Aksi Solidaritas, PIS Bantu Warga Terdampak Banjir Sumut, Sumbar & Aceh

2026-01-14 14:56:03
Aksi Solidaritas, PIS Bantu Warga Terdampak Banjir Sumut, Sumbar & Aceh
PT Pertamina International Shipping (PIS) menyalurkan bantuan kebutuhan pokok bagi masyarakat terdampak banjir di wilayah Sumatra Barat, Sumatra Utara, dan Aceh. Langkah ini menjadi upaya PIS untuk hadir langsung di tengah masyarakat, memberikan dukungan nyata, serta membantu meringankan beban warga yang tengah menghadapi masa sulit.Melalui program Pertamina Peduli, PIS menyalurkan paket bantuan yang terdiri dari selimut, perlengkapan kebutuhan harian, serta peralatan sanitasi pribadi. Bantuan diserahkan pada Minggu (30/11), dengan berkoordinasi bersama Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan lembaga swadaya masyarakat Filantra. Hal ini bertujuan agar penyaluran berlangsung tepat sasaran dan menyentuh masyarakat di posko-posko pengungsian."Kami berharap bantuan ini dapat membantu meringankan beban warga hingga proses pemulihan kondisi di wilayah yang terdampak. Untuk itu, melalui Program Pertamina Peduli, kami turut bersinergi dengan Pertamina Group, bekerja bersama memastikan pemenuhan kebutuhan masyarakat terdampak secepatnya," ujar Pjs Corporate Secretary PIS, Alih Istik Wahyuni dalam keterangan tertulis, Senin (1/12/2025).Aksi bantuan ini diharapkan dapat memantik semangat kepedulian sosial yang lebih luas dan mendorong kolaborasi berbagai pihak untuk turut membantu masyarakat yang terdampak. Inisiatif ini juga diharapkan dapat mempererat hubungan antara perusahaan, para pemangku kepentingan, dan masyarakat setempat dalam menghadapi situasi darurat.PIS juga menegaskan proses penyaluran bantuan tidak berhenti pada tahap awal ini. Bantuan lanjutan saat ini sedang dipersiapkan dan didistribusikan secara bertahap dengan berkoordinasi langsung bersama BNPB serta instansi terkait lainnya. Adapun bantuan lanjutan ini bertujuan untuk memastikan seluruh dukungan yang diberikan tepat sasaran dan dapat sesegera mungkin diterima warga yang membutuhkan."Bantuan selanjutnya akan terus disalurkan agar dapat menjangkau masyarakat secara merata dan sesuai kebutuhan di lapangan. Kami berharap dukungan yang diberikan dapat membantu meringankan beban warga yang terdampak," tutup Alih. Tonton juga video "Ketua MPR Singgung Kerusakan Lingkungan Picu Bencana di Sumatera"[Gambas:Video 20detik]


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#2

Sekretariat Satgas PASTI, Hudiyanto, mengatakan sejak IASC beroperasi pada 22 November 2024 hingga 11 November 2025, lembaga itu telah menerima 343.402 laporan penipuan. Laporan tersebut menunjuk 563.558 rekening yang terkait aktivitas penipuan, di mana 106.222 rekening telah diblokir.Dari keseluruhan laporan, total kerugian yang dilaporkan korban mencapai Rp 7,8 triliun, sementara upaya pemblokiran dana berhasil menahan Rp 386,5 miliar.“Sejak awal beroperasi di tanggal 22 November 2024 sampai dengan 11 November 2025, IASC telah menerima 343.402 laporan penipuan. Total rekening terkait penipuan yang dilaporkan ke IASC sebanyak 563.558 rekening dengan 106.222 rekening telah dilakukan pemblokiran,” ujar Hudiyanto lewat keterangan pers, Sabtu .Baca juga: Penipuan AI Deepfake Kian Marak, Keamanan Identitas Digital Diuji“Adapun total kerugian dana yang dilaporkan oleh korban penipuan sebesar Rp 7,8 triliun dengan dana yang telah berhasil diblokir sebesar Rp 386,5 miliar,” paparnya. Menurut Hudiyanto, angka-angka itu memperlihatkan sejauh mana pelaku memanfaatkan platform digital untuk menjerat korban, mulai dari pinjaman online alias pinjol ilegal hingga tawaran investasi palsu, sehinggga penindakan masif diperlukan untuk melindungi konsumen.Sebagai bagian dari penindakan, Satgas PASTI kembali memblokir 776 aktivitas dan entitas keuangan ilegal, yang terdiri atas 611 entitas pinjaman online ilegal, 96 penawaran pinjaman pribadi (pinpri), dan 69 tawaran investasi ilegal.

| 2026-01-14 14:47