Makan Malam Bersama Mantan PM Singapura, Walkot Pekanbaru Bahas Pembangunan Kota

2026-02-03 06:36:53
Makan Malam Bersama Mantan PM Singapura, Walkot Pekanbaru Bahas Pembangunan Kota
Walikota Pekanbaru Agung Nugroho bertemu langsung dengan mantan Perdana Menteri Singapura, Goh Chok Tong. Pertemuan dengan pemimpin yang dikenal membawa Singapura memasuki fase stabilitas ekonomi ini, berlangsung pada Kamis malam.Dimana, selain Wako Agung, turut hadir beberapa kepala daerah yang saat ini mengikuti penguatan bersama Lemhanas dan Kemendagri.Dalam diskusi, Wako Agung mengatakan, Chok Tong sempat membagikan pengalamannya dalam membangun Singapura pada awal 1990-an. Kata dia ada beberapa aspek yang harus dikuatkan bila ingin memajukan sebuah kota."Yang pertama beliau menekankan bagaimana pentingnya investasi sumber daya manusia menjadi sesuatu yang penting untuk kemajuan suatu daerah," ucap Wako Agung.Menurut dia, apa yang disampaikan Chok Tong juga tengah ia tingkatkan di Pekanbaru. Salah satunya melalui program Zero Putus Sekolah. Dimana Pemko Pekanbaru, menjamin seluruh anak dapat bersekolah dengan gratis."Memang yang pertama dibahas beliau adalah persoalan pendidikan. Saya sepakat, bahwa penguatan sistem belajar, terutama agar sekolah, merupakan fondasi, bukan beban anggaran," sebutnya."Kalau kita ingin memajukan sektor sumber daya manusia, maka pendidikan dan kesehatan menjadi sesuatu yang tidak bisa ditawar-tawar. Begitu kata beliau," sambung Agung.Selain persoalan pendidikan, Chok Tong juga banyak membahas kesehatan. Dimana Singapura saat ini menjadi salah satu rujukan pengobatan dunia."Selain itu kami juga membahas pemberdayaan anak muda, terutama soal ketidaksesuaian kompetensi tenaga kerja dengan kebutuhan pasar. Nah ini pula yang sedang kami fokuskan di Pekanbaru," paparnya.Agung melanjutkan, pertemuan di Singapura malam itu menjadi bagian dari rangkaian pembelajaran bagi para kepala daerah, yang menggambarkan fokus pada penguatan pendidikan, kesehatan, dan kompetensi generasi muda.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#3

“Fitur ini dapat memberi kendali kepada pengguna untuk menetapkan batas waktu menonton Shorts. Intervensi kecil seperti ini penting untuk membantu anak dan remaja belajar mengatur diri, jelas Graham.Pantauan KompasTekno, area Mental Health Shelf dan fitur pembatasan Shorts memang sudah bisa dijajal di Indonesia.Seperti disebutkan di atas, rak Mental Health Shelf yang dilabeli From health sources akan muncul ketika pengguna memasukkan kata kunci yang berkaitan dengan penyakit mental.Baca juga: MTV Tutup Lima Channel Musik Akhir 2025, Tergeser YouTube dan Medsos?Sementara fitur pembatasan YouTube Shorts bisa diakses melalui menu pengaturan, tepatnya Settings > Time management > dan Shorts feed limit./Bill Clinten Fitur pembatasan waktu menonton Shorts yang baru dirilis YouTube di Indonesia.Country Head YouTube Indonesia, Suwandi Widjaja mengatakan kedua fitur ini merupakan komitmen YouTube untuk membantu remaja Indonesia membangun kebiasaan digital yang lebih sehat serta mengakses informasi yang lebih bertanggung jawab.Di Indonesia, Suwandi menyebut kesehatan mental remaja akan menjadi salah satu fokus dan perhatian YouTube di Indonesia.“Kami sangat serius dengan komitmen kami soal kesehatan mental, dan ini akan menjadi topik yang akan terus menjadi fokus YouTube ke depannya,” kata Suwandi./Bill Clinten Country Head YouTube Indonesia, Suwandi Widjaja dalam acara Beranda Jiwa di kantor Google Indonesia di kawasan SCBD, Jakarta Selatan, Kamis .Meski jadi fokus YouTube di masa depan, Suwandi menambahkan bahwa dukungan kreator dan pakar menjadi elemen penting agar komitmen ini juga bisa dijalankan dengan baik.Baca juga: YouTube Sulap Video Burik Lawas Jadi Bening dengan AI“Kami membutuhkan bantuan dan kerja sama untuk melanjutkan komitmen kami dan program terkait kesehatan mental di masa depan, sekaligus memperluas jangkauannya,” pungkas Suwandi.

| 2026-02-03 05:16