Kamboja Siap Berunding dengan Thailand, Akhiri Konflik di Perbatasan

2026-01-12 04:36:56
Kamboja Siap Berunding dengan Thailand, Akhiri Konflik di Perbatasan
PHNOM PENH, - Kamboja menyatakan siap bernegosiasi kapan pun dengan Thailand untuk menghentikan konflik di wilayah perbatasan mereka."Katakanlah satu jam dari sekarang, kedua belah pihak sepakat untuk berunding dan kemudian memulai komunikasi," kata Penasihat Senior Perdana Menteri Kamboja, Sous Yara, dikutip Reuters."Itu akan menjadi ide yang sangat bagus," sambungnya.Diketahui, hubungan Thailand dan Kamboja kembali memanas usai ketegangan di wilayah perbatasan mereka yang mencapai 817 kilometer.Sejak Senin , setidaknya 13 orang tewas dan ratusan ribu orang telah meninggalkan rumah di kedua sisi perbatasan.Baca juga: Update Perang Thailand Vs Kamboja, 10 Orang Tewas, 140.000 Warga MengungsiKendati demikian, pihak Kamboja enggan memulai proses negosiasi itu sendiri.Sebab, harus ada niat baik yang disepakati bersama dari kedua belah pihak untuk menghentikan perang.Ia juga menggambarkan konflik perbatasan Thailand dan Kamboja ini sebagai permainan yang merugikan semua pihak."Kedua negara akan selalu bertetangga, jadi sebaiknya kita mencapai konsensus," ujarnya.Sementara itu, Menteri Luar Negeri Thailand menyatakan, Kamboja harus menunjukkan ketulusan dan mengambil langkah pertama untuk meredakan ketegangan.Ia juga mengesampingkan mediasi yang dilakukan pihak ketiga.Baca juga: Rebut Wilayah dari Kamboja, Thailand Kerahkan Angkatan Laut Menteri Luar Negeri AS, Marco Rubio mengaku prihatin atas ketegangan yang kembali terjadi di perbatasan Thailand Kamboja."Kami sangat mendesak penghentian segera permusuhan, perlindungan warga sipil, dan agar kedua belah pihak kembali pada langkah-langkah deeskalasi," jelas dia dalam sebuah wawancara, Selasa .Thailand telah berulang kali menuduh Kamboja melanggar perjanjian, termasuk dengan memasang ranjau darat baru.Pada November, Thailand menarik diri dari pakta damai menyusul ledakan ranjau darat yang melukai seorang tentaranya.Baca juga: Thailand-Kamboja Bentrok Lagi, Anwar Ibrahim Desak 2 Negara Menahan Diri


(prf/ega)