Gubernur Bengkulu Tebang Pohon Sawit Milik Perusahaan yang Masuk di Bantaran Sungai

2026-02-02 00:08:53
Gubernur Bengkulu Tebang Pohon Sawit Milik Perusahaan yang Masuk di Bantaran Sungai
BENGKULU, – Gubernur Bengkulu Helmi Hasan memimpin gerakan penebangan pohon kelapa sawit milik perusahaan perkebunan yang berada di bantaran sungai sebagai bagian dari upaya menjadikan Bengkulu sebagai wilayah konservasi hutan.Kegiatan tersebut dilakukan bersama Wakil Gubernur Bengkulu Mian, Bupati Bengkulu Tengah Rachmat Riyanto, serta unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda).Selain penebangan sawit, rombongan juga melakukan penanaman sebanyak 49.280 bibit pohon di bantaran Sungai Lemau, Kabupaten Bengkulu Tengah, Selasa .Helmi Hasan menegaskan, Pemerintah Provinsi Bengkulu meminta perusahaan perkebunan, yakni PT Bio Bengkulu Tengah, menebangi tanaman sawit yang berada di sekitar bantaran sungai.“Jadi, area bantaran sungai hingga radius 50 meter ke arah jalan tidak boleh ditanami sawit. Kita sudah sepakat, kecuali tanaman seperti bambu yang justru dianjurkan. Alhamdulillah, PT Bio sudah menyetujui hal ini,” ujar Helmi Hasan dalam keterangan pers yang diterima Kompas.com, Selasa .Baca juga: Jadi Perhatian Dedi Mulyadi, Kebun Sawit di Bukit Cigobang Cirebon Tak BerizinIa menyebut, kebijakan tersebut menjadi komitmen bersama seluruh pemangku kepentingan untuk menjaga kelestarian lingkungan.Penanaman puluhan ribu bibit pohon dilakukan secara serentak sebagai bagian dari gerakan konservasi hutan berkelanjutan di Bengkulu.Helmi Hasan berharap langkah ini mampu mencegah kerusakan daerah aliran sungai sekaligus memperkuat fungsi ekologis kawasan hutan.Selain itu, Helmi Hasan mengajak masyarakat untuk aktif mengawasi kawasan hutan dan daerah aliran sungai. Ia meminta warga melaporkan jika menemukan penanaman sawit di kawasan terlarang.“Nanti kita minta, setiap minggu, Pak Wakil Gubernur ikut mengamati langsung ke lapangan agar tidak ada daerah yang tidak direklamasi. Kami membuka laporan dari masyarakat, LSM, dan mahasiswa. Informasi bisa disampaikan langsung kepada saya melalui media sosial atau laporan langsung jika ada penebangan hutan,” jelasnya.Sementara itu, Bupati Bengkulu Tengah Rachmat Riyanto menyatakan komitmennya mendukung gerakan tersebut melalui pengawasan rutin di lapangan.“Kami akan terus melakukan pengawasan secara berkala di lapangan dan berupaya memastikan bibit pohon yang ditanam dapat tumbuh dengan baik,” pungkas Rachmat.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#2

Pendekatan “heritage meets modern” tersebut akan menjadi salah satu strategi utama Bata ke depan. Bata, kata Panos, ingin menghidupkan identitas lama yang disukai generasi sebelumnya, tetapi dihadirkan dengan desain yang sesuai selera generasi baru.Transformasi tidak hanya terjadi pada produk, tetapi juga pada retail experience. Laporan Tahunan 2024 menyebut bahwa seluruh toko Bata kini mengadopsi konsep modern-minimalis Red 2.0.Namun, bagi Panos, esensi modernisasi toko bukan sekadar tampil fashionable.“Bagi saya yang penting adalah membuat belanja lebih mudah dengan cara yang sangat sederhana,” ungkapnya. Ia membayangkan toko Bata sebagai ruang yang tidak berantakan, produk yang terkurasi jelas, dapat memandu konsumen tanpa membuat mereka bingung, serta menampilkan fokus utama pada produk.“Kami akan menaruh usaha lebih besar pada produk dan membimbing konsumen ke produk itu, product first,” katanya.Baca juga: Bukan Merek Lokal, Ini Sosok Pendiri Sepatu BataLaporan tahunan 2024 juga menunjukkan penguatan digital Bata secara signifikan, mulai dari integrasi pembayaran digital (Gopay, ShopeePay, OctoPay, Visa Contactless), kolaborasi dengan key opinion leader (KOL), serta penguatan Bata Club sebagai program loyalitas.Upaya itu sejalan dengan visi Panos untuk membawa Bata lebih dekat ke generasi muda Indonesia. Apalagi, generasi ini berbelanja secara omnichannel dan peka terhadap brand yang punya nilai jelas.Panos menilai, generasi muda juga punya kepekaan terkait asal-usul produk. Menurutnya, konsumen masa kini memperhatikan bagaimana sepatu dibuat, mulai dari aspek keberlanjutan (sustainability), lokasi pembuatan produk, hingga siapa yang mengerjakannya.Bata Indonesia sendiri telah melakukan sejumlah langkah keberlanjutan nyata, seperti optimalisasi konsumsi energi, efisiensi rantai pasok, penggunaan teknologi hemat energi, dan tata kelola material yang lebih baik.“Sustainability bukan sesuatu yang kamu pasarkan. Sustainability adalah sesuatu yang kamu jalani dan kamu wujudkan setiap hari,” tegasnya.Upaya modernisasi Bata, mulai dari kurasi produk, perbaikan toko, hingga penguatan kanal digital, pada akhirnya kembali pada satu tujuan, yakni menjawab kebutuhan konsumen Indonesia hari ini. Setelah melewati masa restrukturisasi, Bata ingin memastikan bahwa setiap langkah transformasi benar-benar berangkat dari pemahaman terhadap perilaku dan ekspektasi masyarakat Indonesia yang terus berkembang.Di sinilah Panos melihat kekuatan besar yang dimiliki Bata selama puluhan tahun di Indonesia, yaitu hubungan emosional yang terbangun secara alami dengan konsumennya.Baca juga: Sepatu Bata, Sering Dikira Produk Lokal Ternyata Berasal dari Ceko“Konsumen Indonesia sangat loyal. Jauh lebih loyal jika dibandingkan banyak konsumen lain di dunia,” kata Panos.Namun, ia mengingatkan bahwa loyalitas bukan sesuatu yang bisa dianggap pasti. “Kami harus relevan untuk konsumen hari ini, lebih terhubung dengan audiens muda, dan membawa mereka kembali masuk ke Bata,” tuturnya. Upaya untuk kembali relevan di mata konsumen tidak bisa berdiri sendiri. Menurut Panos, transformasi Bata hanya bisa berjalan jika dukungan internal juga kuat dan keyakinan dari orang-orang yang bekerja di baliknya.“Setelah Covid, keyakinan itu selalu turun. Padahal, kepercayaan internal itu sangat penting,” katanya.Maka dari itu, Panos ingin seluruh tim melihat arah baru Bata sebagai momentum untuk bangkit bersama.“Kami akan membutuhkan lebih banyak karyawan untuk berkembang dan menjadi lebih kuat di Indonesia,” katanya.Dengan fondasi internal yang diperkuat dan strategi baru yang mulai berjalan, Panos memandang masa depan Bata di Indonesia dengan keyakinan yang besar. Baginya, transformasi yang sedang dilakukan tidak hanya soal restrukturisasi, modernisasi produk, atau pembaruan toko, tetapi juga membangun hubungan yang lebih bermakna dengan konsumen.“Saya berharap ketika datang lagi ke sini, saya bisa merasa bangga terhadap Bata. Bangga melihat Bata tersedia untuk konsumen yang lebih luas, melihat pelanggan datang ke Bata dan bisa merasakan mereka menyukainya,” harapnya.Baca juga: Sejarah Sepatu Bata, Merek Eropa yang Sering Dikira dari IndonesiaIa juga menginginkan pertumbuhan yang tidak hanya tecermin dalam penjualan atau jumlah toko, tetapi juga dalam cara masyarakat Indonesia memaknai kehadiran Bata setelah lebih dari 90 tahun berada di tengah mereka.“Saya ingin Bata berarti sesuatu bagi Indonesia serta berkata, ‘Saya tumbuh bersama Bata. Bata adalah perusahaan lokal sekaligus global dan Bata mengerti saya’,” katanya. Panos melihat Indonesia bukan sekadar pasar besar, melainkan rumah penting bagi perjalanan panjang Bata. Dengan arah baru, strategi yang lebih fokus, dan loyalitas konsumen yang kuat, ia yakin Bata akan kembali menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari masyarakat Indonesia untuk waktu yang lama.

| 2026-02-02 00:20