Gubernur Aceh Terima Bantuan Luar Negeri Lagi: Siapa yang Menolong, Ikhlas Kita Terima

2026-01-16 16:53:20
Gubernur Aceh Terima Bantuan Luar Negeri Lagi: Siapa yang Menolong, Ikhlas Kita Terima
- Gubernur Aceh, Muzakir Manaf (Mualem), kembali menerima bantuan dari luar negeri untuk korban terdampak banjir bandang dan longsor di Aceh. Kali ini, bantuan tersebut berasal dari perusahaan multinasional Upland Resources yang beroperasi di United Kingdom, Malaysia, dan Indonesia. Penyerahan bantuan secara simbolis berlangsung di Bandara Sultan Iskandar Muda (SIM), Aceh Besar, pada Senin malam.Mualem mengungkapkan rasa terima kasihnya atas kepedulian dan solidaritas yang diberikan oleh Upland Resources. Dalam kesempatan tersebut, Mualem menekankan bahwa semangat kemanusiaan harus menjadi landasan utama dalam menghadapi bencana, tanpa memandang latar belakang pemberi bantuan."Pada prinsipnya kita ini kemanusiaan. Siapa saja yang menolong kita, tetap ikhlas kita terima. Siapa saja, di mana saja," kata Mualem.Baca juga: Belajar dari Gubernur AcehGubernur Aceh juga mengungkapkan bahwa bantuan tersebut akan disalurkan ke wilayah-wilayah yang paling membutuhkan dan terdampak parah oleh bencana."Ke mana yang membutuhkan. Yang urgent dan paling teruk (parah) ada beberapa kawasan, seperti Aceh Tamiang, Aceh Timur, Aceh Utara, dan Bireuen. Juga ke Takengon dan Beutong, serta Langsa," ujar Mualem.Chairman & CEO Upland Resources, Datuk Bolhassan Di, menjelaskan bahwa bantuan tersebut merupakan hasil penggalangan dana internal perusahaan yang dilakukan di tiga negara tempat Upland beroperasi."Alhamdulillah, PT kita Upland di UK, Indonesia, dan Malaysia dapat mengumpulkan dana sebesar Rp 777 juta," ujar Bolhassan.Dana yang terkumpul kemudian diwujudkan dalam bentuk pembelian kebutuhan pokok dari penyedia lokal di Aceh."Kita dibantu oleh tim-tim di sini untuk menyediakan barang-barang lokal dan membantu menyebarkannya ke lokasi-lokasi yang diarahkan langsung oleh Bapak Gubernur," tuturnya.Baca juga: Di Depan Prabowo, Gubernur Aceh: Pedagang Naikkan Harga Sembako Sesuka HatiSebelumnya, Gubernur Aceh Muzakir Manaf (Mualem) menegaskan bahwa Pemerintah Aceh tidak pernah menutup pintu bagi bantuan luar negeri dalam penanganan bencana banjir dan longsor. Mualem membantah anggapan yang menyebut bahwa Aceh mempersulit izin masuknya bantuan dari negara lain."Mereka tolong kita, kok kita persulit? Kan bodoh," tegas Mualem, seperti yang dikutip dari Serambinews.com, Senin .Sebagian artikel telah tayang di Kompas.com dengan: Gubernur Aceh Terbuka untuk Bantuan Asing: Mereka Tolong Kita, Kok Kita Persulit? Kan Bodoh dan Gubernur Aceh Mualem Kembali Terima Bantuan dari Luar Negeri. 


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#2

Kebijakan ini tertuang dalam Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 12 Tahun 2025 yang mengatur Pajak Pertambahan Nilai (PPN) dan Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM) yang ditanggung pemerintah untuk kendaraan listrik tertentu.Namun, penghentian insentif diprediksi membuat penjualan BEV pada tahun depan melambat.“Tentu itu akan merubah penjualan mobil listrik, apalagi saat ini kondisi ekonomi kita masih menantang. Penggerak roda industri otomotif kan pada middle income class,” ujar Yannes saat ditemui belum lama ini.Meski begitu, Yannes menekankan bahwa pasar kendaraan elektrifikasi secara keseluruhan belum tentu melemah.“Total segmentasi BEV kemungkinan akan melambat, tetapi pertumbuhan kelak akan digerakkan BEV rakitan lokal ya,” lanjutnya.Meski begitu, Yannes menilai pasar kendaraan elektrifikasi secara keseluruhan belum tentu melemah. Segmen hybrid electric vehicle (HEV) diperkirakan akan tumbuh, karena menawarkan kombinasi efisiensi bahan bakar tanpa kekhawatiran jarak tempuh.“Segmentasi HEV akan sangat subur, karena konsumen rasional akan memilih HEV sebagai safe haven. Efisiensi BBM ada, range anxiety nol,” ujar Yannes.Ia menambahkan, untuk menjaga momentum pertumbuhan kendaraan listrik, peran kelas menengah menjadi kunci.“PR kita pertama adalah menaikkan middle income class kita. Ekonomi tolong buktikan bisa tembus 5,4 persen tahun ini dan 6 persen di tahun depan,” kata Yannes.Baca juga: Mobil Listrik Indonesia: BYD Dominasi, Jaecoo dan Wuling Bersaing/Adityo Wisnu Mobil hybrid Rp 300 jutaan“Dan janji di 2029 tercapai, yaitu 8 persen. Itu baru kita bisa belanja dengan enak lagi,” tutupnya.Berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), penjualan mobil berbasis baterai sepanjang 2025 mencatat pertumbuhan signifikan.Dari Januari hingga November 2025, wholesales BEV telah mencapai 82.525 unit, naik 113 persen dibanding periode sama tahun lalu.Segmen PHEV juga mencatat lonjakan luar biasa, meningkat 3.217 persen menjadi 4.312 unit, sementara mobil hybrid mengalami pertumbuhan 6 persen, dari 53.986 unit pada periode sama tahun lalu menjadi 57.311 unit.

| 2026-01-16 16:23