Hari Pahlawan 2025: Jejak Sejarah di Balik Penetapannya

2026-02-03 17:52:14
Hari Pahlawan 2025: Jejak Sejarah di Balik Penetapannya
Jakarta- Setiap 10 November, masyarakat Indonesia memperingati Hari Pahlawan Nasional. Peringatan ini untuk menghormati para pejuang yang gugur membela kemerdekaan.Peringatan Hari Pahlawan diisi dengan upacara bendera, ziarah ke makam pahlawan, doa bersama, serta berbagai kegiatan bertema kepahlawanan seperti lomba dan seminar sejarah.Salah satu tokoh penting dalam peristiwa 10 November 1945 adalah Bung Tomo, yang melalui siaran radio membangkitkan semangat rakyat Surabaya untuk melawan penjajah.AdvertisementPresiden Prabowo Subianto mengajak generasi muda Indonesia untuk meneladani semangat para pahlawan dan menumbuhkan cinta yang tulus pada Tanah Air. Dia menekankan pentingnya menempatkan kepentingan bangsa di atas kepentingan pribadi maupun golongan.Pesan tersebut disampaikan melalui Menteri Sosial Syaefullah Yusuf (Gus Ipul) pada peringatan Hari Pahlawan, Minggu .“Kerelaannya untuk mengutamakan kepentingan bersama, menekan kepentingan pribadi dan golongan,” ujar Gus Ipul menyampaikan pesan Prabowo.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#2

“Fitur ini dapat memberi kendali kepada pengguna untuk menetapkan batas waktu menonton Shorts. Intervensi kecil seperti ini penting untuk membantu anak dan remaja belajar mengatur diri, jelas Graham.Pantauan KompasTekno, area Mental Health Shelf dan fitur pembatasan Shorts memang sudah bisa dijajal di Indonesia.Seperti disebutkan di atas, rak Mental Health Shelf yang dilabeli From health sources akan muncul ketika pengguna memasukkan kata kunci yang berkaitan dengan penyakit mental.Baca juga: MTV Tutup Lima Channel Musik Akhir 2025, Tergeser YouTube dan Medsos?Sementara fitur pembatasan YouTube Shorts bisa diakses melalui menu pengaturan, tepatnya Settings > Time management > dan Shorts feed limit./Bill Clinten Fitur pembatasan waktu menonton Shorts yang baru dirilis YouTube di Indonesia.Country Head YouTube Indonesia, Suwandi Widjaja mengatakan kedua fitur ini merupakan komitmen YouTube untuk membantu remaja Indonesia membangun kebiasaan digital yang lebih sehat serta mengakses informasi yang lebih bertanggung jawab.Di Indonesia, Suwandi menyebut kesehatan mental remaja akan menjadi salah satu fokus dan perhatian YouTube di Indonesia.“Kami sangat serius dengan komitmen kami soal kesehatan mental, dan ini akan menjadi topik yang akan terus menjadi fokus YouTube ke depannya,” kata Suwandi./Bill Clinten Country Head YouTube Indonesia, Suwandi Widjaja dalam acara Beranda Jiwa di kantor Google Indonesia di kawasan SCBD, Jakarta Selatan, Kamis .Meski jadi fokus YouTube di masa depan, Suwandi menambahkan bahwa dukungan kreator dan pakar menjadi elemen penting agar komitmen ini juga bisa dijalankan dengan baik.Baca juga: YouTube Sulap Video Burik Lawas Jadi Bening dengan AI“Kami membutuhkan bantuan dan kerja sama untuk melanjutkan komitmen kami dan program terkait kesehatan mental di masa depan, sekaligus memperluas jangkauannya,” pungkas Suwandi.

| 2026-02-03 16:16