Seberapa Jauh Ekspansi Sawit di Tanah Papua? Ini Data BPS

2026-01-12 04:28:56
Seberapa Jauh Ekspansi Sawit di Tanah Papua? Ini Data BPS
- Presiden Prabowo Subianto ingin menjadikan Papua swasembada energi dengan mengoptimalkan minyak nabati yang bisa dihasilkan dari tanaman kelapa sawit."Dan juga nanti kita berharap di daerah Papua pun harus ditanam kelapa sawit supaya bisa menghasilkan juga BBM," kata Prabowo di Istana Negara dikutip pada Rabu .Kepala Negara menginginkan, Tanah Papua juga ditanami tanaman-tanaman perkebunan lain penghasil etanol. Dengan merealisasikan rencana ini, diharapkan kawasan paling Timur Indonesia ini bisa memenuhi kebutuhan energinya sendiri."Juga tebu menghasilkan etanol, singkong cassava juga untuk menghasilkan etanol sehingga kita rencanakan dalam 5 tahun Semua daerah bisa berdiri di atas kakinya sendiri swasembada pangan dan swasembada energi," ucap dia.Prabowo menyebut, bila rencananya itu bisa terwujud, negara bisa menghemat devisa ratusan triliun rupiah karena bisa melepas ketergantungan impor BBM dari luar negeri."Dengan demikian kita akan menghemat ratusan triliun untuk subsidi, ratusan triliun untuk impor BBM dari luar negeri. Tahun ini tiap tahun kita mengeluarkan peraturan triliun untuk impor BBM kalau kita bisa tanam kelapa sawit, tanam singkong, tanam serbuk pakai tenaga surya dan tenaga air bayangkan berapa ratus triliun kita bisa hemat tiap tahun," beber Prabowo.Baca juga: Dominasi Riau di Perkebunan Sawit"Menteri ESDM berapa impor kita BBM dari luar? Rp 520 triliun, bayangkan kalau kita bisa potong setengah berarti ada Rp 250 triliun apalagi kita bisa potong Rp 500 triliun, Rp 500 triliun itu berarti tiap Kabupaten bisa punya kemungkinan bisa punya satu triliun tiap Kabupaten, bagaimana membangunnya kita coba bayangkan kita negara kaya apa?" tegasnya.Merujuk pada data Badan Pusat Statistik (BPS) pada 2024, wilayah Tanah Papua menunjukkan variasi luasan kebun sawit yang cukup signifikan antardaerah otonom baru (DOB), mulai dari Papua Selatan dengan luasan terbesar hingga Papua Pegunungan yang tercatat belum memiliki perkebunan kelapa sawit.Meski tanahnya sangat potensian ditanami kelapa sawit, di sisi lain, Papua juga dikenal sebagai wilayah dengan kekayaan hutan dan keanekaragaman hayati yang tinggi, sehingga isu sawit jadi polemik panas.Berdasarkan data perkebunan kelapa sawit di Papua menurut BPS, Papua Selatan tercatat sebagai provinsi dengan luasan perkebunan kelapa sawit terbesar di Tanah Papua, yakni mencapai 97,77 hektar.Meski sangat kecil dibandingkan daerah di pulau lainnya di Indonesia, angka ini menempatkan Papua Selatan sebagai wilayah yang paling intensif mengembangkan komoditas sawit dibandingkan provinsi Papua lainnya.Baca juga: Sebaran Perkebunan Sawit Sumatera, Terkonsentrasi di 7 Provinsi IniPosisi geografis Papua Selatan yang relatif lebih datar serta aksesibilitas wilayah yang lebih terbuka dibandingkan daerah pegunungan dinilai menjadi salah satu faktor pendukung berkembangnya perkebunan kelapa sawit di provinsi ini.Sementara itu, Papua Barat mencatat luasan perkebunan kelapa sawit sebesar 48,33 hektar, disusul Papua Barat Daya dengan 38,42 hektar. Kedua wilayah ini sejak lama dikenal sebagai pintu masuk awal pengembangan perkebunan skala besar di Tanah Papua.Untuk Provinsi Papua, BPS mencatat luasan perkebunan kelapa sawit mencapai 42,17 hektar. Angka ini menunjukkan bahwa aktivitas perkebunan sawit tetap berjalan, meski tidak sebesar Papua Selatan maupun Papua Barat.Adapun Papua Tengah tercatat memiliki luasan perkebunan kelapa sawit yang relatif kecil, yakni 9,37 hektar. Kondisi geografis yang didominasi wilayah pegunungan dan tantangan akses menjadi salah satu faktor yang membatasi pengembangan perkebunan sawit di provinsi ini.Menariknya, Papua Pegunungan tercatat memiliki luasan perkebunan kelapa sawit 0,00 hektar. Hal ini menunjukkan bahwa hingga 2024, belum terdapat aktivitas perkebunan kelapa sawit yang tercatat secara statistik di wilayah tersebut.Baca juga: Jejak Sawit di Indonesia, Awalnya Tanaman Percobaan Belanda


(prf/ega)