Kakek Meninggal Usai Diusir dari Rumahnya di Surabaya, Ini Kebenarannya Menurut Ketua RT

2026-01-31 11:26:21
Kakek Meninggal Usai Diusir dari Rumahnya di Surabaya, Ini Kebenarannya Menurut Ketua RT
SURABAYA, - Seorang kakek di Surabaya disebut meninggal dunia setelah diusir dari rumahnya oleh organisasi masyarakat (ormas).Namun, ada sejumlah hal yang tidak sesuai keterangan.Berdasarkan video yang sempat beredar di media sosial, tampak seseorang yang melepas genteng sebuah rumah.Kemudian, memperlihatkan seorang kakek yang meninggal dunia.Akan tetapi, video tersebut telah dihapus oleh sejumlah akun Instagram yang sebelumnya mengunggahnya.Di sisi lain, beberapa lainnya melabelinya dengan tulisan ‘HOAX’.Baca juga: Usai Pengusiran Nenek Elina, Eri Cahyadi Ancam Bubarkan Ormas Preman di SurabayaMengenai itu, Ketua RT setempat, Agustinus Setyo Jayadi mengatakan, kakek itu merupakan adik dari orang yang menyewa rumah di Jalan Kepatihan 7, RT 06, RW 02, Kecamatan Bubutan, Surabaya.Kakek bernama Ahwa tersebut tinggal bersama saudaranya yang lain di bangunan itu, yakni Teng Lind Djay.Sedangkan, pemilik rumah yang sebenarnya adalah H. Husain.“Meski rumah ditempati secara turun-temurun, berdasarkan kesepakatan lisan di masa lalu, masa sewa telah berakhir pada 2020,” kata Agustinus, Selasa .Baca juga: Doa Bersama Lintas Agama Akan Digelar di Balai Kota Surabaya Saat Malam Tahun BaruKakek Ahwa sendiri disebut belum membayar sewa rumah selama 5 tahun tinggal.Akhirnya, pemilik berniat memperbaiki bangunannya, Jumat lalu.Lalu, pemilik rumah menawarkan kompensasi kepada penghuninya dengan memberikan sebesar Rp 15 juta.Akan tetapi, pihak penyewa meminta agar menambah jumlah kompensasi menjadi Rp 50 juta.Selanjutnya, penyewa dan pemilik rumah sepakat melakukan mediasi di Polsek Bubutan.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#3

YouTube menyediakan laman Family Center untuk membantu orangtua memantau penggunaan YouTube akun anak-anak mereka. Di laman itu, terdapat pilihan untuk menambahkan profil YouTube Kids dan akun YouTube anak remaja mereka, sebagai akun yang diawasi.Laman Family Center sering digunakan oleh orangtua dengan anak berusia di bawah 18 tahun. Di laman ini, ada pengingat Take a Break dan Bedtime yang sudah aktif secara otomatis untuk pengguna berusia di bawah 18 tahun.Pengingat Take a Break adalah notifikasi yang mengingatkan pengguna untuk beristirahat sejenak dari melihat layar HP, sedangkan Bedtime adalah notifikasi yang mengingatkan anak bahwa waktu tidur mereka akan tiba dan mereka harus bersiap-siap untuk beristirahat.Sebagai pelengkap dua hal tersebut, pada akhir tahun ini, YouTube berencana untuk memperluas fitur Shorts Daily Time Limit pada orangtua.Ayah dan ibu yang menggunakan akun yang memiliki akun yang akan diawasi, bisa secara proaktif menetapkan batas durasi menjelajah feed YouTube Shorts yang tidak bisa diabaikan.Ini merupakan tambahan dari hal lain yang sudah kami miliki yaitu pengingat 'Taking a Break' dan 'Bedtime', tutur Graham.Baca juga: Jangan Biasakan Anak Main HP Sebelum Tidur, Ini Dampaknya Dok. Freepik/Freepik Orangtua bisa gunakan fitur Shorts Daily Time Limit agar anak tidak lupa waktu menonton YouTube Shorts. Terkait fitur pembatasan durasi menjelajah feed YouTube Shorts, Graham mengatakan, hal ini bisa membantu anak memahami regulasi waktu penggunaan platform digital mereka.Jadi, ketika anak-anak scrolling Shorts, aplikasi akan 'menyundul' mereka (memberi notifikasi), yaitu intervensi kecil yang menurut pakar perkembangan anak penting dalam pengaturan diri anak-anak, tutur dia.Anak-anak tetap diizinkan untuk memegang kendali akan akun YouTube untuk mengakses feed YouTube Shorts, tapi mereka tidak akan lupa waktu seperti sebelumnya.Melalui fitur Shorts Daily Time Limit yang sudah diatur oleh orangtua, anak jadi paham bahwa mereka hanya boleh mengakses YouTube Shorts berapa lama, sehingga lambat laun sudah terbiasa dan dengan sendirinya bisa mengatur waktu mereka di YouTube.Baca juga: Jangan Biasakan Anak Makan Sambil Main HP, Ini Kata Psikolog

| 2026-01-31 11:32