ITB Hapus Seleksi Mandiri Mulai 2026, Ini Gantinya

2026-02-02 09:05:52
ITB Hapus Seleksi Mandiri Mulai 2026, Ini Gantinya
- Institut Teknologi Bandung (ITB) kini tak lagi membuka Seleksi Mandiri ITB mulai tahun 2026. Seleksi Mandiri ITB dikenal sebagai SM-ITB. Gantinya, ada jalur baru Seleksi Siswa Unggul/SSU) serta skema Internasional melalui International Undergraduate Program (IUP).Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan ITB, Prof. Dr. Irwan Meilano, menegaskan bahwa transformasi ini merupakan langkah strategis untuk menjaring putra-putri terbaik bangsa.“ITB senantiasa berkomitmen menjaring talenta-talenta unggul dari berbagai penjuru untuk mencetak pemimpin masa depan yang inovatif dan berkarakter. Penyempurnaan sistem penerimaan mahasiswa tahun 2026 dilakukan agar ITB memperoleh talenta terbaik yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki kompetensi dan karakter yang kuat,” ujarnya, dilansir dari laman ITB, Senin .Baca juga: Mulai 2026 ITB Tiadakan Seleksi Mandiri untuk Calon Mahasiswa BaruJadi mulai tahun 2026, hanya ada jalur SNBP (Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi), SNBT (Seleksi Nasional Berdasarkan Tes), Seleksi Siswa Unggul (SSU), serta jalur IUP untuk masuk ITB.ITB membuka kesempatan seluas-luasnya bagi calon mahasiswa terbaik untuk bergabung.“Dengan membuka berbagai jalur penerimaan, ITB memberikan kesempatan seluas-luasnya bagi calon mahasiswa untuk belajar serta berperan dalam membawa perubahan bagi bangsa," ujar Prof. Irwan.Perbedaannya, jalur SSU menekankan pencarian talenta secara lebih inklusif, mencakup keunggulan akademik maupun nonakademik.Terdapat dua skema SSU yakni Nontes dan Tes Reguler.Jalur non-tes untuk prestasi akademik, talenta nasional (eks-OSN), keunggulan seni, olahraga, budaya, keagamaan, dan afirmasi 3T.Baca juga: Profil Prasanti Widyasih Sarli, Dosen ITB yang Masuk Asian Scientist 100Sementara Jalur Tes Reguler, menggunakan ITB AQ Test, dengan tambahan Tes Gambar bagi peminat FSRD dan Arsitektur.Direktur Penerimaan Mahasiswa ITB, Achmad Syarief, menilai perubahan ini sebagai upaya signifikan untuk menghadirkan proses seleksi yang semakin inklusif.“SSU menekankan pada penjaringan siswa dengan potensi dan talenta unggul. Ini jalur prestasi, bukan jalur finansial. Kami ingin memberikan peluang bagi talenta dari seluruh Nusantara agar dapat berkembang melalui pendidikan ITB,” jelasnya.Shutterstock Ilustrasi perguruan tinggi. jenis-jenis perguruan tinggi.Dalam upaya memperkuat kiprah sebagai World Class University, ITB memperluas jumlah program studi berkelas internasional dari 8 menjadi 27 program studi IUP pada 2026.Melalui program ini, mahasiswa belajar dengan pengantar bahasa Inggris dan mendapatkan kesempatan mengikuti perkuliahan di luar negeri, pertukaran mahasiswa, hingga program gelar ganda bersama perguruan tinggi mitra internasional.Baca juga: Dana PIP Cair Terakhir Bulan Ini, Cek Penerima Klik pip.kemendikdasmen.go.idSelain pembaruan jalur seleksi, ITB juga memperkenalkan Program Integrasi Sarjana–Magister (PISM).Program ini memberi kesempatan bagi mahasiswa sarjana berprestasi untuk menyelesaikan S1 dan S2 dalam waktu sekitar lima tahun, sehingga proses pendidikan menjadi lebih efisien.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#4

Lebih lanjut, Purwadi menyampaikan arahan terkait reformasi birokrasi dari Presiden Prabowo Subianto yang menegaskan birokrasi harus semakin responsif dan tidak mempersulit masyarakat.Birokrasi juga diminta memiliki komitmen yang kuat terhadap efektivitas alokasi anggaran dan pemberantasan korupsi serta kebocoran anggaran.“Sebab, tanpa integritas, tidak mungkin kita membangun birokrasi yang dipercaya publik,” ungkapnya. Baca juga: Menteri PANRB Rini Raih Penghargaan Adibhakti Sanapati 2025 dari BSSNPerlu diketahui, mulai 2023, Kementerian PANRB mendorong pelaksanaan evaluasi Zona Integritas Menuju Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) Mandiri di sejumlah kementerian/lembaga.Sampai saat ini, penilaian tersebut diperluas pada 19 kementerian/lembaga (K/L) dan lima pemerintah provinsi termasuk Mahkamah Agung (MA).Purwadi juga memberikan apresiasi kepada MA yang telah menunjukkan upaya memperkuat integritas ke tahap yang lebih matang. “Capaian ini merupakan buah dari kerja keras, komitmen dan keteladanan dalam menjaga integritas serta meningkatkan mutu layanan kepada masyarakat,” katanya.Dia menyampaikan, untuk menjaga keberlanjutan reformasi birokrasi, diperlukan upaya untuk memastikan langkah-langkah ke depan berjalan dengan konsisten, menyeluruh, dan semakin berdampak.Baca juga: Menteri PANRB Dukung Badan Narkotika Nasional Akselerasi Program P4GNPertama, pembangunan zona integritas harus terus diperluas. Kedua, pemanfaatan digitalisasi proses peradilan perlu ditingkatkan. Ketiga, memperkuat mekanisme pengawasan dan pencegahan korupsi. Keempat, kualitas sumber daya manusia (SDM) peradilan harus terus ditingkatkan secara berkelanjutan serta perlu kolaborasi yang berkelanjutan.Prestasi tersebut bukan hanya untuk keberhasilan administratif, tetapi wujud inspirasi bagi satuan kerja lain untuk terus melakukan perbaikan dan memperkuat budaya kerja yang berkualitas.“Saya berharap, upaya ini menjadi pemicu bagi lahirnya lebih banyak perubahan konkret yang memberi dampak nyata bagi masyarakat,” jelasnya. Baca juga: Target Penempatan 500.000 PMI pada 2026, Menteri PANRB Siap Dukung Penguatan Kelembagaan Kementerian P2MI

| 2026-02-02 08:43