Sempat Dikembalikan, Bantuan 30 Ton Beras UEA Akhirnya Disalurkan Muhammadiyah ke Korban Banjir Sumatera

2026-01-11 14:42:52
Sempat Dikembalikan, Bantuan 30 Ton Beras UEA Akhirnya Disalurkan Muhammadiyah ke Korban Banjir Sumatera
- Muhammadiyah menyalurkan bantuan kemanusiaan berupa 30 ton beras dari non-government organization (NGO) Bulan Sabit Merah Uni Emirat Arab (UEA) kepada masyarakat terdampak banjir di Sumatera Utara dan Aceh.Bantuan ini menjadi salah satu upaya pemenuhan kebutuhan dasar warga di tengah kondisi darurat akibat bencana hidrometeorologi yang terjadi sejak akhir November 2025.Bantuan beras tersebut didistribusikan melalui dua wilayah, yakni Muhammadiyah Sumatera Utara sebanyak 25 ton dan Muhammadiyah Aceh sebanyak 5 ton.Penyerahan sekaligus pemberangkatan bantuan berlangsung di Gedung Dakwah Muhammadiyah, Jalan SM Raja Nomor 136 Medan, Senin . Baca juga: Polemik 30 Ton Beras Bantuan UEA Berakhir di Tangan MuhammadiyahKetua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Sumatera Utara, Prof Hasyimsyah Nasution, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mempercayakan penyaluran donasi melalui Muhammadiyah.Menurutnya, bantuan tersebut merupakan wujud solidaritas internasional yang sangat dibutuhkan oleh masyarakat terdampak bencana.Muhammadiyah di Sumatera Utara, kata Hasyimsyah, telah menjalankan upaya tanggap bencana secara terstruktur melalui tiga fase utama.Baca juga: Pemprov Sumut Percayakan Muhammadiyah Salurkan 30 Ton Beras Bantuan NGO UEAFase pertama adalah tanggap darurat yang berlangsung sejak 27 November 2025 hingga 5 Januari 2026. Pada fase ini, fokus utama diarahkan pada penyelamatan korban dan pemenuhan kebutuhan dasar.Setelah itu, Muhammadiyah akan memasuki fase transisi darurat menuju pemulihan yang dijadwalkan berlangsung mulai 6 Januari hingga 31 Januari 2026.Fase ketiga adalah rehabilitasi dan rekonstruksi yang direncanakan dimulai pada Februari 2026 untuk membantu masyarakat kembali bangkit secara bertahap.Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Aceh, Abdul Malik Musa, yang hadir secara simbolis menerima bantuan 5 ton beras dari NGO UEA, menggambarkan kondisi bencana di Aceh sebagai tsunami darat.Menurutnya, bencana ini berasal dari kawasan pegunungan dan memiliki daya rusak yang sangat luas.Baca juga: Duduk Perkara Bantuan 30 Ton Beras dari UEA, Benarkah Ditolak Pemerintah?“Bencana yang terjadi adalah tsunami darat, tsunami yang datang dari gunung. Berbeda dengan tsunami laut, tsunami darat daya hancurnya lebih dahsyat dan luas,” katanya dikutip dari Antara.Ia menyampaikan terima kasih kepada PP Muhammadiyah atas alokasi bantuan untuk Aceh serta kepada Muhammadiyah Sumatera Utara yang telah membantu penanganan darurat di Aceh Tamiang. Namun, Abdul Malik menegaskan bahwa kondisi di Aceh masih sangat memprihatinkan.“Sesungguhnya kondisi Aceh masih sangat parah. Kabupaten Bener Meriah dan Aceh Tengah masih sangat terisolasi. Aceh masih membutuhkan banyak bantuan, khususnya untuk membuka isolasi Aceh Tengah dan Bener Meriah,” ujarnya.Baca juga: Bantuan 30 Ton Beras dari UEA Batal Dikembalikan, Mendagri: Ada di Muhammadiyah


(prf/ega)