Disdik Kalteng Tambah 5.000 Kuota Beasiswa Kuliah Gratis 2026, Apa Saja Syaratnya?

2026-01-12 02:55:40
Disdik Kalteng Tambah 5.000 Kuota Beasiswa Kuliah Gratis 2026, Apa Saja Syaratnya?
PALANGKA RAYA, - Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) mengumumkan penambahan kuota beasiswa bagi mahasiswa kurang mampu untuk tahun 2026.Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Disdik Kalteng, Muhammad Reza Prabowo, menjelaskan bahwa kuota beasiswa bagi mahasiswa kurang mampu telah dialokasikan sejak tahun ini dengan jumlah 10.000 mahasiswa di berbagai perguruan tinggi di Kalteng.“Tahun depan, sebagaimana diungkapkan Pak Gubernur di sejumlah kesempatan, akan ditambah menjadi 15.000 kuota penerima dari yang sebelumnya 10.000 penerima,” ungkap Reza Prabowo saat diwawancarai di SMAN 3 Palangka Raya, Senin .Baca juga: Pemangkasan TKD Berdampak pada Program Beasiswa di Kaltim, Bantuan UKT Mahasiswa Dibatasi Maksimal Rp 5 JutaReza menjelaskan bahwa penentuan penambahan kuota didasarkan pada jumlah lulusan SMA di Kalteng setiap tahunnya, di mana rasio lulusan baru akan dihitung untuk menentukan kuota beasiswa yang akan disalurkan pada tahun 2026.“ Itu yang menjadi bahan penentuan berapa kuota beasiswa yang akan disalurkan di tahun 2026,” tambahnya.Mengenai progres penyaluran 10.000 beasiswa yang telah dialokasikan, Reza menyatakan bahwa sejauh ini baru 3.060 mahasiswa yang menerima bantuan tersebut.Hal ini dikarenakan pihaknya ingin memastikan bahwa penerima beasiswa berasal dari keluarga kurang mampu.“Karena beberapa penerima beasiswa itu, kita memang betul-betul profiling, yang bersangkutan apakah ada foto atap, lantai, dan dinding rumahnya, meskipun dia tidak terdaftar di DTKS atau DTSEN,” jelas Reza.Baca juga: Orangtua Minum Air Banjir, Mahasiswa di Yogya Kirim Uang Beasiswa untuk Keluarga di AcehIa juga menyoroti adanya penerima yang sebenarnya tidak mampu tetapi tidak terdaftar dalam DTKS maupun DTSEN.Ini menjadi ironi di tengah upaya Pemprov Kalteng dalam menyalurkan bantuan pendidikan melalui program Satu Rumah Satu Sarjana.“Saya sudah minta arahan dari Pak Gubernur kalau bisa yang demikian juga kita berikan bantuan pendidikan, karena mereka benar-benar tidak mampu, tapi tidak masuk dalam data,” ujarnya.Reza menambahkan bahwa puluhan ribu beasiswa tersebut diberikan untuk mewujudkan program satu keluarga satu sarjana.Program 10.000 beasiswa tersebut dapat diakses melalui website Kuliah Gratis Pemprov Kalteng.“Penyaluran beasiswa ke 10.000 mahasiswa ini berbeda dengan sistem seperti program Tabungan Beasiswa Berkah (Tabe) yang digagas oleh pemerintahan sebelumnya,” jelas Reza.Ia menjelaskan bahwa dalam program Tabe, dana disalurkan langsung ke rekening mahasiswa, sedangkan dalam program baru ini, beasiswa ditujukan langsung ke universitas masing-masing di Kalteng.Reza menekankan pentingnya evaluasi berkala dan masukan dari masyarakat dalam pelaksanaan program pendidikan.Baca juga: Beasiswa S3 ke Abu Dhabi, Tunjangan Rp 88 Juta per Bulan, Modal Ijazah S1 Bisa“Mudah-mudahan ini pola yang terbaik, karena sebelumnya kita salurkan beasiswanya ke rekening mahasiswa langsung sebagaimana program Tabe. Kami evaluasi, kami salurkan melalui pihak universitas, sehingga inilah sistem penyaluran beasiswa untuk program Kuliah Gratis,” terangnya.Hingga saat ini, masih banyak kuota beasiswa yang tersisa untuk tahun 2025, dengan baru 3.040-3.060 mahasiswa yang telah menerima bantuan dari total kuota 10.000. “Kami masih melakukan pendataan lagi untuk memenuhi kuota tersebut, tetapi tetap kalau nanti ternyata hasil pendataannya bisa lebih, akan bertambah lagi penerimanya,” tutup Reza.


(prf/ega)