijadikan rujukan adalah 3 persen dari PDB. Dengan demikian, posisi fiskal Indonesia saat ini dinilai masih terkendali.Eddy menambahkan, struktur belanja menjadi faktor utama pembentuk defisit. Dari total pengeluaran, belanja pemerintah pusat berkontribusi sekitar 72,69 persen, sedangkan sisanya berasal dari transfer ke daerah (TKD).Komposisi tersebut menunjukkan bahwa tekanan defisit lebih dominan berasal dari belanja di tingkat pemerintah pusat.Baca juga: Mengenal Family Office, Proyek yang Ditolak Menkeu Purbaya jika Pakai APBNLebih lanjut, Eddy menjelaskan bahwa secara sederhana terdapat dua penyebab utama defisit anggaran, yakni pengeluaran yang terlalu besar dan penerimaan negara yang belum optimal.“Kedua sisi tersebut idealnya dibenahi secara bersamaan agar defisit dapat ditekan secara berkelanjutan,” ujarnya.Dari sisi belanja, Eddy menekankan pentingnya peningkatan efisiensi anggaran kementerian dan lembaga, terutama pada belanja barang dan belanja modal.Namun, ia menilai ruang efisiensi relatif terbatas untuk belanja pegawai dan bantuan sosial karena berkaitan langsung dengan fungsi negara serta perlindungan masyarakat.Sementara dari sisi penerimaan, Eddy menyoroti perlunya kebijakan yang mampu membuat Indonesia lebih menarik bagi dunia usaha dan talenta berkualitas.“Pemerintah perlu menciptakan iklim yang kondusif, seperti insentif pajak yang tepat, kepastian hukum, kebebasan berusaha, serta kondisi politik dan budaya yang mendukung,” katanya.Menurut Eddy, perbaikan iklim usaha dan meningkatnya kepercayaan investor menjadi kunci untuk memperkuat basis penerimaan negara sekaligus menjaga keberlanjutan APBN di tengah tantangan ekonomi global.Baca juga: Soal Purbaya Keberatan Bayar Utang Kereta Cepat Pakai APBN, Apa Saja yang Perlu Diketahui?


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#5

Pada hari penerapan, ganjil genap berlaku dalam dua sesi, yakni pagi pukul 06.00–10.00 WIB dan sore pukul 16.00–21.00 WIB. Pengendara yang melintas di akses tol yang terhubung langsung dengan jalan ganjil genap tetap wajib menyesuaikan pelat nomor kendaraan.Baca juga: Wisatawan Menuju Gunungkidul Diimbau Gunakan Jalur AlternatifAdapun 28 akses gerbang tol di Jakarta yang terkena ganjil genap pada pekan ini sebagai berikut:1. Jalan Anggrek Neli Murni sampai akses masuk Tol Jakarta-Tangerang2. Off ramp Tol Slipi/Palmerah/Tanah Abang sampai Jalan Brigjen Katamso3. Jalan Brigjen Katamso sampai Gerbang Tol Slipi 24. Off ramp Tol Tomang/Grogol sampai Jalan Kemanggisan Utama5. Simpang Jalan Palmerah Utara-Jalan KS Tubun sampai Gerbang Tol Slipi 16. Jalan Pejompongan Raya sampai Gerbang Tol Pejompongan7. Off ramp Tol Slipi/Palmerah/Tanah Abang sampai akses masuk Jalan Tentara Pelajar8. Off ramp Tol Benhil/Senayan/Kebayoran sampai akses masuk Jalan Gerbang Pemuda9. Off ramp Tol Kuningan/Mampang/Menteng sampai simpang Kuningan10. Jalan Taman Patra sampai Gerbang Tol Kuningan 211. Off ramp Tol Tebet/Manggarai/Pasar Minggu sampai simpang Pancoran12. Simpang Pancoran sampai Gerbang Tol Tebet13. Jalan Tebet Barat Dalam Raya sampai Gerbang Tol Tebet 214. Off ramp Tol Tebet/Manggarai/Pasar Minggu sampai Jalan Pancoran Timur II15. Off ramp Tol Cawang/Halim/Kampung Melayu sampai simpang Jalan Otto Iskandardinata-Jalan Dewi Sartika16. Simpang Jalan Dewi Sartika-Jalan Otto Iskandardinata sampai Gerbang Tol Cawang17. Off ramp Tol Halim/Kalimalang sampai Jalan Inspeksi Saluran Kalimalang18. Jalan Cipinang Cempedak IV sampai Gerbang Tol Kebon Nanas19. Jalan Bekasi Timur Raya sampai Gerbang Tol Pedati20. Off ramp Tol Pisangan/Jatinegara sampai Jalan Bekasi Barat21. Off ramp Tol Jatinegara/Klender/Buaran sampai Jalan Bekasi Timur Raya22. Jalan Bekasi Barat sampai Gerbang Tol Jatinegara23. Simpang Jalan Rawamangun Muka Raya-Jalan Utan Kayu Raya sampai Gerbang Tol Rawamangun24. Off ramp Tol Rawamangun/Salemba/Pulogadung sampai simpang Jalan Utan Kayu Raya-Jalan Rawamangun Muka Raya25. Off ramp Tol Rawamangun/Salemba/Pulogadung sampai simpang Jalan H Ten Raya-Jalan Rawasari Selatan26. Simpang Jalan Rawasari Selatan-Jalan H Ten Raya sampai Gerbang Tol Pulomas27. Off ramp Tol Cempaka Putih/Senen/Pulogadung sampai simpang Jalan Letjend Suprapto-Jalan Perintis Kemerdekaan28. Simpang Jalan Pulomas sampai Gerbang Tol Cempaka Putih

| 2026-02-03 11:36