Menteri LH: Perubahan Iklim Nyata Terjadi, Persetujuan Lingkungan Dievaluasi

2026-01-12 04:16:55
Menteri LH: Perubahan Iklim Nyata Terjadi, Persetujuan Lingkungan Dievaluasi
MEDAN, - Menteri Lingkungan Hidup, Hanif Faisol Nurofiq, menegaskan pemerintah akan mengevaluasi total persetujuan lingkungan menyusul meningkatnya intensitas hujan dan bencana hidrometeorologi.Hal itu disampaikan Hanif usai meninjau lokasi banjir dan longsor di Kecamatan Garoga, Kabupaten Tapanuli Utara, Sumatera Utara, Sabtu .“Persetujuan lingkungan kita itu variabel asumsi hujan ada di 125 milimeter. Hari ini hujan kita sudah di atas 250 milimeter. Jadi ada lonjakan curah hujan,” kata Hanif kepada awak media di Bandara Internasional Kualanmu.Ia menyebut lonjakan curah hujan menandakan perubahan iklim sudah nyata terjadi.Baca juga: Diguyur Hujan, Banjir Terjang Ratusan Rumah di Perbatasan Medan-Deli Serdang“Perubahan iklim ini bukan akan, tapi sedang terjadi,” ujarnya.Hanif mengatakan, kondisi tersebut akan menjadi dasar pemerintah untuk meninjau ulang seluruh persetujuan lingkungan, terutama di wilayah rawan bencana.“Tentu pemerintah menyadari adanya variabel yang mengharuskan untuk me-review semua persetujuan yang ada di daerah, terutama Sumatera Utara bagian selatan dan barat daya,” ucapnya.Ia menegaskan mitigasi menjadi langkah utama.“Maka tidak bisa tidak mitigasi menjadi hal yang paling utama. Pemerintah daerah harus mengecek ulang wilayah potensi bencana, misalnya yang berada di pinggir sungai,” kata Hanif.Sebelumnya, Kementerian Lingkungan Hidup menghentikan sementara operasional PT Agincourt Resources, PTPN III, dan PT North Sumatera Hydro Energy (NSHE) setelah inspeksi di hulu DAS Batang Toru dan Garoga.“Berdasarkan temuan lapangan, pemerintah memutuskan menghentikan sementara operasional ketiga perusahaan tersebut,” ujar Hanif.Selain penghentian operasional, pemerintah juga mewajibkan audit lingkungan untuk memastikan kepatuhan terhadap standar perlindungan lingkungan hidup.


(prf/ega)