IHSG Dibuka Menguat ke Level 8.386,27

2026-01-15 18:12:55
IHSG Dibuka Menguat ke Level 8.386,27
JAKARTA, - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka menguat tipis pada awal perdagangan hari ini, Rabu .Berdasarkan data RTI, indeks naik 19,75 poin atau 0,24 persen ke level 8.386,27 setelah pada sesi sebelumnya ditutup melemah.Sejak pembukaan, IHSG bergerak di rentang 8.377,49 - 8.397,21.Volume perdagangan tercatat mencapai 7,34 miliar lembar saham dengan nilai transaksi sekitar Rp 2,45 triliun dan frekuensi 326.944 kali transaksi.Baca juga: IHSG Hari Ini Bakal Bangkit? Simak Proyeksi AnalisSebanyak 245 saham menguat, sementara 228 saham melemah, dan 196 saham stagnan.Dari data perdagangan pada pukul 09.14 WIB, sektor non-cyclical menjadi penopang utama penguatan pasar dengan lonjakan 1,50 persen, diikuti oleh teknologi yang naik 1,34 persen, serta infrastruktur yang turut menguat 1,26 persen.Sektor transportasi dan logistik juga mencatatkan performa positif dengan kenaikan 1,17 persen.Adapun sektor barang siklikal (cyclical) naik 0,26 persen, dan sektor keuangan bergerak tipis positif 0,02 persen.Sebaliknya, sejumlah sektor masih berada di zona merah. Sektor energi terkoreksi 0,30 persen.Sektor properti dan kesehatan masing-masing melemah 0,42 persen, sementara industri dasar turun 0,16 persen dan manufaktur melemah tipis 0,09 persen.Analis MNC Sekuritas Indonesia, Herditya Wicaksana, sebelumnya mencatat pelemahan IHSG masih bersifat teknikal dan membuka peluang untuk rebound dalam waktu dekat.Dari risetnya, IHSG telah mencapai area koreksi yang sebelumnya diproyeksikan.Berdasarkan skenario terbaik (best case), IHSG saat ini masih berada pada bagian dari wave (iii) dari wave [iii], sehingga berpeluang menguat menuju rentang 8.487-8.539.“Best case (hitam), IHSG masih berada pada bagian dari wave (iii) dari wave [iii], sehingga IHSG masih berpeluang menguat ke rentang area 8.487-8.539. Cermati area 8.279-8.332 sebagai area koreksi berikutnya,” ujar Herditya lewat analisis hariannya.Secara teknikal, level penting IHSG berada pada Support: 8.332 dan 8.276. Sementara Resistance 8.488 dan 8.532.Analis Kiwoom Sekuritas Indonesia, Oktavianus Audi, menilai IHSG diperkirakan bergerak cenderung melemah terbatas pada perdagangan Rabu hari ini.Berdasarkan analisis teknikal, IHSG berpotensi berfluktuasi di kisaran support 8.283 dan resistance 8.440.Indikator MACD menunjukkan tren yang mulai melandai, sementara Relative Strength Index (RSI) juga mengalami penurunan, menandakan momentum penguatan mulai terbatas dan tekanan jual masih terasa di pasar.“Pasar masih akan dipengaruhi oleh rilis kinerja emiten 3Q25, pelemahan nilai rupiah terhadap dollar AS, dan penantian rilis data inflasi AS yang akan mempengaruhi stand Fed pada kebijakan suku bunga,” paparnya.Baca juga: Wall Street Melejit ke Rekor Baru di Tengah Harapan Akhir Shutdown, Saham AI Justru Tertekan


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#4

Balai Gakkumhut Wilayah Jabalnusra telah melakukan penelusuran lapangan pada Minggu, 25 Oktober 2025. Titik yang diduga tambang ilegal berada di Desa Prabu, Kecamatan Pujut, Lombok Tengah, sekitar 11 km (±30 menit) dari Sirkuit Mandalika. Verifikasi awal menunjukkan tambang rakyat di APL ±4 hektare yang berbatasan dengan Taman Wisata Alam (TWA) Gunung Prabu.Ekspansi sawit memperlihatkan bentuk lain dari keyakinan berlebihan manusia. Sawit dijanjikan sebagai motor ekonomi baru tetapi kita jarang bertanya mengapa keberhasilan ekonomi harus selalu diukur dengan skala penguasaan lahan.Dengan mengganti keanekaragaman hutan menjadi monokultur sawit manusia sedang menghapus ingatan ekologis bumi. Kita menciptakan ruang yang tampak hijau tetapi sebenarnya mati secara biologis. Daun daun sawit yang tampak subur menutupi kenyataan bahwa di bawahnya berkurang kehidupan tanah yang dulu kaya mikroorganisme.Kita menggantikan keindahan struktur alam dengan pola bisnis yang mengabaikan kerumitan ekologis. Sebuah bentuk kesombongan manusia yang percaya bahwa alam akan selalu menyesuaikan diri tanpa batas.Tambang adalah babak lain dari cerita yang sama tetapi dengan luka yang lebih dalam. Kawasan tambang yang menganga seperti tubuh bumi yang dipaksa menyerahkan organ vitalnya bukan karena kebutuhan manusia tetapi karena ketamakan ekonomi. Kita menukar keindahan hutan tropis dengan bongkahan mineral yang akan habis dalam beberapa tahun.Kita merusak sungai yang mensuplai kehidupan masyarakat setempat demi bahan baku industri global. Namun politik pembangunan sering memandang aktivitas tambang sebagai harga yang wajar untuk kemajuan nasional. Dalam kenyataan sesungguhnya tambang meninggalkan ruang kosong yang tidak bisa sepenuhnya pulih bahkan setelah beberapa generasi.Baca juga: Mengapa Perkebunan Sawit Merusak Lingkungan?Inilah ironi dari proyek kemajuan yang terlalu yakin pada dirinya sendiri. Ia lupa bahwa bumi memiliki daya dukung yang terbatas dan bahwa setiap luka ekologis akan kembali menghantam manusia. Jika kita melihat seluruh fenomena ini dengan lensa filsafat sains maka krisis lingkungan Indonesia bukan semata masalah teknis tetapi masalah epistemologis.Kita salah memahami posisi kita dalam alam. Kita bertindak seolah lebih tahu daripada alam sendiri. Kita percaya bahwa teknologi mampu mengatasi semua masalah padahal teknologi hanya memberikan solusi pada sebagian kecil dari apa yang kita rusak.

| 2026-01-15 17:11