Bertemu Pimpinan Redaksi Media, Menteri P2MI Siapkan 500.000 Pekerja Migran pada 2026

2026-01-15 10:17:07
Bertemu Pimpinan Redaksi Media, Menteri P2MI Siapkan 500.000 Pekerja Migran pada 2026
- Menteri Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) Mukhtarudin menyatakan kesiapan Kementerian P2MI untuk menyiapkan 500.000 pekerja migran Indonesia (PMI) pada 2026.Langkah itu sejalan dengan target Presiden RI Prabowo Subianto untuk mencetak sebanyak mungkin sumber daya manusia (SDM) Indonesia yang terampil. Dalam upaya merealisasikan target tersebut, Kementerian P2MI tengah melakukan serangkaian persiapan intensif, mulai dari peningkatan kapasitas dan pelatihan SDM hingga pemetaan sebaran kebutuhan di berbagai negara tujuan. "Yang jelas, kami akan melakukan program quick win dari Bapak Presiden, yaitu menyiapkan 500.000 pekerja migran, baik dari sisi fokusnya, penyiapan SDM-nya, maupun penempatannya," katanya dalam rilis pers yang diterima Kompas.com, Rabu .Hal itu dikatakan Mukhtarudin dalam acara media gathering Kementerian P2MI dengan pimpinan redaksi media nasional di Jakarta, Selasa .Baca juga: Pekerja Migran Gaji Rp 14 Juta Masih Bisa Beli Rumah SubsidiPada kesempatan itu, Mukhtarudin juga menekankan pentingnya kerja sama lintas sektor dan kemitraan strategis sebagai kunci keberhasilan."Kami akan bekerja sama dengan seluruh stakeholders, instrumen-instrumen negara, lembaga, instansi pemerintah di tingkat pusat maupun daerah, serta berkaitan juga dengan program-program kementerian," jelasnya. Salah satu inisiatif konkret yang digencarkan adalah pemanfaatan program Sekolah Rakyat sebagai wadah peningkatan kualitas SDM calon PMI.Melalui pendekatan itu, kata Mukhtarudin, pemerintah dapat menyediakan edukasi, vokasi, dan pendidikan yang selaras dengan tuntutan pasar kerja global. "Ini harus kami lakukan karena ini program quick win dan core program yang diumumkan langsung oleh Bapak Presiden sehingga menjadi prioritas," terangnya.Mukhtarudin menambahkan, Kementerian P2MI juga akan memperkuat aspek perlindungan dan pemberdayaan PMI melalui sinergi dengan kementerian lain, pemerintah daerah, lembaga pelatihan, serta perguruan tinggi. Baca juga: Menteri Mukhtarudin: Indonesia Siaga Penuh Lindungi Pekerja Migran Korban Kebakaran Tai Po Hong Kong“Jadi, semuanya akan kami lakukan secara sistematis dan berkelanjutan," tegasnya.Selain itu, program peningkatan SDM tidak hanya diharapkan meningkatkan jumlah PMI terampil, tetapi juga memastikan perlindungan mereka sejak pra-penempatan hingga pasca-kepulangan, guna mendukung pembangunan nasional secara berkelanjutan.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#3

Selain kecepatan internet mobile, DataReportal x Ookla ini juga mengungkap kecepatan internet kabel (fixed broadband) di Indonesia.Adapun median download speed internet kabel di Indonesia kini tercatat di 39,88 Mbps, naik 24,4 persen dari tahun lalu.Sementara median upload kini tercatat di angka 26,61 Mbps (naik 37,4 persen) dan latensi di angka 7 ms (turun 12,5 persen).Perlu dicatat, laporan ini menggunakan pengukuran median. Ini merujuk pada kecepatan rata-rata tengah ketika pengguna mengunduh data dari internet ke perangkat.Berbeda dengan rata-rata biasa (mean) yang bisa dipengaruhi oleh hasil pengukuran ekstrem, median menunjukkan angka tengah dari seluruh tes kecepatan.Artinya, setengah pengguna di Indonesia mendapatkan kecepatan unduh di bawah 45,01 Mbps, dan setengahnya lagi di atas angka tersebut, ketika menggunakan data seluler. Dengan cara ini, data dianggap lebih merepresentasikan pengalaman nyata pengguna sehari-hari.speedtest Dalam kategori internet seluler, Bekasi menempati posisi ke -118 (dari 148 kota) secara global, sekaligus menjadi yang tertinggi di Indonesia dengan kecepatan unduh (download speed) median 54,59 MbpsDalam laporan Ookla yang dipublikasi secara terpisah, Bekasi dan Jakarta Selatan (Jaksel) tercatat sebagai kota dengan internet tercepat di Indonesia, kecepatannya tembus di atas 50 Mbps untuk data seluler.Baca juga: Kecepatan Internet Indonesia Meningkat 10 Kali Lipat sejak 2014Laporan Speedtest merinci, dalam kategori internet seluler, Bekasi punya nilai tengah download speed 54,59 Mbps. Sementara Jaksel dengan 52,29 Mbps.Selain itu, Speedtest juga mengukur angka tengah kecepatan unggah (upload speed) dan latensi.Menurut laporan Speedtest, Bekasi punya kecepatan unggah 21,05 Mbps dan latensi 18 ms. Sementara, Jaksel punya kecepatan unggah 17,84 Mbps dan latensi 20 ms.Capaian ini menjadikan keduanya sebagai representasi kota dengan internet tercepat di Indonesia, meski secara global posisinya masih di papan bawah.

| 2026-01-15 09:20