Pimpinan DPR Bertemu BGN-Persagi, Bahas Percepatan Operasional MBG

2026-01-17 07:27:46
Pimpinan DPR Bertemu BGN-Persagi, Bahas Percepatan Operasional MBG
Pimpinan DPR RI yang diwakili Wakil Ketua DPR Cucun Ahmad Syamsurijal menggelar pertemuan dengan Wakil Kepal Badan Gizi Nasional (BGN) Sony Sanjaya dan Ketua Umum Persatuan Ahli Gisi Indonesia (Persagi), Doddy Izwardy. Pertemuan dilakukan untuk membahas percepatan pelaksanaan operasional dapur makan bergizi gratis (MBG).Cucun menyebut pertemuan itu tindak lanjut dari RDP (rapat dengar pendapat) di DPR tanggal 12 November yang lalu. Salah satu yang dibahas adalah pembagian tenaga petugas yang tidak merata ."Menyikapi terkait untuk percepatan pelaksanaan operasional di dapur-dapur MBG ini, ada di wilayah satu kabupaten kelebihan misalkan ada tenaga akuntan, di kabupaten lain kekurangan. Ada di satu kabupaten kebutuhan ahli gizi, di kabupaten lain kekurangan," kata Cucun usai pertemuan tersebut di DPR, Jakarta, Senin .Cucun menjelaskan, BGN dengan Persagi mau bekerjasama untuk mengatasi masalah kekurangan ahli gizi. Persagi, kata dia, memiliki banyak sumber daya untuk ahli gizi."Sebetulnya hari ini, saya sampaikan bahwa BGN dengan Persagi sudah mau akad nikah, sudah mau ada perjanjian kerja sama, menandatangani terkait hasil tindak lanjut rapat di Komisi IX," sebut dia."Kekurangan ahli gizi, mereka punya resource 53.000, tetapi nanti kita lihat pemetaannya. Apakah 53.000 yang ber-KTA Persagi ini sudah bekerja di mana, atau masih belum punya pekerjaan, atau fresh graduate yang mau keluar," tambahnya.Kesepakatan itu perlu dilakukan untuk mengatasi masalah kekurangan ahli gizi yang ada untuk program MBG. Program ini sendiri harus terus berjalan."Dapur ini nggak bisa ditunda, harus berjalan. Kalau misalkan sementara sebelum tenaga ini terpenuhi, nanti (Persagi) akan menyampaikan apakah dengan pengawasan Persagi bisa menggunakan tenaga yang bukan ahli gizi," sebutnya.Lihat Video: Waka DPR Cucun Dukung Kerjasama BGN-Persagi untuk Ahli Gizi MBG[Gambas:Video 20detik]


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#2

Kebijakan ini tertuang dalam Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 12 Tahun 2025 yang mengatur Pajak Pertambahan Nilai (PPN) dan Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM) yang ditanggung pemerintah untuk kendaraan listrik tertentu.Namun, penghentian insentif diprediksi membuat penjualan BEV pada tahun depan melambat.“Tentu itu akan merubah penjualan mobil listrik, apalagi saat ini kondisi ekonomi kita masih menantang. Penggerak roda industri otomotif kan pada middle income class,” ujar Yannes saat ditemui belum lama ini.Meski begitu, Yannes menekankan bahwa pasar kendaraan elektrifikasi secara keseluruhan belum tentu melemah.“Total segmentasi BEV kemungkinan akan melambat, tetapi pertumbuhan kelak akan digerakkan BEV rakitan lokal ya,” lanjutnya.Meski begitu, Yannes menilai pasar kendaraan elektrifikasi secara keseluruhan belum tentu melemah. Segmen hybrid electric vehicle (HEV) diperkirakan akan tumbuh, karena menawarkan kombinasi efisiensi bahan bakar tanpa kekhawatiran jarak tempuh.“Segmentasi HEV akan sangat subur, karena konsumen rasional akan memilih HEV sebagai safe haven. Efisiensi BBM ada, range anxiety nol,” ujar Yannes.Ia menambahkan, untuk menjaga momentum pertumbuhan kendaraan listrik, peran kelas menengah menjadi kunci.“PR kita pertama adalah menaikkan middle income class kita. Ekonomi tolong buktikan bisa tembus 5,4 persen tahun ini dan 6 persen di tahun depan,” kata Yannes.Baca juga: Mobil Listrik Indonesia: BYD Dominasi, Jaecoo dan Wuling Bersaing/Adityo Wisnu Mobil hybrid Rp 300 jutaan“Dan janji di 2029 tercapai, yaitu 8 persen. Itu baru kita bisa belanja dengan enak lagi,” tutupnya.Berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), penjualan mobil berbasis baterai sepanjang 2025 mencatat pertumbuhan signifikan.Dari Januari hingga November 2025, wholesales BEV telah mencapai 82.525 unit, naik 113 persen dibanding periode sama tahun lalu.Segmen PHEV juga mencatat lonjakan luar biasa, meningkat 3.217 persen menjadi 4.312 unit, sementara mobil hybrid mengalami pertumbuhan 6 persen, dari 53.986 unit pada periode sama tahun lalu menjadi 57.311 unit.

| 2026-01-17 07:51