KAI Petakan Titik Rawan Jalur Kereta di Wilayah Grobogan Jelang Nataru 2025/2026

2026-02-05 08:50:51
KAI Petakan Titik Rawan Jalur Kereta di Wilayah Grobogan Jelang Nataru 2025/2026
SEMARANG, - KAI Daop 4 Semarang, Jawa Tengah, memetakan titik perlintasan kereta api yang berpotensi mengalami gangguan saat cuaca ekstrem jelang Angkutan Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025/2026.Manager Humas KAI Daop 4 Semarang, Luqman Arif, mengatakan bahwa ada tiga lokasi yang berpotensi mengalami gangguan prasarana."Lokasi yang menjadi fokus pengecekan meliputi KM 32+4/7 petak jalan Gubug – Karangjati, Jembatan BH 46 KM 21+9/0 petak jalan Brumbung – Tegowanu, serta Jembatan BH 59 KM 27+9/0 petak jalan Tegowanu – Gubug, yang merupakan titik-titik dengan potensi gangguan prasarana," kata Luqman, Senin .Baca juga: Mulai Kamis, KAI Daop 7 Operasikan KA Brantas Tambahan Antisipasi Libur NataruTitik-titik yang berpotensi mengalami gangguan itu juga sempat ditinjau oleh Menteri Perhubungan bersama Direktur Utama KAI, Bobby Rasyidin, dan Menteri Perhubungan Republik Indonesia (Menhub RI), Dudy Purwagandhi.Inspeksi ini bertujuan untuk melihat langsung kondisi prasarana perkeretaapian sekaligus memastikan langkah mitigasi di sejumlah daerah pantauan khusus (Dapsus) berjalan optimal."Peninjauan ini dilakukan untuk memastikan Stasiun Semarang Tawang sebagai salah satu stasiun utama di Jawa Tengah siap melayani peningkatan mobilitas masyarakat selama periode Nataru," ujarnya.Kesiapan prasarana, peningkatan kualitas pelayanan stasiun, serta dukungan sumber daya manusia yang siaga, membuat KAI Daop 4 Semarang optimistis Angkutan Natal dan Tahun Baru 2025/2026 dapat berlangsung dengan aman, lancar, dan memberikan kenyamanan optimal bagi seluruh pelanggan."Peninjauan ini tidak hanya mencakup kesiapan prasarana lintas dan daerah pantauan khusus, tetapi juga kesiapan stasiun dari sisi pelayanan dan kenyamanan pelanggan," ungkapnya.Melalui sinergi yang terorganisir, dia berharap Nataru tahun ini dapat dilalui dengan lancar."Seluruhnya menjadi satu kesatuan dalam memastikan Angkutan Nataru berjalan,” ujar Luqman.Menteri Perhubungan bersama Direktur Utama KAI, Bobby Rasyidin, dan Menteri Perhubungan Republik Indonesia (Menhub RI), Dudy Purwagandhi, meninjau jalur rawan kereta api di wilayah Grobogan, Jawa Tengah.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#2

Irwan mengaku bersyukur atas penghargaan yang telah diraih. Ia menekankan bahwa fokus utama perusahaan dimulai dari internal, yaitu kebahagiaan dan kesehatan karyawan, sebelum meluas ke masyarakat.“Ketika saya ditanya dewan juri, saya sampaikan bahwa fokus utama kami adalah membahagiakan dan menjaga kesehatan karyawan terlebih dahulu. Kalau karyawan yang dekat dengan kami saja tidak sehat dan bahagia, bagaimana kami bisa mengurus masyarakat yang lebih luas.” ujar Irwan kepada Kompas.com, Rabu.Irwan menambahkan, penghargaan yang diraih pihaknya  merupakan kerja kolektif seluruh karyawan dan tim.“Persyaratannya sangat banyak, ada 17 goals dan 169 target. Mustahil dicapai tanpa komitmen bersama,” kata Irwan.Pihaknya pun senantiasa mendorong seluruh elemen perusahaan berpartisipasi dalam berbagai upaya pencapaian SDGs, terutama terkait kesejahteraan sosial dan pengentasan kemiskinan.Baca juga: Anggota Komisi IX DPR Kagumi Standar Produksi Sido MunculSido Muncul juga menegaskan komitmennya untuk membantu program nasional, melalui program penanganan stunting dan tidak mengambil bagian dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG).“Kami memilih memberikan bantuan berupa dana agar ibu-ibu bisa membeli kebutuhan gizi yang sesuai. Tahun depan kontribusi kami akan ditingkatkan,” katanya./Yakob Arfin T Sasongko Direktur Sido Muncul, Dr (HC) Irwan Hidayat memegang piala penghargaan Terbaik I kategori Badan Usaha Besar Indonesia?s SDGs Action Awards 2025 berkat keberhasilan program Smartani. Program Smartani yang mengantarkan Sido Muncul meraih juara pertama merupakan inisiatif pemberdayaan masyarakat yang mencakup sektor hulu hingga hilir. Program ini telah diinisiasi sejak 2021 dan menyasar kelompok tani di wilayah Semarang.Saat ini, sedikitnya 3.000 petani dan peternak telah mendapat pendampingan dari Sido Muncul.“Di tingkat hilir, kami membina karyawan untuk menjadi distributor. Sekarang ada sekitar 60 hingga 70 distributor yang dulunya karyawan kami dan kini sudah mandiri,” ungkap Irwan.Baca juga: Hadirkan Terang, Sido Muncul Gelar Operasi Katarak GratisManajer Lingkungan Sido Muncul, Amri Cahyono, menegaskan bahwa komitmen perusahaan terhadap SDGs diwujudkan melalui berbagai program pemberdayaan masyarakat.Ia menyampaikan bahwa perusahaan secara konsisten memperkuat kontribusi terhadap 17 tujuan SDGs.“Program Smartani kami gagas untuk mewujudkan visi perusahaan, yaitu memberikan manfaat bagi masyarakat dan lingkungan. Hingga saat ini, Sido Muncul telah memenuhi seluruh 17 tujuan SDGs,” ujarnya.Amri menjelaskan bahwa Smartani di Desa Bergas Kidul, Kecamatan Bergas, Semarang, dikembangkan dengan pendekatan nature-based solution. Implementasinya dimulai dengan social mapping untuk memetakan potensi lokal.“Di desa ini ada kelompok petani alpukat, peternak sapi perah, hingga usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) ‘Mbok Jajan’ yang sebelumnya terdampak Covid-19. Kami memberikan pelatihan agar mereka dapat kembali produktif, dan kini produk mereka sudah memasok ke Sido Muncul,” terang Amri.Baca juga: Konsisten Bantu Tangani Katarak, Sido Muncul Kembali Raih Perdami Award/Yakob Arfin T Sasongko Direktur Sido Muncul, Dr (HC) Irwan Hidayat bersama tim dalam ajang Indonesia?s SDGs Action Awards 2025 di Jakarta, Rabu .

| 2026-02-05 13:12